METRUM
Jelajah Komunitas

PSBB dan GBB, Dua Komunitas Pesepeda Besar yang Selalu Menginspirasi!

BANDUNG sebagai kota kreatif dengan intensitas kegiatan bersepedanya yang cukup tinggi sehingga menumbuh-suburkan komunitas pesepeda. Selain lebih unik dan kreatif, komunitas pesepeda di Bandung juga kerap menjadi barometer atau inspirator gerakan ke-bike-an bagi kota dan daerah lainnya di Indonesia.

Sejak belasan tahun lalu, bermunculan nama-nama komunitas pesepeda di kota yang dikeliling surganya trek sepeda ini. Terbentuk berdasarkan jenis atau merk, kesamaan hobi, gender, dan sebagainya. Meski lebih banyak berbasis hobi dan rekreasi, tapi ada beberapa yang berbasis gerakan.

Dari ribuan komunitas pesepeda yang ada di Bandung Raya, ada dua nama yang cukup besar dan memiliki jumlah anggota yang banyak, bahkan mendekati seribu lebih. Berbeda genre sepeda tapi keduanya lahir di tanggal dan bulan yang sama, yaitu 31 Januari, hanya tahunnya saja yang terpaut cukup jauh yaitu 11 tahun.

Keduanya juga sudah tergabung dalam wadah Forum Komunikasi Komunitas Pesepeda se-Bandung Raya (Forkom Bandung Raya), bahkan beberapa aggotanya aktif di dalamnya sebagai tim gerak forkom Bandung Raya, komunitasnya bernama PSBB dan GBB.

Paguyuban Sapedah Baheula Bandung (PSBB)

Konvoi Bandung Lautan Onthel IV 2016 (Foto: Dok. PSBB).*

Paguyuban Sapedah Baheula Bandung (PSBB), lahir pada tahun 2005, merupakan komunitas pesepeda yang legendaris dengan jenis sepeda vintage nan klasik yaitu onthel yang memiliki nilai sejarah seiring perjalanan bangsa sejak era kepahlawanan melawan penjajah.

Meski didominasi oleh pesepeda kalangan orang tua, tapi tak sedikit anggotanya dari kalangan anak muda, mereka berbaur tanpa merasa terbatasi oleh perbedaan usia. Begitupula dengan kaum hawa, banyak yang menjadi anggotanya. PSBB mengistilahkan pesepeda onthel perempuan tersebut dengan sebutan Onthelis Geulis atau Onthelista.

Dengan jargon semangat Baheula Ayeuna Baraya Salawasna, selama perjalanan hingga saat ini memasuki usia ke-17, berbagai kegiatan sudah dilaksanakan PSBB. Saat gowes, mereka memiliki keunikan tersendiri, dimana dalam setiap konvoi bersepeda selalu menggunakan atribut khas masa lalu, seperti seragam Tentara Nasional Indonesia (TNI), pakaian tradisional/daerah, pakaian kaum bangsawan, bergaya british, dan sebagainya.

Tak hanya pakaian, juga atribut yang mereka kenakan, seperti tanda jasa dan senjata, mereka biasanya adalah para veteran atau para purnawirawan. Ada yang membawa benda-benda zaman dulu, seperti tas, alarm atau radio model klasik, ada juga yang dihiasi dengan rangkaian bunga terutama para onthel geulis yang beberapa berpakaian ala noni-noni Belanda.

Setiap akhir pekan berkumpul di taman Balai Kota atau depan Gedung Merdeka, kegiatan rutin yang selalu diadakan di antaranya adalah konvoi dalam rangka hari jadi Bandung Lautan Api, Hari Kemerdekaan, Hari Veteran dan Hari Pahlawan. Event besar skala nasional yang pernah digelar adalah Bandung Lautan Onthel (BLO).

BLO bahkan merupakan event bertaraf International, karena selalu menghadirkan para pegiat atau tokoh-tokoh onthel dari berbagai belahan dunia, khususnya dari Eropa. Sayangnya, tahun 2020 BLO ke-V, urung dilaksanakan karena adanya pandemi Covid-19.

Dalam memperingati hari jadi yang bertema D17AGA NEPI KA JAGA tahun ini, PSBB tidak melakukan kegiatan konvoi seperti biasanya, mereka isi dengan menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) yang ke-VI dalam rangka pemilihan ketua atau residen yang baru. Acara dilaksanakan pada Minggu (30/1/2022) di Aula Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Jalan Lembong, Kota Bandung. Dihadiri terbatas hanya sekitar 200an peserta saja.

Hasilnya, terpilih Indra Wikarna yang akrab dipanggil Mang Odink sebagai Ketua PSBB atau istilah mereka Residen untuk masa bakti 2022-2025. Pada saat itu juga dilakukan Serah Terima Jabatan (sertijab) dari ketua peridode sebelumnya, Wahab Romli, disaksikan tokoh dan mantan ketua terdahulu, Aboy Johari.

Semoga Mang Odink, mampu mengemban tugas dengan baik, dan bisa membawa PSBB ke depan lebih maju, lebih guyub dan terus meramaikan khazanah dunia sepeda di Bandung Raya khususnya.

Gowes Baraya Bandung (GBB)

GBB, Together We Stand (Foto: Dok. GBB).*

Komunitas pesepeda Gowes Baraya Bandung (GBB) memiliki jargon Sagowes Sajuta Baraya. GBB hadir menjadi komunitas pesepeda yang bisa mengakomodir pegiat sepeda dari berbagai wilayah se-Bandung Raya,  

Hal tersebut karena anggotanya cukup banyak dan tersebar di seputaran Bandung Raya. Sampai saat ini tercatat sebanyak 830 anggota, sehingga GBB tebagi menjadi 4 koordinator wilayah (korwil), yaitu Bandung Tengah (Banteng), Bandung Timur (Bantim), Bandung Selatan (Bansel), dan Bandung Barat  & Cimahi (BBC)

Setiap korwil ada koordinatornya dan masing-masing mempunyai kegiatan rutin di setiap akhir pekan, dengan tetap pemegang komando adalah Ketua Umum GBB yang saat ini dijabat Angga Permana Nugraha alias Cabellita untuk ketiga kalinya. Sebutan bagi anggotanya yang perempuan adalah Srikandi GBB. Mereka semua akan berbaur manakala ada gelaran kegiatan-kegiatan besar yang melibatkan semua korwil.

Tak hanya itu, para anggota yang didominasi usia dewasa dan pegiat MTB ini pun dibagi dalam beberapa divisi sesuai bakat, minat, dan kesukaannya untuk prestise atau prestasi, yakni Divisi Touring, terakhir Tour de Celebes (Sulawesi).  Divisi Bikecamp, masih di sekitar destinasi Jawa Barat. Divisi Downhill, telah melahirkan seorang atlit downhill, Azka dari korwil BBC. Divisi Advanture, telah melahirkan 3 atlit belia.

GBB, awalnya hadir sebagai komunitas pesepeda hobi dan rekreasi. Seiring perjalanan, seringnya berbaur dan berkolabarasi dengan berbagai pihak, kini GBB berkembang sebagai komunitas gerakan baik budaya disiplin maupun aksi lingkungan.

Maka tek heran, jika sekarang GBB menjadi salah satu komunitas pesepeda inspirator, bahkan sukses dipercaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mengelola salah satu lahan kritis di wilayah timur Kota Bandung menjadi lahan garapan, lingkungan lestari dan bernilai ekonomis.

Lahan yang kini menjadi area penghijauan, pengairan, rekreasi, dan aktivitas outdoor tersebut dinamakan Bukit Mbah Celeng. Beberapa kegiatan besar GBB dilaksanakan disini. Selain itu, sukses juga menjadi komunitas pesepeda pionir dalam melaksanakan program pembuatan lajur sepeda pop up berbasis komunitas.

Memasuki usianya yang ke-6, tahun ini kegiatan dalam rangka hari jadi GBB bertemakan “Together We Stand”, artinya berdiri bersama sama dalam hal kebaikan, mengajak masyarakat bersepeda, atau melakukan sesuatu yang bike dengan berkolaborasi, tidak sendirian, tidak masing-masing, bekerja sama untuk pencapaian dan percepatan hasilnya. 

Puncak acara akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti bersepeda bersama, diskusi, dan berbagai acara menarik lainnya dan rencananya akan dilaksanakan pada Minggu (27/2) di grand floor gedung Pullman International Convention Center, Jalan Diponogoro, Kota Bandung.

Di GBB, selain Angga, ada lagi satu sosok yang dianggap menjadi ujung tombak perjalanan komunitas ini dari awal hingga sekarang, yaitu Rannu Kaznu (RK). Di usianya yang hampir mendekati kepala 6, beliau tak hanya sekedar sebagai sesepuh, tapi aktif sebagai penggerak kegiatan dengan penuh semangat dan dedikasi.

Dirgahayu PSBB dan GBB, semoga kedepan makin semangat, esksis, sukses, jaya, guyub, dan selalu menginspirasi. Salam sehat, semangat, dan tetap waspada, selalu menerapkan protokol kesehatan, tetap bersepeda dengan bijak, tertib, dan beretika. Semoga pandemi segera sirna.

Salam boseh dan go green! (Cucu Hambali, Bersepeda itu Baik)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.