METRUM
Jelajah Komunitas

Wargos Sepeda Sultan, Destinasi Angkringan Baru bagi Pesepeda

MESKIPUN saat ini sorotan masyarakat terhadap aktivitas bersepeda kian tajam, terutama soal perilaku kurang baik sebagian kecil pesepeda, namun begitu banyak pula pihak-pihak yang memanfaatkan peluang menggeliatnya masyarakat bersepeda.

Semakin banyak pesepeda semakin banyak pula memunculkan trek-trek sepeda atau tempat-tempat angkringan pesepeda. Hal tersebut, sedikitnya telah menumbuhkan gairah ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Pintu masuk Wargos Sepeda Sultan (Foto: Dok. Cuham).*

Di Kabupaten Bandung, tepatnya di Desa Padamukti, Kecamatan Solokan Jeruk, seorang tokoh masyarakat yang juga pegiat sepeda memiliki lahan cukup luas di daerahnya dan dimanfaatkan menjadi desitinasi wisata alam, outbond,  rumah makan, dan kolam renang. Sebagian lagi lahannya kini dibangun sebuah tempat angkringan kedai makanan bernama “Warung Gowes Sepeda Sultan” yang diperuntukkan buat pesepeda. Tempat ini dibangun di atas lahan seluas 2.000 meter persegi sejak beberapa bulan yang lalu dan baru diresmikan pada Senin, 24 Mei 2021 lalu.

Ornamen Sepeda

Selain penataan artistik pada jajaran tempat duduk, tempat parkir sepeda dan tanaman hias, yang unik dan menjadi daya tarik tempat angkringan ini adalah adanya ornament sepeda onthel raksasa berdiameter 4 x 4 dan terdapat dua tugu sepeda kecil berdiri di atas tembok penyangga, di bawahnya terdapat dua ornament sepeda hias.

Sudut dalam Wargos Sepeda Sultan dipenuhi pesepeda untuk berfoto di bawah tugu sepeda onthel besar (Foto: Dok Cuham).*

“Ornament tersebut mungkin menjadi ornament sepeda onthel terbesar di jagad raya ini. Kami juga mengadaptasi  dari sepeda onthel untuk perempuan sebagai filosofis penghargaan dan rasa cinta terhadap kerja keras kaum perempuan seperti ibu, istri dan sebagainya,” papar Otjeu Rukmana salah seorang pengelola yang juga kerabat dekat owner tempat tersebut, di kantor destinasi wisata Waroeng Desa (wardes) Villa Kancil.

Lebih jauh Otje menuturkan, bahwa sebelum dan sesudah diresmikan, khususnya setiap akhir pekan wargos dikunjungi banyak pesepeda dari berbagai daerah di wilayah Bandung Raya, baik individu, keluarga, maupun komunitas. Untuk itu, pengelola menerapkan protol kesehatan dan membatasi kunjungan. Jika melebihi kapasitas, pintu masuk akan ditutup terlebih dulu sebagai upaya agar pengunjung tidak berkerumun dan berdesakan.

Angkringan Wargos Sepeda Sultan (Foto: Dok Cuham).*

Di wargos Sepeda Sultan, rencananya akan dibuatkan space untuk menempelkan sticker komunitas atau foto-foto pesepeda yang sudah berkunjung ke lokasi. Selain itu, semakin meningkatnya antusias pesepeda untuk datang ke wargos, mendorong dan membantu warga sekitar berjualan makanan dalam meningkatkan gairah ekonominya.

Untuk menuju wargos banyak akses yang dapat dilalui. Dari Kota Bandung bagian tengah, jarak yang ditempuh kurang lebih 30 kilometer melalui jalan terusan Buah Batu atau terusan Kiara Condong – Ciwastra – Derwati – Gedebage  – Tegaluar – Sapan – Solokan Jeruk. Rute ini digunakan juga untuk pegiat sepeda dari Kota Bandung bagian barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

Berbincang dengan pengelola Wargos Sepeda Sultan (Foto: Dok Cuham).*

Untuk pesepeda yang berada di wilayah timur bisa melalu Jalan Gedebage, Jalan Cimencrang, atau Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pesepeda dari Kabupaten Bandung wilayah timur bisa melalui Rancaekek atau Cicalengka. Untuk pegiat sepeda di Kabupaten Bandung wilayah selatan bisa melalui Ciparay, Majalaya atau Bojong Soang.

Jalan relatif datar bahkan tidak ada tanjakan yang berarti. Tantangannya adalah beberapa ruas jalan yang rusak, berpacu dengan deru debu dan deru kendaraan bermotor terutama mobil-mobil besar. Dari arah Kota Bandung,  kepadatan dan kemacetan yang dihadapi biasanya terjadi mulai dari Ciwastra hingga Gedebage, seterusnya cenderung ramai lancar.

Meski pemandangan sepanjang jalan sudah dipenuhi bangunan atau perumahan, tapi masih banyak pula menyisakan area-area pesawahan yang terlihat indah nan menghijau. Untuk sebuah rute perjalanan gowes yang lumayan agak jauh, hal ini cukup seru dan mengasyikan, apalagi jika gowes bareng bersama teman-teman.  

Tempat parkir sepeda di Wargos Sepeda Sultan (Foto: Dok Cuham).*

Jika sudah tiba di lokasi, untuk memasuki area wargos, pengunjung dikenakan tiket masuk berupa voucher makan sebesar sepuluh ribu rupiah. Berbagai hidangan atau aneka jajanan tersedia di wargos, seperti nasi, mie, gorengan, snack, dan aneka minuman segar. Rasa lelah perjalanan bersepeda terobati dengan menikmati suasana ceria di sana sambil foto-foto di spot/stage ornament sepeda onthel raksasa.

Yuk kita berkunjung ke Waroeng Gowes Sepeda Sultan dengan tetap menjaga kebersihan, kenyamanan dan menerapkan protokol kesehatan serta keselamatan. Bersepedalah dengan tertib, bijak, dan beretika.

Salam boseh dan go green! (Cuham, Bersepeda itu Baik)***

komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: