METRUM
Jelajah Komunitas

Penyebaran Nilai-Nilai Keberagamaan Melalui Siaran Radio

PERKEMBANGAN teknologi dan dunia digital secara keseluruhan mempengaruhi trend media massa di dunia. Kini ada banyak teknologi terbaru, untuk masyarakat menikmati berbagai informasi dengan berbagai sajian yang jauh lebih menarik.

Media konvensional mau tidak mau harus melakukan transformasi ke media baru. Dalam melakukan transformasi, semua bentuk media komunikasi hadir dan berkembang bersama dalam sistem yang adaptif dan komplek, yang terus meluas. Begitu muncul dan berkembang setiap bentuk baru, dalam kurun waktu dan tingkat, memengaruhi bentuk yang lain. Kehadiran teknologi digital memengaruhi bentuk-bentuk baru dunia jurnalisme. 

Host Inneke Arfahira (tengah), narasumber Mela Rusnika (kiri) dan Anisa (operator) di Talkshow Budaya dalam Keberagamaan, Minggu, 8 Desember 2019 di Metrum Radio (Dok. Metrum).*

Konvergensi media merupakan salah satu perkembangan media massa yang melibatkan banyak faktor teknologi di dalamnya. Kehadiran internet mendorong media massa menerapkan konsep konvergensi media seperti media online, e-paper, e-books, radio streaming, media sosial, dan lain-lain.

Hadirnya media digital menawarkan produktivitas, efisiensi, kecepatan dan lintas batas.  Perangkat komunikasi teks, audio dan visual yang sebelumnya terpisah kini berpadu dan konvergen kedalam satu platform media baru. Semuanya didukung oleh jaringan global Internet, dimana media massa, komputer dan jaringan telekomunikasi saling berintegrasi.

Laptop, PC dan smartphone menjadi salah-satu kebutuhan komunikasi dan informasi bagi masyarakat. Bahkan smartphone, menjadi barang yang sangat dibutuhkan tiap orang pada saat ini untuk “berselancar” mencari berbagai kebutuhan. Mulai dari kepentingan keilmuan, pendidikan, agama, politik, informasi dan hiburan, hingga belanja. Berkat alat ini, “dunia serasa dalam genggaman”.

Lebih jauh, media digital pun sangat membantu dalam menyebarluaskan informasi dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, mulai tahun 2019, Jurusan Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) mengadakan Praktek Profesi Mahasiswa (PPM) di Metrum Radio, sebuah radio streaming berbasis web dan aplikasi di handphone.

Meski  SAA merupakan jurusan yang identik dengan teologi, lewat kegiatan PPM di di Metrum Radio, tujuan untuk membewarakan dan menyebarkan informasi teologi dan studi agama yang berkaitan dengan keberagamaan, yakni menyebarkan nilai-nilai keberagamaan, menyuarakan multikulturalisme, dan keharmonisan serta kerukunan melalui media massa bakal lebih efektif dan efisien diterima oleh khalayak.

PPM ini dilaksanakan di Metrum Radio yang berlokasi di Perumahan Green Hills Residence, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung. Dan dilaksanakan pada Jumat (1/11/2019) sampai Minggu (22/12/2019). Tim Metrum Radio dan peserta PPM menyetujui kegiatan ini diselenggarakan satu minggu 2 kali, lebih tepatnya setiap hari Jumat dan Minggu.

Peserta PPM mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan jurnalistik dan media baru, khususnya web dan  radio streaming. Tidak hanya sebagai host atau dilatih public speaking saja, pelatihan lainnya seperti pengoperasian mixer, pengeditan audio (lagu dan podcast), pengoperasian kamera untuk live streaming, penyusunan proposal program siaran, dasar-dasar desain, serta teknik pembuatan berita dan penulisan artikel pun diajarkan saat pelaksanaan PPM ini. Ketika peserta PPM mengalami kendala untuk hadir ke studio Metrum Radio, maka akan diberi tugas berupa tag lagu, resume program talkshow siaran, dan edit audio podcast.

“Walaupun PPM di Metrum Radio paling berbeda dari PPM yang diselenggarakan sebelum-sebelumnya, tapi PPM di Metrum Radio ini sangat menarik dan cukup membuat pengalaman bertambah. Semua ilmu dan praktek yang didapat dari Metrum Radio membuat kita menjadi saling mengetahui kurang lebih bakat kita masing-masing,” ungkap Inneke sebagai peserta PPM di Metrum Radio.

Peserta PPM lainnya Anisa Risdayanti menambahkan, bahwa selain punya kesempatan untuk menyebarkan nilai-nilai keberagamaan, kita juga mendapatkan bonus ilmu broadcast. Jadi selain pengalaman, skill juga ikut bertambah.

Setelah satu bulan mendapat pelatihan, peserta PPM membuat program siaran sendiri yang berhubungan dengan jurusan Studi Agama-Agama. Teknis pembuatan program siaran tersebut, satu minggu sebelum siaran, proposal program siaran yang bertemakan penyebaran nilai-nilai keberagamaan mulai disusun.  Syaratnya tidak membawa unsur SARA di dalamnya.

Program siaran tersebut diadakan 2 kali (1 kali seminggu) untuk mengetahui perbandingan seberapa banyak pendengar siaran tersebut di tiap minggunya. Pembuatan desain pamflet sebagai alat bewara program acara yang disebarkan di media sosial dan jejaring sosial cukup berperan penting untuk menarik perhatian banyak orang mendengarkan program acara ini. Maka pembuatan pamflet dilakukan maksimal 2 hari sebelum siaran, disetujui, dan disebarkan melalui instagram, facebook, twitter, website, telegram, dan whatsapp resmi Metrum Radio. Selain itu juga di grup-grup jurusan Studi Agama-Agama, serta sosial media pribadi peserta PPM.

Siaran pertama talkshow berjudul “Pluralisme di Indonesia” bersama narasumber Anisa Eka Putri dari YIPC (Youth Interfaith Peace Community) yang kebetulan juga alumni jurusan Studi Agama-Agama UIN SGD. Dalam bincang-bincang ini, peserta PPM semua berperan dalam siaran. Anisa Risdayanti sebagai host, Inneke Arfahira sebagai operator mixer, Safira Arsyadin Hapsari sebagai editor video, desain grafis, dan kameramen, Rani Nur Fatimah sebagai operator live streaming, dan Joviena Alifia Arfah sebagai editor audio (podcast).

Siaran kedua berjudul Budaya dalam Keberagamaan bersama narasumber dari Aktivis Perdamaian yang juga merupakan alumni jurusan Studi Agama-Agama yaitu Mela Rusnika. Peserta PPM berperan dalam siaran. Inneke Arfahira sebagai host, Anisa Risdayanti sebagai operator mixer, Safira Arsyadin Hapsari sebagai editor video, desain grafis, dan kameramen, Joviena Alifia Arfah sebagai operator live streaming, dan Rani Nur Fatimah sebagai editor audio (podcast).

Dalam pelaksanaan Praktek Profesi Mahasiswa ini, peserta PPM kelompok 10 yang terdiri dari 5 orang yaitu Anisa Risdayanti, Inneke Arfahira, Joviena Alifia Arfah, Rani Nur Fatimah, dan Safira Arsyadin Hapsari, dibantu Tim Metrum Radio.

“Berkesan dan sangat bermanfaat, terutama aku yang dulu pernah mau masuk SMK multimedia. Selain dapat pengetahuan baru, kita juga bisa merasakan langsung bagaimana cara mempraktekan alat-alat multimedia dan radio. Serta kita juga dapat pengalaman baru dan skill baru yang bisa dijadikan sebagai salah satu profesi kita buat ke depannya untuk dikembangkan,” ujar Joviena, salah-satu peserta PPM. (Safira Arsyadin Hapsari)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: