Manuskrip Persia Seabad Lalu Ungkap 30 Ilustrasi Iblis yang Mengerikan
Tersimpan di Universitas Princeton, Naskah Kuno Ini Gambarkan Iblis Penyiksa Manusia
KEPERCAYAAN terhadap keberadaan iblis telah ada sejak zaman kuno. Seiring berkembangnya agama-agama besar di berbagai belahan dunia, keyakinan terhadap unsur mistik dan takhayul pun ikut menguat. Hal itu tercermin dalam berbagai manuskrip kuno yang memuat penggambaran makhluk-makhluk gaib, termasuk sosok iblis.
Sebuah manuskrip yang ditemukan di Isfahan, wilayah Iran tengah, memuat 56 ilustrasi mencolok tentang beragam jenis iblis. Gambar-gambar tersebut disertai teks mantra dan jampi-jampi yang diyakini mampu mengalahkan atau menangkal kekuatan jahat.
Sejarah Panjang Kepercayaan terhadap Iblis
Jauh sebelum ilmu pengetahuan modern berkembang, berbagai kebudayaan di dunia menggunakan praktik supranatural seperti mantra dan doa khusus untuk mengobati penyakit atau melindungi diri dari roh jahat. Catatan-catatan kuno ini dipercaya sebagai sarana perlindungan terhadap kekuatan gelap yang dianggap nyata.
Konsep tentang iblis dan makhluk jahat dapat ditelusuri hingga abad ke-5. Menariknya, perkembangan gambaran visual tentang makhluk supranatural justru berjalan seiring dengan tumbuhnya agama-agama besar.
Pada masa itu, kemunculan agama Kristen turut melonggarkan larangan dalam tradisi Yahudi terhadap penggambaran makhluk gaib. Komunitas Yahudi di Babilonia kemudian diyakini menciptakan ilustrasi visual iblis pertama dalam sejarah yang terdokumentasi.
Gambar-gambar tersebut dimaksudkan untuk memberi representasi nyata tentang ancaman spiritual terhadap keluarga dan jiwa manusia. Mantra penolak bala bahkan ditemukan terukir pada benda-benda rumah tangga, kemungkinan digunakan sebagai jimat pelindung.
Di Eropa abad ke-18, praktik sihir dan okultisme tetap berkembang meski Kristen telah dominan. Hal ini terlihat dari kemunculan buku-buku bergambar seperti Compendium of Demonology and Magic, yang menampilkan katalog iblis dengan ilustrasi cat air serta gambaran ritual gelap.
Di Timur Tengah, terutama saat Islam berkembang di Iran, praktik magis juga terekam dalam manuskrip kuno. Makhluk iblis diyakini sama nyatanya dengan Surga dan Neraka, sehingga keberadaan mantra dianggap penting untuk perlindungan.
Salah satu manuskrip bergambar dari Persia berjudul Kitab-i Aja’ib-i Makhluqat memuat ilustrasi makhluk-makhluk iblis beserta unsur astrologi dan sihir.

Manuskrip Persia Awal Abad ke-20
Teks yang berasal dari awal abad ke-20 ini memuat panduan tentang iblis lengkap dengan ilustrasi serta mantra untuk menangkalnya. Makhluk-makhluk yang digambarkan dikaitkan dengan tanda-tanda zodiak.
Menurut sejumlah peneliti, lukisan iblis dalam manuskrip ini diadaptasi dari teks yang lebih tua, lalu digabungkan dengan kumpulan jimat dan mantra untuk melindungi diri dari berbagai jenis iblis.
Penulis manuskrip tersebut, yang kini disimpan di Departemen Buku Langka dan Koleksi Khusus Universitas Princeton, menyebut bahwa pengetahuannya tentang makhluk-makhluk ini bersumber dari Nabi Sulaiman dalam tradisi Alkitab, yang dikenal memiliki kekuasaan atas iblis dan roh.
Diduga manuskrip ini digunakan oleh seorang ahli ramalan di Isfahan. Salah satu ilustrasi paling mengerikan memperlihatkan makhluk berbulu cokelat berkepala tujuh dengan tanduk dan tujuh mulut berbeda. Dalam gambar lain, seekor “iblis anjing” mengenakan perhiasan emas duduk berdampingan dengan ilustrasi kepiting, yang merujuk pada zodiak Cancer.
Yang paling mencolok dari ilustrasi-ilustrasi ini bukan hanya wujudnya yang menyeramkan, tetapi juga penggambaran iblis yang menyiksa manusia hidup—bahkan saat mereka tidur. Dalam salah satu gambar, sosok iblis tampak menjilat kaki seseorang yang tengah terlelap.
Selain penggambaran iblis dan kaitannya dengan astrologi, manuskrip tersebut juga memuat tulisan Arab tentang rasi bintang, kelahiran bintang, serta deskripsi tentang malaikat agung Mika’il (Michael) dan Jibra’il (Gabriel) lengkap dengan gambaran rupa mereka.
Tanggal penyusunan pada awal abad ke-20 menjadikan manuskrip ini sebagai salah satu teks mistik Islam yang relatif modern. Keberadaannya menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap sihir dan makhluk gaib masih bertahan hingga era modern, sebagaimana terjadi di banyak budaya dan agama di seluruh dunia.
Meski kini kepercayaan terhadap dunia supranatural tidak lagi dominan dalam arus utama, manuskrip seperti ini tetap memikat perhatian karena menyimpan gambaran dunia mistik yang pernah diyakini nyata. (M1-Sumber: allthatsinteresting.com)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.