METRUM
Jelajah Komunitas

Lepas Dari Zona Nyaman, LUDIOSIS Hadirkan Nuansa Sinematik Ala Hans Zimmer Lewat Single Terbaru “Time”

LUDIOSIS kembali menyapa jaringan radio Good Stock lewat karya yang sama sekali berbeda melalui single terbarunya yang bertajuk “Time”.

Setelah sebelumnya sukses memikat pendengar dengan energi riff yang menghentak dalam “Overcomplicated” dan “Addicted to Failure”, kini LUDIOSIS tampil dengan nuansa yang jauh lebih atmosferik, kontemplatif, dan bernyawa sinematik.

Lagu “Time” mengeksplorasi satu hal yang mustahil dihindari oleh siapapun: perputaran waktu yang tanpa henti beserta dampaknya bagi setiap makhluk. Dari segi musikalitas, karya ini merupakan sebuah perombakan gaya yang cukup berani. Tidak ada lagi riff gitar konvensional yang mendominasi lagu. Sebagai gantinya, seluruh komposisi dibangun di atas pola tiga nada berulang yang perlahan merajut atmosfer magis yang terus berkembang dinamis.

Dimulai dari rasa gelisah yang mencekam, aransemen lagu ini bergeser secara perlahan menuju antisipasi yang memuncak, sebelum akhirnya meledak dalam kelegaan yang penuh energi positif. Lagu ini dirancang secara matang untuk membawa pendengar melewati perjalanan emosional—mulai dari ketidaknyamanan hingga rasa penuh suka cita.

Sentuhan ketegangan dan resolusi di dalamnya bahkan memiliki kualitas sinematik layaknya karya Hans Zimmer, namun tetap mempertahankan ciri khas LUDIOSIS yang kuat: penuh atmosfer, melodius, dan berbobot secara musikal.

Hadir dengan atmosfer musik dan makna lirik yang lebih berat, “Time” menyingkap sisi pendalam dari proyek musik ini. Bagi para penggemar Bad Omens, TesseracT, hingga Pink Floyd, lagu ini menawarkan banyak sekali elemen eksplorasi yang menarik.

Tentang LUDIOSIS

LUDIOSIS merupakan proyek solo dari musisi asal Norfolk, Dan, yang menulis, memainkan, merekam, serta memixing seluruh lagunya secara mandiri. Berbekal pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia musik, karyanya bergerak bebas di antara ranah pop-rock melodius, grunge, rock alternatif, hingga teritori musik yang lebih berat.

BACA JUGA:  Karya Seni Diaspora Asal Purwakarta di Amerika jadi Kado Unik Pejabat dan Artis

Dengan merilis “Time”, Dan membuktikan bahwa ia tidak pernah berjalan di tempat. Ia sukses melangkah keluar dari zona nyaman demi mengeksplorasi atmosfer, ketegangan musikal, dan kekuatan penceritaan emosional. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.