METRUM
Jelajah Komunitas

Tujuh Tenaga Medis Disidang atas Dugaan Kelalaian dalam Kematian Diego Maradona

KELUARGA Maradona, termasuk ketiga putrinya, beserta sejumlah fans dari bintang sepak bola tersebut hadir dalam persidangan yang digelar pada Selasa.

Dilansir dari VOA, Pengadilan Argentina pada Selasa (11/3/2025) memulai persidangan terhadap tujuh tenaga medis yang diduga lalai dalam merawat Diego Maradona, yang meninggal akibat serangan jantung pada 25 November 2020 di rumahnya di pinggiran Buenos Aires.

Kasus ini dipimpin oleh tiga hakim yang akan menentukan apakah para terdakwa—termasuk ahli bedah saraf, psikiater, dan staf medis lainnya—bersalah atas tuduhan pembunuhan. Jika terbukti bersalah, mereka menghadapi hukuman penjara hingga 25 tahun.

Keluarga dan Penggemar Tuntut Keadilan

Persidangan ini menarik perhatian keluarga dan penggemar Maradona. Salah satu penggemar, Sergio Jimenez, hadir di ruang sidang sambil menangis dan menyatakan bahwa kelalaian para tenaga medis telah merenggut idolanya.

Dua putri tertua Maradona, Dalma dan Giannina, duduk di barisan depan bersama mantan pasangan Maradona, Verónica Ojeda, serta putrinya yang lain, Jana. Sebelum persidangan dimulai, Ojeda membagikan video putra Maradona, Diego Fernando, yang mengenakan kaus bergambar ayahnya dengan tulisan “keadilan”.

Siapa Saja yang Disidang?

Fokus utama persidangan tertuju pada Leonardo Luque, ahli bedah saraf yang menangani Maradona selama empat tahun terakhir dan melakukan operasi pengangkatan gumpalan darah di otaknya beberapa minggu sebelum kematian sang legenda.

Selain Luque, enam tenaga medis lainnya yang diadili adalah:

  • Agustina Cosachov – Psikiater yang meresepkan obat-obatan yang dikonsumsi Maradona hingga ia meninggal.
  • Carlos Díaz – Psikolog Maradona.
  • Nancy Forlini – Koordinator perusahaan medis yang bertanggung jawab atas perawatannya.
  • Mariano Perroni – Perwakilan dari perusahaan penyedia layanan kesehatan.
  • Pedro Di Spagna – Dokter yang memantau kondisi Maradona.
  • Ricardo Almirón – Perawat yang merawatnya secara langsung.
BACA JUGA:  IPHI Jabar Apresiasi Pelantikan Ajam Mustajam sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat

Sementara itu, perawat Gisela Madrid, yang juga menghadapi dakwaan, dijadwalkan menjalani persidangan terpisah pada akhir tahun ini.

Persidangan ini diharapkan dapat mengungkap apakah ada kelalaian medis dalam perawatan Maradona yang berujung pada kematiannya. (M1-VOA/ab/uh)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.