Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unla Gelar Diskusi Publik Bahas Urban Diabetes dan Gaya Hidup Modern
KOTA BANDUNG (METRUM) – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Langlangbuana (Unla) menyelenggarakan diskusi publik bertajuk Urban Diabetes: Refleksi Gaya Hidup Modern dalam Isu Kesehatan Perkotaan. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 31 Mei 2025, di Sukma Coffee, Jl. Pasirluyu Timur No.7, Kota Bandung, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye sosial yang diinisiasi oleh mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat—khususnya kalangan muda—terkait risiko diabetes yang kian meningkat akibat gaya hidup tidak sehat di lingkungan urban.
Diskusi ini juga merupakan bagian dari penilaian Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Komunikasi Kesehatan. Selain menjadi ajang akademik, kegiatan ini menunjukkan peran aktif mahasiswa dalam menyampaikan isu kesehatan kepada publik secara kreatif dan kontekstual. Dengan konsep santai namun sarat informasi, diskusi dikemas interaktif melalui pemaparan materi, tanya jawab, dan hiburan bernuansa edukatif.
Sebagai narasumber, mahasiswa kelas IKOM A3 angkatan 2023—yakni Puput Marselina, Rizky Yanuari, Irpan Alvian, Dava Pratama, Fathan Al Fadhil, dan Muhammad Raffi—menyampaikan materi secara bergiliran. Mereka memaparkan keterkaitan antara gaya hidup modern dengan meningkatnya kasus diabetes, terutama tipe 2, di kawasan perkotaan. Topik yang dibahas mencakup faktor risiko, dampak jangka pendek dan panjang, serta strategi pencegahan melalui pola hidup sehat.

Dalam presentasinya, para narasumber menyoroti bahwa gaya hidup cepat ala masyarakat kota—termasuk konsumsi makanan instan, minimnya aktivitas fisik, stres berlebih, serta kurang tidur—menjadi pemicu utama melonjaknya kasus diabetes di kalangan usia produktif. Mereka juga menekankan pentingnya kesadaran sejak dini agar gaya hidup sehat bisa menjadi kebiasaan.
Yang menarik dari kegiatan ini adalah pendekatan komunikatif para pemateri. Mereka tidak hanya berbicara satu arah dari depan, tapi juga aktif berdialog langsung dengan peserta, menjawab pertanyaan, dan memberikan ilustrasi konkret dari kehidupan sehari-hari, sehingga materi terasa lebih membumi dan mudah dipahami.
Ketua pelaksana, Akmal Aqila Putra, menyampaikan bahwa tujuan utama diskusi ini adalah mengajak generasi muda untuk sadar bahwa diabetes bukan lagi penyakit orang tua. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menyadarkan anak muda bahwa gaya hidup di kota besar bisa membuat siapa pun, bahkan remaja, berisiko terkena diabetes. Karena itu, penting untuk mulai menjaga kesehatan sejak sekarang,” ujarnya.
Acara ini juga dirancang agar tetap menyenangkan dan menghibur. Sejumlah permainan interaktif bertema kesehatan turut diselenggarakan untuk menjaga antusiasme peserta sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap materi. Selain itu, penampilan puisi reflektif oleh Fajar Mauludin, salah satu peserta, menjadi elemen seni yang menyentuh sisi emosional audiens dalam menggambarkan pentingnya menjaga kesehatan di tengah tekanan kehidupan kota.
Dihadiri oleh 20 peserta, mayoritas mahasiswa, diskusi ini berlangsung dengan antusiasme tinggi. Salah seorang peserta, Aliefya Al Zahra, mengungkapkan bahwa ia mendapat banyak wawasan baru dari kegiatan ini. “Acaranya seru dan informatif. Saya jadi sadar kalau kebiasaan kecil seperti ngemil terus atau malas gerak ternyata bisa berdampak besar pada kesehatan. Sekarang saya jadi lebih ingin berubah,” katanya.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menggabungkan unsur edukatif dan hiburan dalam satu kemasan yang efektif. Acara ini bukan hanya ajang penyuluhan kesehatan, tetapi juga bukti nyata penerapan teori komunikasi dalam konteks sosial. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Langlangbuana membuktikan bahwa mereka mampu mengaktualisasikan ilmu yang dipelajari di kelas untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat.
Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menciptakan kegiatan yang berdampak positif. Di tengah kompleksitas isu kesehatan, khususnya di lingkungan urban, peran generasi muda sebagai agen perubahan gaya hidup sangat dibutuhkan demi masa depan yang lebih sehat dan berkesadaran. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.