Permainan Tradisional Anak Kini Mulai Ditinggalkan
PERMAINAN tradisional kini mulai ditinggalkan oleh anak-anak. Di zaman sekarang anak-anak lebih asyik bermain game di gadget ataupun komputer. Dulu sebelum adanya gadget permainan tradisional sangat seru untuk dimainkan. Perkembangan teknologi yang pesat, juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan permainan sederhana tersebut tak lagi menjadi permainan favorit anak zaman sekarang. Inilah beberapa permainan yang populer atau sering dimainkan anak-anak zaman old:

Petak umpet
Permainan petak umpet dulu sering dimainkan oleh anak-anak. Permainan ini sangat seru jika dimainkan secara ramai-ramai, permainan ini sangat gampang dimainkan. Satu orang menutup mata dan berhitung, lalu yang lainnya bersembunyi. Tugas yang menutup mata adalah mencari orang yang bersembunyi, jangan sampai benteng pertahananmu dikuasai, jika dikuasai oleh orang lain maka dinyatakan kalah.
Enggrang
Permainan ini dimainkan dengan cara berjalan di atas bambu atau biasa disebut galah. Permainan ini sangat memerlukan keseimbangan tubuh agar bisa berdiri di atas bambu. Jika sudah bisa berdiri di atas enggrang artinya anda sudah jago memainkan alat ini
Lompat tali
Permainan ini bisa dimainkan minimal oleh 3-4 orang. Yang dua orang memegang tali dari masing-masing ujungnya, lalu yang lainnya melompati setiap rintangan di dalam permainan tali tersebut.
Kelereng

Permainan kelereng ini sangat populer di kalangan anak laki-laki. Aturan mainnya, kelereng dikumpulkan di satu lingkaran, lalu 1 pemain memencarkan kelereng yang ada dalam lingkaran tersebut. Permainan ini sangat membutuhkan fokus mata, agar kelereng yang menjadi pegangan tidak berhenti di dalam lingkarang, jika satu kelereng yang menjadi pegangan berhenti di dalam lingkaran dan gagal memencarkan itu dinyatakan kalah.
Itu beberapa permainan tradisional yang sangat populer di zamannya, sebenarnya masih banyak permainan tradisional lainnya, apalagi di Indonesia setiap daerah pasti mempunyai permainan tradisionalnya masing-masing.
Di zaman sekarang yang serba modern, permainan tradisional mulai jarang dimainkan anak-anak. Semoga kita sebagai generasi penerus bangsa masih bisa terus melestarikan dan mengajarkan permainan tradisional kepada anak-anak di keluarga dan lingkungan sekitar kita, salah-satu caranya dengan dilombakan pada acara 17 Agustusan di setiap tahun. (Rizvi Adam Nurmansyah/JT)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.