METRUM
Jelajah Komunitas

UPG Sustainability Journey Event Indonesia, Kenalkan Program Kepemimpinan Berkelanjutan dan Proyek Alumni

AKHIR September lalu, United People Global menyelenggarakan #UPGSUSTAINABILITY Journey Event Indonesia secara daring di Zoom Cloud Meeting. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkenalkan program UPG Sustainability Leadership (Kepemimpinan Keberkelanjutan) dan mempresentasikan proyek dan karya alumni-alumni UPGSL Indonesia, yaitu Cavin Denis Tito Siregar, Muhammad Rhaka Katresna, Ade Damayanti, Umar Syaroi, dan Mufradatul Riadhah.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (30/9/2022), mulai pukul 17.00 WIB itu dibuka dan dipandu oleh Anu Olanrewaju. Terdapat 54 peserta hadir. Yemi Babington-ashaye selaku presiden dari United People Global menyampaikan sambutan. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tentang program United People Global Sustainability Leadership oleh tim UPG.

Anu Olanrewaju (Foto: Capture zoom/RK).*

Presentasi Alumni

Cavin Dennis Tito Siregar, atau biasa dipanggil Kevin mengikuti UPGSL 2019 dan sekarang aktif menjadi president dari #WeAreEnough, organisasi anti-bullying berbasis online di Indonesia. Kevin adalah orang Indonesia pertama yang berangkat ke Hurricane Island untuk program UPGSL.

Proyek yang dikerjakan Kevin setelah jadi alumni adalah #WeAreEnough (WAE). Proyek ini juga yang dipresentasikan di depan panelis dan sesama UPGSL lainnya. Namun karena waktu itu belum ada COVID-19, rencananya aktivitas berpusat di Bandung secara offline karena pada saat itu masih menjadi mahasiswa aktif Universitas Padjadjaran (Unpad). Namun setelah COVID-19, aktivitas dilakukan secara online dan bagian yang sangat menarik, lebih mudah mendapatkan resources.

Kevin membangun WAE bersama 6 orang dari 6 universitas berbeda. Dia berhasil menerima aplikasi staff hingga 3500+ dan hanya menerima 42 staff. Kegiatan yang dilakukan di WAE awalnya ada Weekly Post mengenai Bullying, Quotes, atau international days. Selain itu ada #SelfTalk mengenai rekaman video orang yang kita minta untuk membicarakan mengenai bullying, dan WePod, #WeAreEnough Podcast.

“Kita juga mengadakan lomba yang diadakan 1 kali setiap periode dan biasanya mengenai poster, essay atau reels. Hingga sekarang WAE hadir di berbagai platform media sosial yakni, Facebook, Instagram, LinkedIn, & Twitter. WAE berhasil bekerja sama dengan lebih dari 40+ media partner dan 10 community partner,” tutur Kevin.

Cavin dan Yemi saat presentasi (Foto: Capture zoom/RK).*

Di bagian berikutnya, Rhaka menceritakan proyek Kala Cumarita yang disiarkan di Metrum Radio. Rhaka adalah alumni UPGSL 2021. Di dalam presentasinya, Rhaka membagikan idenya tentang bercerita untuk orang dewasa dan bagaimana proyek itu berjalan. Yemi mengapresiasi dan mengatakan bahwa, “Semua orang punya waktunya sendiri untuk memulai proyeknya, ingat untuk memulai dari hal yang kecil dulu.”

Presentasi angkatan 2022 diawali oleh Damay. Damay melayani Global Youth Impact Nexus (GYIN) sebagai Indonesia Country Lead dengan visi untuk menjadi platform terkemuka bagi kaum muda untuk terhubung, berkolaborasi, dan membangun komunitas. Dia sedang mengerjakan SDG (Tujuan Perkembangan Berkelanjutan) 4, 5, 13, dan 17.

Damay saat presentasi (Foto: Capture zoom/RK).*

Berikutnya adalah Umar, seorang praktisi humas dan Ketua Departemen Pendidikan Rumah Disabilitas Pusat. Umar banyak terlibat dalam aktivisme digital untuk inklusi penyandang disabilitas. Misalnya dengan mengadakan Live Instagram bertema ‘Disability Inclusion: Embracing Equal Dreams’.

“Bersama Departemen Pendidikan Rumah Disabilitas Pusat, saya mengadakan proyek ‘Mentoring Beasiswa’ untuk penyandang disabilitas. Saya menjadi pembicara pada kegiatan nasional dan internasional untuk menyuarakan inklusi disabilitas dan pendidikan inklusif,” ujar Umar.

Umar ketika menyampaikan presentasi via zoom meet (Foto: Capture zoom/RK).*

Selanjutnya, presentasi diteruskan oleh alumni angkatan 2021, Mufradhatul Riadhah yang biasa dipanggil Ria. Ia adalah pemimpin dan pendiri Siti Sarah Women Center, organisasi non pemerintah yang bergerak pada isu pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak.

Proyek Ria yang masih berjalan adalah Hear for Her dan Amplify Her. Program utama dari Siti Sarah Women Center fokus dalam pengembangan kepemimpinan anak-anak perempuan di Kalimantan Selatan. Selain itu, Siti Sarah Women Center memberdayakan korban-korban KDRT termasuk pendampingan dan shelter untuk korban, serta membangun kesadaran masyarakat untuk mencegah kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga.

Presentasi diteruskan oleh pembicara tamu, Jasmine Putri. Ia adalah Advisor Indonesia Program at Rainforest Foundation Norway dan Obama Leader untuk wilayah Asia Pasifik.

Jasmine memaparkan tentang hak atas tanah dan mata pencaharian alternatif di Papua (Foto: Capture zoom/RK).*

Di akhir kegiatan, terdapat pemutaran undian pemenang tiket perjalanan ke Hurricane Island. Dua peserta yang diundi memenangkan perjalanan termasuk Leily.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan calon peserta dari Indonesia lebih termotivasi untuk mendaftar di program UPGSL tahun berikutnya. Juga memperkenalkan proyek yang dilaksanakan oleh alumni-alumni UPGSL Indonesia kepada peserta mancanegara.

Tentang Program UPG Sustainability Leadership

UPG Sustainability Leadership adalah gerakan yang memobilisasi individu dan organisasi untuk mendukung kepemimpinan warga negara yang positif tentang keberlanjutan.

Ini adalah gerakan yang mendorong dan memungkinkan warga di semua tingkatan untuk mengambil tindakan positif. Sebuah gerakan yang terinspirasi oleh komitmen UPG untuk melakukan apa yang kita bisa dengan apa yang kita miliki, daripada menunggu orang lain bertindak. Ini adalah gerakan yang mewujudkan gagasan bahwa setiap orang dapat melakukan sesuatu untuk membuat dunia lebih berkelanjutan.

UPG percaya bahwa keberlanjutan mencakup kedua masalah “hijau” yang biasa seperti menanam pohon, mendaur ulang limbah, mengelola energi, melindungi lautan dan masalah lain yang telah menjadi pusat masyarakat kita untuk waktu yang lama, seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan, kesetaraan gender, konsumsi berkelanjutan, produksi berkelanjutan dan lainnya. Bagi mereka yang akrab dengannya, UPG menggunakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB sebagai panduan.

Kegiatan unggulannya adalah program pelatihan Kepemimpinan #UPGSustainability untuk 500+ orang dewasa muda dari seluruh dunia setiap tahun. Ada juga kegiatan untuk sekolah dan lembaga serta untuk perusahaan.

Pendaftaran program UPGSL bisa dilakukan di tautan berikut UPG Sustainability Leadership – United People Global. (RK)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: