Perjalananku Bersama Forkom Bandung Raya
Keberadaanku di Forkom Bandung Raya
Sejak terbentuknya forum tersebut, selama ini saya berperan selain sebagai admin dan kesekretariatan, hanya bertugas sebagai tim pelaksana berbagai kegiatan yang digelar, baik yang diselenggarakan oleh forum ataupun kerja sama dengan pihak lain.

Saya tidak pernah ikut bersepeda dalam setiap gerakan yang di dalamnya ada kegiatan bersepeda bersama, paling banter saya hanya sebagai koordinator komunitas dan petugas registasi peserta saja, karena memang saya sudah berkomitmen bahwa saya tidak akan melakukan bersepeda bersama-sama lagi dan hanya fokus bersepeda sendiri terutama sejak adanya pandemi.
Selain tidak lagi mengikuti atau menjadi peserta kegiatan, sejak tahun 2018 hingga sekarang, sepeda dijadikan sebagai moda transportasi, bersepeda sendiri sambil mengampanyekan gerakan #biketokamanawae.
Selebihnya, beberapa kali ikut audiensi, menghadiri undangan kegiatan komunitas sebagai perwakilan forum, menghadiri berbagai pertemuan, dan yang utama adalah memandu kegiatan talk show radio terkait dunia sepeda bertajuk “Republik Boseh” di Metrum Radio sejak awal tahun 2020.
Sayangnya selain alasan teknis, program ini sering tersendat atau terhenti sejak adanya pendemi, meskipun konsep siarannya diubah yang awalnya on air menjadi off air melalui tapping atau rekaman audio untuk mencegah terjadinya interaksi pertemuan tatap muka langsung. Apalagi di penghujung tahun 2020 dan awal tahun baru 2021 saya menjadi penyitas Covid-19.
Tahun 2021, kegiatan Forkom Bandung Raya makin beragam, anggota forum pun semakin banyak yang bergabung, terakhir saya mencatat hampir mencapai 300 komunitas pesepeda. Banyak pula bermunculan sosok-sosok kreatif yang kemudian forum bersepakat untuk membentuk tim gerak, selain tim teknis yang sudah ada.
Tim gerak terdiri dari tim teknis dan beberapa perwakilan dari beberapa komunitas yang ditugaskan untuk menjadi koordinator berbagai program kegiatan. Admin dan Tim Teknis tetap sebagai pengelola program, kesekretariatan, logistik, marketing, desain, pemberitaan, publikasi, dokumentasi, teknologi, dan konten di media sosial.
Yang lainnya, dipercaya untuk menjadi koordinator masing-masing kegiatan, seperti Pelajar Nyasab, Wisata Bersepeda, Jumat Bike dan Berbagi, Bandung NR-keun atau sekarang bernama Bandung Kikiceupan, dan pembuatan buku kumpulan tulisan terkait dunia sepeda bertajuk “Satu Sepeda Berjuta Cerita”. Dalam program pembuatan buku ini, saya juga dilibatkan menjadi tim membantu Budiman dari Komunitas Sepeda Turing Indonesia (Komseti) selaku koordinator.
Namun dalam perjalananya, efektivitas dan semangat saya berkegiatan semakin lama semakin menurun seiring bertambahnya usia, persoalan fisik dan kesehatan serta persoalan lainnya. Hingga pada awal Oktober 2021, saya memutuskan untuk berhenti berkegiatan bersama forum ataupun komunitas.
Selanjutnya kampanye-kampanye gerakan ke-bike-an dilakukan melalui tulisan di beberapa platform media berbasis digital, yaitu kanal Beib di Metrum dan Blog di Kompasiana, serta melalui tulisan caption-caption di berbagai media sosial.
Setelah itu, saya keluar dari seluruh WAG komunitas bersepeda, hal ini dilakukan tanpa bermaksud memutus komunikasi tapi lebih untuk mengurangi hambatan konsentrasi saat tengah menulis.
Berat memang, dan banyak teman-teman menyayangkan keputusanku tersebut. Cukup sedih juga meninggalkan sebuah forum gerakan yang telah membuat aktivitas saya di dunia bersepeda lebih bersemangat dan semakin menambah wawasan serta kreativitas, meskipun selalu dihadapi dengan beragam dinamika.
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.