METRUM
Jelajah Komunitas

Riset: Suntikan Penguat Tingkatkan Perlindungan terhadap Omicron

PUSAT Pencegahan dan Pengendalian Penyakit CDC mengatakan mereka memiliki bukti bahwa vaksin COVID-19 dapat melawan varian omicron.

Dilansir dari VOA, mengutip tiga penelitian, CDC mengatakan vaksin tampak bekerja sangat baik terutama pada mereka yang telah mendapat suntikan penguat atau booster. Penelitian-penelitian di Amerika ini adalah yang pertama yang mengkaji keefektifan vaksin terhadap varian omicron.

Satu penelitian mengklaim temuan bahwa vaksin efektif dalam menurunkan jumlah pasien rawat inap dan kunjungan ke pusat layanan darurat setelah tiga dosis Pfizer atau Moderna.

Penelitian itu mengatakan tiga vaksinasi 90 persen efektif mencegah rawat inap ketika varian delta dan omicron merajalela. Ditambahkan, vaksinasi juga membuat kunjungan ke pusat layanan darurat turun dari 94 persen ketika delta merebak, menjadi 82 persen ketika gelombang omicron tiba.

Apoteker CVS Gerard Diebner menyiapkan vaksin COVID-19 untuk penghuni panti jompo di Harlem Center for Nursing and Rehabilitation, fasilitas panti jompo, pada 15 Januari 2021, di New York. (Foto: AP)
Apoteker CVS Gerard Diebner menyiapkan vaksin COVID-19 untuk penghuni panti jompo di Harlem Center for Nursing and Rehabilitation, fasilitas panti jompo, pada 15 Januari 2021, di New York (Foto: AP).*

Penelitian lain memfokuskan pada angka kematian, dan mendapati bahwa mereka yang telah menerima suntikan penguat memiliki perlindungan terbaik terhadap varian delta dan omicron.

Penelitian ketiga mengkaji mereka yang telah divaksinasi dan kemudian terjangkit COVID-19. Penelitian ini mengklaim tiga vaksinasi Pfizer atau Moderna 67 persen efektif melawan kasus omicron tanpa gejala atau asimtomatik, dibandingkan orang-orang yang tidak divaksinasi.

Dua penelitian mendapati seiring perjalanan waktu, perlindungan yang diberikan vaksin menurun dengan tingkat yang beragam.

“Jika Anda memenuhi syarat untuk booster dan belum mendapatkannya, Anda tidak up-to-date dan perlu mendapatkan booster,” ujar Direktur CDC Dr. Rochelle Walensky dalam penjelasan di Gedung Putih pada Jumat (21/1).

Ketika memberi penjelasan itu Walensky mengatakan jumlah rata-rata kasus omicron turun 5 persen secara nasional, namun sebagian besar daerah justru mulai melonjak. Ia menunjukkan adanya sekitar 744.600 kasus per hari rata-rata dalam tujuh hari.

Ia memperingatkan bahwa peningkatan kasus kemungkinan masih akan terjadi di beberapa bagian Amerika. (M1-VOA/em/pp)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.