METRUM
Jelajah Komunitas

Sambut HJKB 216, Pemkot Bandung Gelar Nikah Massal Gratis di MPP: “Pasangan Tinggal Datang”

KOTA BANDUNG (METRUM) – Perayaan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB) tahun ini terasa berbeda lewat gelaran Nikah Massal Gratis untuk 10 pasangan terpilih. Tak sekadar memfasilitasi proses hukum dan agama, Pemerintah Kota Bandung menanggung seluruh kebutuhan pengantin, mulai dari kelengkapan dokumen, busana, hingga mas kawin.

Agenda ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 23 September 2026, mulai pukul 07.30 WIB di Balai Nikah Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung, Jalan Cianjur No. 34. Detail mengenai program tersebut diulas dalam talkshow Sonata Talkshow bersama PR FM bertajuk “Cinta Dalam Semangat HJKB: Nikah Massal untuk Warga Kota Bandung” pada Selasa (22/9/2026).

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, Yusuf Hidayat, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bentuk inovasi pelayanan publik di luar urusan perizinan rutin.

“Program ini merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada warga masyarakat. Kita memberikan pelayanan dan juga menyediakan tempat untuk pelaksanaan nikah melalui Balai Nikah yang ada di DPMPTSP,” ujar Yusuf.

Program yang memasuki gelaran kedua ini menetapkan seleksi ketat bagi para peserta, terutama menyangkut kelengkapan administrasi dan status hukum calon pengantin.

“Kita melihat dari sisi administrasinya, termasuk memastikan mereka memang belum menikah. Karena ada juga pasangan yang salah satunya berasal dari luar Bandung, sehingga perlu kita koordinasikan dengan pihak terkait,” jelas Yusuf.

Pada kesempatan yang sama, Jabatan Fungsional Penata Perizinan DPMPTSP Kota Bandung, Wahyu N., menegaskan bahwa pelaksanaan akad nikah tetap mengikuti syariat dan aturan KUA secara individual untuk tiap pasangan.

“Karena nikah massal itu pesertanya banyak, bukan berarti rukun-rukun nikahnya disatukan. Tetap masing-masing pasangan melaksanakan akadnya dan dipandu oleh KUA,” tegas Wahyu.

BACA JUGA:  Resmi! Kinerja DPMPTSP Kota Bandung Terbaik di Jawa Barat

Fasilitas yang disediakan panitia pun terbilang lengkap, sehingga peserta tidak perlu mengeluarkan biaya untuk kebutuhan dasar pesta pernikahan.

“Pasangan itu tinggal datang saja. Mas kawin, pakaian dan kebutuhan lainnya kita siapkan, termasuk untuk pre-wedding atau pemotretan,” ungkap Wahyu.

Prosesi ini terwujud atas kolaborasi erat antara DPMPTSP, Kementerian Agama, dan KUA setempat.

“DPMPTSP memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan pelaksanaan pernikahan, sedangkan untuk proses pernikahannya kita tetap berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan KUA,” tutur Yusuf.

Pemilihan MPP sebagai lokasi acara juga mempertegas konsep pelayanan terpadu yang diusung Pemkot Bandung.

“Di Mal Pelayanan Publik itu ada layanan Kementerian Agama, termasuk Balai Nikah yang bisa dimanfaatkan. Jadi ini memang mendukung pelayanan yang lebih mudah bagi masyarakat,” terang Wahyu.

Selain prosesi sakral yang rencananya disaksikan langsung oleh Wali Kota Bandung, acara ini akan dimeriahkan dengan sajian seni dan hiburan khas HJKB ke-216. Di luar program nikah massal, DPMPTSP juga terus menggenjot investasi daerah melalui rangkaian Trilogi Investasi, yakni Bandung Investment Forum, Investor Day, dan Bandung Investor Summit. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.