METRUM
Jelajah Komunitas

Membangun Semangat Bercocok Tanam Kaum Muda

(RE)AKSI Remaja melakukan siaran episode 10 dengan tema “Pertanian Anak Muda” bersama Putri Padi Jawa Barat 2020 pada minggu, 3 Januari 2021 di Metrum Radio. Narasumber episode kali ini adalah Nida Paojiah sebagai Putri Padi Jabar 2020, dipandu host Reza Syaban dan Zulfan Mauludin.

Apa itu Putri Padi Jabar?

Reza Syaban (Dok. Reaksi Remaja).*
Zulfan Mauludin (Dok. Reaksi Remaja).*

Putri Padi Jabar yaitu kontes pemilihan duta pertanian tingkat nasional dengan tujuan duta-duta pilihan Indonesia tersebut dapat membuat program yang bermanfaat di daerahnya masing-masing serta diarahkan untuk mengembangkannya ke sejumlah kegiatan di ajang internasional dalam ranah khusus di bidang pertanian.

Pertanian tidak hanya pada ruang lingkup sekadar cangkul mencangkul dan sesuatu yang dianggap kotor saja, tetapi ada pembaruan dalam sistem pertanian yang lebih modern.

Bagaimana Nida Paojiah bisa menjadi seorang Putri Padi Jabar?

Nida Paojiyah (Dok. Reaksi Remaja).*

Pada awalnya Nida hanya melihat-lihat poster yang ada di sosial media yang memuat informasi mengenai pembukaan duta pertanian. Karena Nida berkuliah di jurusan pertanian, maka ia akhirnya mencoba mendaftar dan mengikuti ajang ini.

Pendaftaran dilakukan pada bulan Januari 2020 dan dilakukan interview via telepon, Nida dinyatakan lolos, lalu melaksanakan karantina dengan rencana awal di bulan Juli namun diundur ke bulan Agustus karena wabah pandemi covid-19.

Pelaksanaan karantina berlangsung selama tiga hari dan peserta terpilih terdiri dari 16 Putra Padi dan 16 Putri Padi. Selama karantina, para peserta melakukan berbagai kegiatan seperti unjuk bakat, pidato, tanya jawab, kritik, dan ada pemberian materi dari PNN dan duta pangan.

Bagaimana cara menumbuhkan minat anak muda untuk bertani?

Saat ini keberadaan media sosial sangat berguna untuk membewarakan berbagai informasi kepada masyarakat, maka jika ada sesuatu yang menarik bisa dikemas sedemikian rupa di berbagai platform media sosial. Lebih jauh, untuk mempengaruhinya bisa dilakukan secara online maupun offline, artinya tidak melulu harus bertatap muka langsung untuk memberikan semangat dalam bercocok tanam. Hak ini tentunya harus didukung strategi pembentukan sikap yang positif untuk menumbuhkan minat para anak muda dalam bidang pertanian.

Metode apa saja yang bisa dilakukan untuk bercocok tanam di rumah?

Metode tanaman yang disimpan di pot atau dengan media air dan teknik kultur merupakan cara yang paling umum digunakan, karena biasanya lahan yang ada di lingkungan rumah itu relatif sempit. Lahan sempit dapat ditanami tanaman jenis sayuran atau buah-buahan yang berukuran kecil. Untuk peralatannya, bisa menggunakan cangkul, sarung tangan, sekop tanah, dan lain sebagainya yang tersedia di rumah.

Bagaimana cara mendapatkan benih yang baik?

Untuk mendapat dan memilih benih atau bibit berkualitas sesuai standar, bisa membeli di toko pertanian atau mendapatkannya secara gratis dari kementerian lingkungan hidup dengan syarat memenuhi ketentuan dan tahapan untuk mendapatkannya.

Tanaman apa yang cocok untuk ditanam oleh anak muda?

Tanaman hias, seperti tanaman janda bolong, monstera, lidah mertua, dan lain sebagainya cocok untuk anak muda. Kenapa cocok untuk remaja? Karena perawatannya tidak ribet dan relatif mudah. Hanya menyiram dengan air, tanaman hias ini dapat hidup dan tumbuh memperindah ruangan. Anak muda itu biasanya suka dengan yang simpel.

Jadwal menyiram yang baik itu kapan?

Baiknya menyiram tanaman dilakukan pada pagi dan sore hari, disesuaikan dengan jenis tanamannya. Tanaman tidak boleh disiram di siang dan malam hari karena bisa merusak tanaman.

Bagaimana cara membuat dan menggunakan pupuk pada tanaman?

Pupuk buatan bisa dibuat dari jenis pupuk organik yang bahannya bisa didapatkan dari sampah makanan rumah tangga yang dapat diolah menjadi kompos atau juga dari kotoran hewan. Pembuatannya mudah dan simple, penggunaanya cocok untuk kebutuhan tanaman sehari-hari. Untuk lebih detailnya bisa dilihat di internet yang tepercaya.

Cara pengendalian hama

Jika hamanya sedikit, maka bisa gunakan cara pengendalian mekanik. Jika hamanya banyak maka gunakanlah pengendalian secara lebih lanjut, seperti dengan penggunaan pestisida alami, namun jika hama masih tidak terkendali bisa lanjut ke penggunaan pestisida kimia. Jadi, untuk pengendalian hama memang ada tahapan-tahapannya.

Bagaimana agar tanaman yang dipanen mempunyai mutu dan kualitas yang baik?

Jika pada saat panen ingin mendapatkan hasil yang bagus dan tidak banyak yang terbuang, maka harus melakukan perawatan yang baik mulai dari pembibitan, pembenihan, penyemaian bibit, penyiraman, hingga pemberian nutrisi, dan lain-lain. Karena segala sesuatu itu harus ada ukurannya agar hasil panen bisa berkualitas tinggi.

Pesan dan Harapan untuk Remaja Garut dan sekitarnya

Nida Paojiah selaku Putri Padi Jabar 2020 menyarankan untuk melihat pertanian dari cakupan yang lebih luas, karena dengan begitu kita dapat menghargai kerja keras para petani.

“Jangan lihat pertanian dari cakupan cangkul mencangkul sawah, kotor dan lain sebagainya. Pertanian itu lebih luas dari hal itu dan kalian bisa menghargai petani dengan cara terkecil yaitu habiskan makanan kalian sebab merawat tanaman sampai jadi makanan itu tidaklah gampang,” ujar Nida, memberikan pesan dan harapan untuk remaja Garut dan sekitarnya. (Sapitri Mustari)***

komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: