METRUM
Jelajah Komunitas

Senkom Mitra Polri Jabar Adakan Konsolidasi dan Pelatihan Jurnalistik

SENKOM Mitra Polri Provinsi Jawa Barat mengadakan Konsolidasi dan Pelatihan Jurnalistik Dasar pada Minggu (5/1/2020), mulai Pukul 09.00 hingga 15.00 WIB di Gedung Serbaguna Masjid Al Haq, Jl. Bijaksana II No.10, Sukajadi, Kota Bandung. Acara yang dibuka kordinator PAMGAKTIB Jabar Dani Hartanto ini, dihadiri 140 peserta Senkom perwakilan 27 kota/kabupaten se-Jawa Barat. Kegiatan ini diinisiasi Senkom Pengrov Jabar sebagai salah satu program kerja rutin yang diadakan tiap tahun.

Kegiatan ini dihadiri Pembina Senkom Pusat Brigjend (Purn) Edi Mulyadi, Kepala Biro Penegak Ketertiban Senkom Pusat H Soehendar, Dewan Pembina Pengprov Jabar Ir. H. YonI Irawan P,  Ketua Senkom Provinsi Jabar Tito Baskoro dan para pembina Senkom lainnya.

Ketua Provinsi Senkom Jawa Barat H Titok Tosan Batoro mengatakan, konsolidasi dan pelatihan ini dapat membuat peserta tambah mantap menjalankan organisasi dan bijak menghadapi luberan informasi yang sangat dahsyat menerpa masyarakat, terutama dengan hadirnya berita-berita dari media online dan media sosial.

Pelatihan Jurnalistik

Pelatihan Jurnalistik Dasar disampaikan Redaktur HU Pikiran Rakyat Bandung Ahmad Nada Kusnendar, S.Sos., M.I.Kom. Materi yang disampaikan mulai dari isi surat kabar, produk jurnalistik, tata cara reportase dan penulisan berita, rumus pedoman penulisan berita, hingga teknik wawancara.

“Anggota Senkom harus bisa membedakan sebuah berita atau sekadar informasi hoaks. Berita adalah informasi yang disampaikan ke publik dan sudah diverifikasi, sudah melalui berbagai tahapan pengeditan,” jelas Nada kepada peserta.

Menurut Nada, Indonesia termasuk negara dengan jumlah berita hoaks tertinggi di dunia selain India. Data Ketua Dewan Pers di akhir 2018, negara kita memiliki media massa paling banyak di dunia, yakni sekitar 47.000 media massa, terdiri dari media cetak, radio, televisi dan media online. Dari sejumlah itu, yang baru terverifikasi dewan pers hanya 300-an. Oleh sebab itu, wajar jika hoaks begitu subur tumbuh di negara kita. Belum lagi sebaran informasi yang masif dari media sosial.

Nada menambahkan, jangan asal membaca atau menelan informasi mentah-mentah, kita harus melek literasi, memilah dan memilih berita dari sumber yang kredibel. Selain itu, jangan asal membagikan berita sebelum check dan recheck.

“Hati-hati juga dalam bermedia sosial, karena status, komen dan share bisa menjatuhkan diri sendiri karena terkena UU ITE,” pungkas Nada. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: