METRUM
Jelajah Komunitas

Seixas Effect: Remaja 19 Tahun yang Siap Gantikan Era Pogacar dan Vingegaard

PEMBALAP muda Prancis, Paul Seixas, langsung mencuri perhatian dunia balap sepeda pada musim debut profesionalnya tahun 2026 bersama tim Decathlon. Di usia baru 19 tahun, Seixas tampil tanpa gentar menghadapi para rider elite yang sudah lama mendominasi lintasan internasional.

Debut sensasionalnya dimulai di ajang klasik bergengsi Strade Bianche 2026 di Italia. Dalam lomba yang dimenangi oleh pembalap nomor satu dunia Tadej Pogacar, Seixas justru tampil mengejutkan dengan finis di posisi kedua. Hasil ini bukan sekadar podium, melainkan rekor baru sebagai pembalap termuda yang mampu menembus tiga besar di ajang tersebut.

Tak berhenti di sana, Seixas melanjutkan gebrakannya di ajang World Tour pertamanya, Itzulia Basque Country 2026 di Spanyol. Menghadapi nama-nama besar seperti Primoz Roglic, Isaac del Toro, dan Florian Lipowitz, ia justru tampil dominan.

Dalam lomba sepanjang 809 km yang terbagi dalam enam etape itu, Seixas menunjukkan kapasitasnya sebagai pembalap komplet—kuat di tanjakan, tangguh di Individual Time Trial (ITT), dan stabil di lintasan datar. Ia tak hanya mengunci gelar juara umum, tetapi juga menyapu bersih seluruh klasifikasi: kaus kuning, polka dot (raja tanjakan), hijau (sprinter), hingga putih (pembalap muda).

Dari enam etape, Seixas memenangi tiga di antaranya, sekaligus mencatatkan diri sebagai juara termuda sepanjang sejarah Itzulia yang telah digelar 65 kali. Ia mengungguli Lipowitz dan Tobias Johannessen dengan selisih waktu signifikan di klasemen akhir.

Legenda balap sepeda Prancis, Bernard Hinault, tak ragu melontarkan pujian tinggi.

“Sudah lama saya tidak melihat pembalap Prancis dengan bakat alami seperti ini. Dia komplet—kuat di tanjakan, solid di ITT, dan agresif. Kami berharap dia bisa mengakhiri puasa gelar Tour de France bagi Prancis,” ujar Hinault kepada L’Équipe.

BACA JUGA:  Jelang Petronas Le Tour de Langkawi 2022: Izagirre Pimpin Tim Cofidis Prancis

Bakat Seixas sejatinya sudah tercium sejak 2025 saat ia menjuarai Tour de l’Avenir 2025—ajang yang kerap melahirkan bintang masa depan. Ia juga meraih medali perunggu di Kejuaraan Road Race Eropa, di belakang Pogacar dan Remco Evenepoel.

Nama Seixas kini masuk dalam daftar panjang alumni Tour de l’Avenir yang kemudian menjadi legenda, seperti Greg LeMond, Miguel Indurain, hingga Egan Bernal.

Meski performanya melesat cepat, tim Decathlon memilih langkah hati-hati. Direktur performa tim, Jean Baptiste Quiclet, menegaskan bahwa Seixas baru akan diarahkan ke Tour de France paling cepat pada 2027, dengan target awal merebut kaus putih.

“Perkembangannya harus bertahap. Kami tidak ingin terburu-buru. Grand Tour mana yang diikuti akan disesuaikan dengan kesiapan fisik dan usianya,” tegasnya.

Dengan grafik performa yang menanjak tajam, Seixas kini digadang-gadang sebagai calon penerus dominasi era Pogacar dan Jonas Vingegaard dalam lima tahun ke depan. Dunia balap sepeda tampaknya tengah menyambut lahirnya bintang besar baru. (M1-BK)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.