METRUM
Jelajah Komunitas

Tenaga Matahari untuk Pengadaan Air, Sumbangsih Mahasiswa Diaspora Indonesia bagi Desa di NTT

Sejauh ini sudah 10 desa di NTT yang dibantu Solar Chapter dengan berbagai proyek. Desa-desa tersebut dipilih berdasarkan tingkat kebutuhan, tingkat partisipasi warga yang tinggi dan kemampuan teknis Solar Chapter, jelas Mustika.

Perempuan lulusan University of Illinois at Urbana Champaign ini, melihat dampak nyata pada proyek-proyek yang dijalankan Solar Chapter. Di antaranya,“Dari program air kita, pendapatan warga bisa naik 113 persen, bisa dua kali lipat. Juga dari terstimoni hal-hal kecil, seperti anak-anak bisa mandi dua kali (sehari).”

Hingga kini ada sekitar 160 anggota tetap Solar Chapter yang tersebar di enam universitas di Amerika (UIUC, Michigan, Purdue, Seattle, Madison dan Indiana), serta kumpulan mahasiswa berbagai universitas di cabang Hong Kong, Vancouver, Kanada dan Melbourne, Australia.

Masih banyak lagi yang setiap tahun menyatakan berminat bergabung dengan Solar Chapter, tetapi hanya sekitar 20 persen saja yang dapat diterima. Mustika menyatakan mereka disaring berdasarkan komitmen kuat terhadap proyek yang mereka garap. Apa yang menjadi alasan para anggota ingin bergabung?

Ezekiel Jovan Tjahjadi, mahasiswa tingkat akhir di Hong Kong University of Science and Technology yang sedang menghabiskan semester terakhirnya di Boston College, mengaku baru tergerak untuk bergabung pada waktu pandemi COVID-19 merebak. Sementara tak sedikit mahasiswa di Hong Kong diharuskan kembali ke negara asal mereka, mengikuti kelas daring atau bahkan berhenti kuliah sampai pandemi berakhir, ia menyatakan beruntung masih dapat mengikuti kelas-kelas online.

Jovan, yang juga ketua chapter Hong Kong, mengatakan,“Walaupun kita kuliah online, kita itu beruntung karena banyak orang yang pada saat pandemi itu nggak bisa belajar sama sekali bahkan setelah pandemi pun belajar susah. Jadi kita sebetulnya dapat membantu mereka yang kurang beruntung. Itu awalnya. Itu sebabnya kita banyak membantu proyek-proyek edukasi, karena passion kita ke edukasi.”

BACA JUGA:  Drainase Ditutup PKL, Pemkot Bandung Bongkar Lapak di Babakan Tarogong

Jovan turut memdukung proyek renovasi SD Inpres di desa Fatoin, TTU, yang kondisi bangunannya rusak parah, memperbaiki sanitasi serta penyediaan bahan-bahan edukasi.

Rata-rata program air Solar Chapter memerlukan biaya Rp260 juta, sedangkan program edukasi sekitar separuhnya. Dana ini antara lain diperoleh dari donasi perusahaan-perusahaan – CSR (corporate social responsibility) – yang bentuknya bisa berupa uang tunai atau material.

Salah satu donatur Solar Chapter adalah Kawan Lama Group, yang membawahi beberapa bisnis termasuk toko perlengkapan dan kebutuhan rumah tangga.

Beatrice Susanto, Senior Corporate Communication and Sustainability Manager Kawan Lama Group mengatakan kerja sama pengadaan air bersih dengan Solar Chapter pertama kali direalisasikan di desa Biau pada tahun 2021.

Misi keduanya sama, jelas Beatrice, yakni mendukung pemerintah untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) dalam hal lingkungan dan pendidikan. Program air bersih yang mereka jalankan bersama di sana, jelas Beatrice, berdampak bukan hanya bagi lingkungan dan pendidikan tetapi juga pada pendapatan warga.

Melihat proyek ini berjalan baik dan tuntas, lanjut Beatrice, kepuasannya muncul melihat senyum bahagia warga yang tidak bisa dibayar dengan apapun.

“Teman-teman Solar Chapter itu keren-keren. Mereka punya ide, dan mereka anak milenial yang mau peduli, padahal mereka jauh, karena mengenyam pendidikan di Amerika, tetapi masih ingat sama rumahnya, sama tempat lahir mereka,” ujarnya. (M1-VOA/uh/ab)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.