METRUM
Jelajah Komunitas

Parade Baca Puisi “Pendoa yang Lupa Nama Tuhannya” Karya Nuyang Jaimee di Rooftop Pasar Gembrong Baru

JAKARTA (METRUM) – Pesyair Pulo Lasman Simanjuntak, 62 tahun, mendapat giliran pertama dalam parade baca puisi “Pendoa yang Lupa Nama Tuhannya” karya Nuyang Jaimee di Rooftop, Pasar Gembrong Baru, Jln. Jendral Basuki Rachmat, Prumpung, Jakarta Timur pada Selasa (19/12/2023) sore.

Pada kesempatan tersebut Pesyair Pulo Lasman Simanjuntak –yang sehari-harinya adalah seorang pewarta– dari komunitas sastra Kampung Seni Jakarta (KSJ) membacakan puisi berjudul “Aku Rindu Padamu” (hal 29-30).

(Foto: Dok. P.L. Simanjuntak).*

AKU RINDU PADAMU

Karya: Nuyang Jaimee

memasuki abad ini
aku rindu padamu
tanah negeriku

segala keaslianmu
hijau hutanmu
biru lautmu
gembur tanahmu

angin sejuk menyapu wajahku
sungai jernih mengalir sampai ke tepi
jalan-jalan setapak berliku
gunung megah.memaku
cakram pondasi bumiku

memasuki hari kemerdekaan ini
aku rindu padamu
tumpah darahku

segala milikmu
sejuk alammu
tenang damaimu
tegak langitmu

awan berarah teduh
daun bergoyang merayu

awan berkokok penuh semangat
ranting bernyanyi lagu pagi yang sehat

sungguh,
aku rindu padamu, Indonesiaku !

malam riuh suara jangkrik
sayap-sayap kecil menabur warna dan cahaya
di ujung cemara terbang berdendang
serupa lampion-lampion kecil menyala
dari tubuh mungil nan menakjudkan
indah rupawan menghiasi malam

rindu hatimu
yang bersih
tanpa polusi
apalagi kolusi

jantung hatiku, Indonesia
di sini aku hidup dan mati

Jakarta, 28.05.15/07.25

Pengisi acara baca puisi silaturahmi komunitas sastra tutup tahun 2023 selain Pulo Lasman Simanjuntak (KSJ), juga tampil di pentas Dyah Kencono Puspito Dewi (Sastra Reboan), Guntoro Sulung (KSJ), Sihar Ramses Simatupang (KTN), Riri Sastria dan Rissa Churria (JSM), Yogi S Karmas (KPS), Ireng Halimun (Sastra Semesta), dan Iyus Jayabumi (Kromatik).

Selanjutnya Berly Gondrong dkk. (Sanggar Ruang Condet), Badri adalah Badri (Seniman Ngopi Semeja), Narima Beryl Ivana (KSJ), Wahyu Toveng (KLB), Titieq Chemonk (Penyair Seksih), Dee Diana (Penyair Seksih), Toskir (KSJ), dan Jack Al Ghozali (KSJ).

“Acara ini merupakan salah satu pembukaan rangkaian roadshow pertama dari roadshow selanjutnya gelar baca puisi karya puisi Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya karya Nuyang Jaimee, ” jelas Nuyang Jaimee di Jakarta, Senin (18/12/2023) lalu.

Acara roadshow pertama buku kumpulan puisi Nuyang Jaimee ini dipromotori Masyarakat Penggiat Seni Indonesia (MPSI) dengan Ketuanya Mudjid Hermani dan David Karo-Karo sebagai Ketua Pelaksana.

(Foto: P.L. Simanjuntak).*

Diskusi Sastra

Setelah penampilan berturut-turut 4 lagu dari Ames Band, David Karo-Karo membawakan satu pertunjukan pentas seni (monolog) yang ‘eksentrik’ mempergunakan baju perempuan (daster) dengan judul “Opera Dangdut Negeri Acak Kadut”.

Tak kalah menarik adanya diskusi sastra di atas panggung utama Komunitas Seni Budaya Menuju Daerah Khusus Jakarta yang juga dimeriahkan dengan pementasan teater, musik, sastra, orasi budaya, rembuk komunitas Rumah Pena Sastra, dan tari dari tanah Betawi sejak Selasa (19/12/2023) sore.

Diskusi sastra –yang juga diikuti tanya jawab ini– bertemakan ” Komunitas Seni Menuju Daerah Khusus Jakarta” dengan menghadirkan tujuh nara sumber di antaranya Nanang R Supriyatin, Berly Gondrong, Riri Sastria, Sihar Ramses Simatupang, Ireng Halimun, Imam Ma’arif, dan Taufik Rahzen.

Bahkan Taufik Rahzen pada malam itu menyatakan akan membentuk Dewan Kesenian Ancol (DKA) asalkan sudah ada tanda tangan 40 orang dari berbagai komunitas sastra.

Sebelumnya di panggung utama pada kesempatan itu Mudjid Hermani mengatakan MPSI bertujuan untuk memberikan kesejahteraan bagi penggiat seni atau pekerja seni.

“Harus ada Perda pemajuan kebudayaan.Komunitas seni di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya bertekad di Jakarta kita bisa rumuskan rekomendasikan tiga hal segera dilaksanakan agenda tahun 2024 Perda Kemajuan Kebudayaan,” katanya.

Pembacaan puisi diselingi juga dengan acara penyerahan buku “Pendoa yang Lupa Nama Tuhannya” oleh penulisnya Nuyang Jaimee kepada Ketua MPSI Mudjid Hermani.

Peluncuran dan bedah Buku antologi puisi tunggal karya Penyair Perempuan Indonesia Nuyang Jaimee telah diluncurkan awal Desember 2023 di Pusat Dokumentasi Sastra HB.Jassin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta dengan pembahas Prof.Dr.Wahyu Wibowo dan Tatan Daniel.

Buku kumpulan puisi PENDOA YANG LUPA NAMA TUHANNYA karya Nuyang Jaimee diterbitkan oleh Teras Budaya Jakarta (TBJ), cetakan pertama November 2023, setebal 76 halaman dengan editor Nanang R Supriyatin.

Pergelaran seni budaya berbasis komunitas Provinsi DKI Jakarta tahun 2023, roadshow gelar musik dan baca puisi “Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya” dimulai sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Acara seni dan budaya ini juga merupakan silaturahmi komunitas tutup Tahun 2023 diselenggarakan Masyarakat Penggiat Seni Indonesia (MPSI) dan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI, serta didukung sejumlah komunitas sastra yang ada di wilayah Jabodetabek. (Lasman Simanjuntak)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.