Pas One 86 Keluar sebagai Juara, Turnamen Badminton Alumni Se-Kawasan Majalaya Berlangsung Dua Bulan
KABUPATEN BANDUNG (METRUM) – Penantian selama dua bulan akhirnya terbayar. Tim Pas One 86 keluar sebagai juara pertama turnamen Badminton 3 on 3 Piala Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, SH., yang mempertemukan para alumni SMP dari sejumlah kecamatan.
Partai final sekaligus penutupan turnamen berlangsung di GOR Majasetra, Majalaya, Minggu (12/7/2026). Kompetisi tersebut diikuti alumni SMP dari Kecamatan Majalaya, Paseh, Ibun, Solokanjeruk, Ciparay, hingga Pacet.
Pas One 86 berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp7,5 juta ditambah dukungan hadiah dari komite sekolah. Sementara tim yang menempati posisi kedua dan ketiga juga memperoleh hadiah uang tunai.
Ketua panitia, Petty, mengatakan turnamen tersebut tidak semata-mata mengejar gelar juara. Ajang olahraga tersebut menjadi ruang bagi para alumni untuk kembali berkumpul dan menjaga hubungan persahabatan di tengah kesibukan masing-masing.
“Semua menang karena mampu meluangkan waktu di tengah kesibukan,” ujar Petty.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam turnamen kali ini adalah keterlibatan peserta perempuan. Menurut Petty, kehadiran atlet perempuan membuat kompetisi semakin berwarna sekaligus menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang silaturahmi lintas generasi dan gender.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para wasit yang telah memimpin pertandingan selama kompetisi berlangsung.
Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, mengapresiasi semangat para peserta yang mampu mempertahankan energi kompetitif selama turnamen digelar.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk semangat juang yang luar biasa,” kata Renie.
Renie mengingatkan peserta agar kemenangan tidak membuat seseorang kehilangan sikap rendah hati. Sebaliknya, peserta yang belum berhasil meraih juara diminta tetap menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.
“Yang menang tetap rendah hati, sementara yang kalah tetap berbesar hati,” ujarnya.
Menurut Renie, turnamen tersebut memiliki nilai lebih dari sekadar pertandingan olahraga. Di usia yang tidak lagi muda, para alumni tetap menunjukkan semangat berolahraga sekaligus menjaga persahabatan.
“Semangatnya luar biasa. Di usia yang sudah tidak muda lagi, keringat boleh jatuh di lapangan, tetapi persahabatan jangan jatuh di jalan,” tutur Renie.
Renie juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolsek Majalaya beserta jajaran yang turut membantu menjaga kelancaran lalu lintas selama turnamen berlangsung.
Selama dua bulan pelaksanaan, arus lalu lintas di sekitar lokasi pertandingan sempat menghadapi kepadatan, terutama pada akhir pekan. Namun, berkat pengaturan petugas, lalu lintas tetap dapat berjalan.
Turnamen Badminton 3 on 3 tersebut akhirnya bukan hanya menghasilkan juara, tetapi juga meninggalkan pesan bahwa olahraga mampu menjadi jembatan untuk mempererat kembali persahabatan para alumni setelah puluhan tahun menjalani kesibukan masing-masing. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.