METRUM
Jelajah Komunitas

Mengupas Penyebab Trader Sering Loss

Oleh Deonisius Berkham*

TRADING merupakan salah satu kegiatan jual beli yang biasa dilakukan di bursa saham. Tujuan utama trading ini yaitu untuk melakukan kegiatan jual beli aset dengan waktu jangka pendek ataupun jangka panjang dengan keuntungan yang telah ditargetkan.

Pada masa pandemi ini tentu banyak sekali orang yang tersendat perekonomiannya dan juga banyak pekerja yang terkena PHK karena dampak Covid-19. Hal tersebut membuat banyak orang untuk mencari sebuah alternatif untuk bisa menemukan sumber pencaharian guna memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Tulisan ini membahas trading akan tetapi dari sisi buruk atau risikonya, karena ketika sudah memasuki dunia trading berarti uang yang digunakan untuk jual beli aset akan ditentukan oleh harga aset tersebut. Dalam dunia trading juga harga aset sangat fluktuatif sehingga sulit untuk ditebak dan risikonya tinggi namun keuntungannya pun bisa tinggi jika bisa menganalisa aset tersebut dengan baik.

Dalam dunia finansial, banyak sekali jenis-jenis trading yang harus diketahui yang pertama, trading forex yang merupakan bentu perdaganagan kurs mata uang asing dan nilai mata uang atau aset tersebut juga pada dasarnya bersifat fluktuatif. Kedua, trading saham merupakan kegiatan jual beli saham dalam kurun waktu yang telah ditentukan, dalam trading saham kalian harus bisa membuat keputusan yang tepat untuk bisa memperoleh capital gain.

Ketiga, trading binary ini merupakan jenis trading yang sangat beresiko tinggi karena biasanya sering kali trading binary ini berujung pada penipuan atau skemanya seperti judi. Keempat, trading emas ini merupakan jenis trading yang hampir sama dengan forex dan saham akan tetapi berbeda dari segi fisiknya saja. Kelima, trading cryptocurrency jenis trading yang baru dan asetnya pun tidak memiliki fisik nyata melainkan hanya dalam bentuk digital.

Setelah mengetahui tentang trading diatas dan mengetahui risiko dalam trading ini tinggi, saya akan membahas beberapa faktor yang menyebabkan para trader loss atau rugi dalam trading.

Pertama, trader tidak melakukan teknikal analisa

Teknikal Analisa atau biasa disebut TA oleh para trader, tentunya merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam dunia trading supaya tidak salah ketika membeli sebuah aset. Seperti yang seudah diketahui prinsip dari trading yaitu “high risk, high return”.

Trading merupakan kegiatan jual beli meskipun banyak orang yang berspekulasi bahwa trading itu judi. Walaupun sebetulnya dari segi makna pun sudah berbeda karena judi merupakan kegiatan yang hanya sekedar menebak, akan tetapi dalam trading harus diperlukan teknikal analisis pada aset tersebut. Biasanya trader melakukan analisis terhadap chart tersebut dengan memperhatikan dari segi trend, supply & demand dan juga pola candle tersebut. Sangat disayangkan masih banyak trader khususnya trader pemula yang melakukan trading dengan hanya menggunakan feeling tanpa bantuan dari indikator chart yang membuat para trader mengalami kerugian.

Kedua, money management yang buruk

Money Management merupakan istilah yang terpenting juga dalam trading karena money management yang akan menentukan seberapa kuat bertahan modal yang kita gunakan dalam kegiatan trading atau jual beli. Sehingga jika tidak menggunakan money management merupakan pelanggaran terbesar dalam dunia trading. Tanpa pengelolaan trading semuanya bisa menjadi hancur termasuk modal trading yang dimiliki.

Menggunakan modal yang tinggi dalam trading tidak menjamin keuntungan yang besar dan juga tidak menjamin dapat meminimalisir risiko kerugian karena jika menggunakan modal yang tinggi tapi tidak dapat mengatur money management dengan target dan kemampuan modal bisa saja merusak proses trading anda. Seperti misalnya melakukan trading dengan modal 10 juta, ketika melakukan trading anda menggunakan 10 juta itu hanya dalam sekali open posisi atau biasanya disebut dengan all in. Padahal seperti yang diketahui nilai aset sangat fluktiatif sehingga ketika nilai aset tersebut turun maka tidak bisa lagi melakukan open posisi untuk meminimalisir risiko atau melakukan averaging.

Ketiga, psikologi tidak terjaga

Menghadapi kondisi pasar uang yang selalu berubah setiap menitnya merupakan tantangan yang tidaklah mudah bagi para trader khususnya para trader pemula yang baru berkecimpung di dunia trading. Sehingga para trader dituntut untuk bisa menjaga psikologis atau emosi mereka ketika sedang memasuki pasar uang.

Menjaga emosi ketika trading merupakan menjadi suatu kewajiban yang harus diterapkan bagi para trader karena meskipun telah mempelajari berbagai macam metode strategi trading dan mempelajari mengenai money management akan tidak berguna jika tidak bisa mengendalikan emosi anda sendiri. Menurut pengalaman pribadi, jika sudah tidak bisa mengatur emosi tentu semua yang tidak seharusnya dilakukan akan dilakukan guna melakukan balas dendam supaya bisa mengembalikan modal trading yang hilang.

Terlalu sering melihat pasar uang ternyata merupakan salah satu faktor yang mengganggu psikologi juga, karena akan selalu terpancing untuk menghasilkan keuntungan lebih ketika melihat pasar uang tersebut meskipun sebenarnya anda tahu pasar bergera tidak stabil atau tidak memiliki trend yang bagus.

Tiga point di atas merupakan kesalahan trader yang sering kali terjadi terutama para trader pemula. Mempelajari teknikal analisis tujuannya supaya kita para trader bisa mengenal pergerakan market atau aset tersebut setiap detiknya, tidak hanya analisis dari segi chart tapi harus menganalisis juga dari segi fundamental aset tersebut. Kemudian mempelajari money management juga mengurangi resiko kerugian besar dalam waktu singkat, karena banyak sekali trader yang tidak melakukan money management dalam trading. Idealnya untuk melakukan open posisi pertama menggunakan 1-3% dari total modal yang dimiliki untuk melakukan trading.

Kemudian mempelajari dan mengendalikan psikologi atau emosi ketika trading juga merupakan point yang sangat penting sebab jika emosi kita tidak terjaga saat trading akan menghilangkan konsentrasi mulai dari analisa dan pengelolaan uang. Maka dari itu jika ingin melakukan trading harus dengan kondisi mental yang tenang dan kuat.

Jadi berdasarkan dari ketiga point di atas dengan mempelajari teknilal analisis, memahami fundamental dari aset, mengatur money management dengan baik, dan menjaga emosi ketika sedang melakukan trading akan meminimalisir kerugian yang besar ketika melakukan trading.***

*Penulis, Mahasiswa Stikom Bandung

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: