METRUM
Jelajah Komunitas

Wajah Baru Cicadas Disambut Positif, Warga Ingin Kawasan Tetap Tertib dan Ramah Pedagang

KOTA BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kota Bandung terus melanjutkan upaya penataan kawasan perkotaan. Salah satu yang kini mulai bertransformasi adalah kawasan Cicadas, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pusat aktivitas perdagangan dan mobilitas warga. Melalui penataan yang dilakukan, kawasan tersebut perlahan menampilkan wajah baru yang lebih rapi, tertata, terang, serta memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat.

Penataan kawasan Cicadas berlangsung aman dan kondusif berkat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta para pedagang yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Perubahan wajah Cicadas mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Abang Jahit, penjahit yang telah menggantungkan hidupnya di kawasan itu selama lebih dari tiga dekade. Ia mengaku merasakan dampak positif dari penataan yang membuat lingkungan menjadi lebih tertib, terang, dan nyaman.

Menurutnya, kondisi kawasan saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Meski demikian, ia berharap pemerintah tetap memberikan perhatian kepada para pedagang agar mereka tetap memiliki kesempatan mencari nafkah setelah proses penataan selesai.

Dukungan serupa disampaikan Ketua PKL Cicadas, Suherman. Ia menilai penataan kawasan merupakan langkah yang baik, namun perlu dibarengi dengan solusi konkret bagi para pedagang yang selama ini menjalankan usaha di lokasi tersebut.

Suherman berharap pemerintah dapat segera menyiapkan alternatif, baik berupa relokasi maupun peluang usaha baru, sehingga penataan kota tetap berjalan tanpa mengorbankan mata pencaharian para pedagang.

“Pedagang di sini sudah puluhan tahun. Semoga segera ada solusi, entah itu berupa lapangan pekerjaan baru atau relokasi tempat jualan, agar tetap enak untuk kami para pedagang dan pemerintah juga,” katanya.

Ia juga mengapresiasi proses penataan yang berlangsung tertib tanpa menimbulkan konflik. Menurutnya, kekhawatiran sebagian pihak terkait potensi kericuhan tidak terbukti karena seluruh tahapan berjalan dengan lancar dan damai.

BACA JUGA:  Tahap Ketiga Penertiban PKL Cicadas, 11 Lapak Tak Terpakai Dibongkar

Sebagai warga Bandung, Suherman mengaku mendukung upaya pemerintah mewujudkan kawasan yang lebih rapi, nyaman, dan tertata demi meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

Sementara itu, warga asli Cicadas yang akrab disapa Abah Ajat mengungkapkan rasa harunya melihat perubahan yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya. Ia menilai suasana Cicadas kini mengingatkannya pada kondisi kawasan di masa lalu, namun dengan penataan yang jauh lebih baik.

“Saya sebagai orang asli sini sangat senang, seperti melihat Cicadas zaman dulu, namun lebih rapi,” ujarnya.

Kehadiran ruang yang lebih terbuka serta penambahan pepohonan dinilai membuat kawasan menjadi lebih sejuk dan nyaman bagi warga maupun pengunjung.

Pemerintah menegaskan bahwa penataan kawasan tidak hanya berorientasi pada penciptaan ruang kota yang lebih tertib dan estetik, tetapi juga mempertimbangkan keberlangsungan ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang yang terdampak.

Karena itu, proses penataan akan terus diiringi dengan komunikasi intensif, pendampingan, serta pencarian solusi terbaik bersama para pedagang agar penataan kawasan dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.