METRUM
Jelajah Komunitas

Kota Fashion, Daya Tarik Bandung

BANDUNG merupakan kota yang menarik bukan hanya dari segi tata kota dan suasananya saja, namun juga dikenal oleh para wisatawan sebagai kota wisata belanja, khususnya fashion. Dan seakan terdoktrin, sebagian besar wisatawan ketika datang ke Bandung biasanya selalu menyempatkan diri untuk berbelanja, entah itu ke Cihampelas, seputaran Jalan Riau atau Jalan Trunojoyo.

Lantas kenapa fashion di Kota Bandung dapat menjadi daya tarik?

Sebelum dikenal sebagai kota fashion ada rentetan sejarah menarik, sehingga kini Bandung dikenal dengan kota Fashion.

  1. Kota Bandung sudah eksis sebagai pusat perbelanjaan yang terkenal di kalangan wisatawan sudah lebih dari 100 tahun yang lalu.
  2. Kota Bandung juga mendapatkan julukan “Parijs Van Java”. Julukan tersebut pertama kali dikemukakan dan dipopulerkan orang-orang Belanda. Salah satu orang Belanda yang mempopulerkan julukan tersebut merupakan pedagang keturunan Yahudi Belanda bernama Roth. Roth menggunakan kalimat “Parijs Van Java” dan ia memanfaatkannya sebagai salah satu cara promosi produk-produk fashion yang akan dipasarkan di pasar malam tahunan jaarbeurs atau saat ini lebih dikenal dengan Jalan Aceh pada 1920. Kalimat “Parijs Van Java” menjadi kian penting untuk mempromosikan dagangan dikarenakan pada saat itu Kota Paris di Prancis menjadi kiblat atau pusat mode dunia sehingga kalimat tersebut diharapkan bisa menarik minat pembeli atau orang-orang untuk datang ke pasar malam tahunan jaarbeurs.
Kawasan perbelanjaan jalan Truno joyo (Sumber foto: greatnesya.id).*

Hal tersebut juga tidak lepas dari gairah fashion dan tren mode orang-orang Bandung yang pada saat itu sangat menyukai selera fashion ala Paris. Pada era 1900-an ada sebuah toko fashion bernama Aug Hegelsteens Kledingmagazin yang terletak di kawasan Jalan Braga dan pada saat itu menjadi tempat kekinian di Kota Bandung. Toko fashion itu kian terkenal sejak berganti nama dengan menggunakan bahasa Prancis: Au Bon Marche Modemagazijn yang didirikan pebisnis A. Makkingga pada 1913.

Pengakuan wisatawan dengan menggunakan kalimat “Mumpung di Bandung kita belanja ke Cihamplas atau belanja ke Trunojoyo”. Hal tersebut secara tidak langsung mengakui Bandung sebagai kota fashion.

Dari rentetan sejarah tersebut, maka tidak aneh dan pantas serta layak ketika Bandung mendapat sebutan sebagai Kota Fashion. (Fajar Ismail/JT)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.