METRUM
Jelajah Komunitas

OpCritical Rilis “USA”, Seruan Perlawanan di Era Ketidakpastian

DI tengah situasi global yang penuh ketegangan, grup musik OpCritical memilih jalur berbeda: menyuarakan kritik lewat musik yang keras, mentah, dan penuh emosi.

Lewat single terbaru berjudul “USA” yang dirilis pada 20 Maret 2026, OpCritical menghadirkan karya yang bukan sekadar hiburan, melainkan seruan terbuka kepada publik untuk bangkit dan bertindak. Lagu ini menjadi kelanjutan dari debut mereka, “Not Alone”, yang sebelumnya viral di YouTube dengan lebih dari 600 ribu penonton serta diputar di ratusan stasiun radio di seluruh dunia.

OpCritical memposisikan diri bukan sebagai band biasa. Mereka menyebut karya-karyanya sebagai respons atas kondisi kritis Amerika dan dunia saat ini. Musik, lirik, hingga visual yang mereka sajikan digambarkan sebagai “cermin” dari ancaman besar—sebuah metafora tentang kekacauan yang bisa menghancurkan segalanya jika tidak dilawan.

Dalam “USA”, OpCritical menggambarkan realitas yang mereka anggap penuh paradoks. Liriknya menyoroti kebingungan sosial, ketakutan, hingga distorsi nilai yang dirasakan masyarakat. Namun di balik kritik tajam itu, terselip ajakan penuh harapan: untuk bangkit, melawan, dan menemukan kembali arah yang benar.

Pendekatan musikal mereka pun tidak konvensional. Lagu ini menggabungkan berbagai genre—dari rock, trap, hingga punk—dengan sentuhan vokal perempuan bernuansa melodi Timur Tengah yang unik. Perpaduan ini menciptakan atmosfer intens sekaligus memperkuat pesan utama: urgensi untuk bertindak sekarang juga.

Bagi OpCritical, pesan jauh lebih penting dibanding identitas para personelnya. Mereka sengaja menempatkan fokus pada isu, bukan figur. Tujuannya jelas—menginspirasi masyarakat untuk keluar dari zona nyaman dan melindungi hak-hak fundamental mereka.

“Warga Amerika saat ini hidup dalam kebingungan dan ketakutan akibat gejolak yang terjadi di sekitar mereka. Tapi bersama-sama, masih ada jalan untuk merebut kembali kemanusiaan dan masa depan,” menjadi garis besar pesan yang mereka gaungkan.

BACA JUGA:  Indahnya Munggah & Puasa Tempo Dulu

Tak berhenti di satu karya, OpCritical berencana terus merilis lagu dan video secara berkala sebagai respons terhadap situasi yang mereka anggap berbahaya. Bagi mereka, musik bukan sekadar ekspresi—melainkan alat perlawanan.

Di era ketika banyak karya berlomba mengejar tren, OpCritical justru memilih menjadi suara yang mengganggu—mengajak publik untuk tidak sekadar mendengar, tetapi juga bergerak. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.