METRUM
Jelajah Komunitas

Upaya Investasi Air Baku dari Saguling-Cirata, Akses Layanan PDAM Bandung Ditargetkan Tembus 40 Persen

KOTA BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya meningkatkan cakupan layanan air bersih bagi masyarakat. Saat ini, akses layanan air perpipaan di Kota Bandung baru mencapai sekitar 38 persen dari total kebutuhan warga.

Pemkot Bandung terus mengupayakan penambahan pasokan air bersih dengan melanjutkan rencana investasi pembangunan jaringan pipa air baku dari Waduk Saguling dan Cirata. Proyek strategis tersebut ditargetkan mampu memasok hingga 3.500 liter air per detik, namun hingga kini belum dapat direalisasikan karena masih menunggu persetujuan dari Indonesia Power.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, seluruh persiapan proyek pada dasarnya telah dilakukan. Namun, proses masih terkendala izin serta pembahasan teknis terkait ketersediaan air, terutama saat musim kemarau ketika debit air di kawasan pembangkit listrik menurun.

“Kita sedang melanjutkan pembicaraan investasi pembangunan pipa dari Saguling dan Cirata sebanyak 3.500 liter per detik ke Kota Bandung. Semua sudah siap, tapi sampai hari ini kami belum mendapatkan persetujuan dari Indonesia Power,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Senin (29/6/2026).

Selain mengejar tambahan pasokan air baku, Pemkot Bandung juga mengembangkan inovasi pengolahan air Sungai Cikapundung melalui proses penyaringan untuk memenuhi kebutuhan nonkonsumsi, seperti mandi dan kebersihan. Di sisi lain, pemerintah menargetkan peningkatan cakupan layanan air perpipaan dari 38 persen menjadi 40 persen secara bertahap, sembari terus menekan tingkat kebocoran jaringan yang kini berhasil turun dari 40 persen menjadi 37 persen melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Jepang. (M1)***

komentar

BACA JUGA:  Kemarau Mengintai, Petani Bandung Mulai Kekurangan Air, DKPP Siagakan Puluhan Pompa

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.