METRUM
Jelajah Komunitas

Yasashii Garage, Bengkel Kustom Aliran Kultur Jepang dari Kota Bandung

YASASHII Garage berdiri pada tahun 2006, didirikan oleh frangky mory seorang builder yang selalu menghadirkan ide-ide segar. Bengkel ini punya spesialisasi untuk menghadirkan karya klasik yang direstorasi, bahkan seorang Ridwan Kamil pernah meng-kustom motornya disini.

Frangky Mory menjelaskan bahwa Yasashii Garage berkiblat dengan kultur jepang. Dengan menggunakan dua huruf i dibelakang yang berarti baik. Sementara dengan akhiran 1 huruf I yang artinya bagus, Frangky Mory berharap nama Yasashii Garage tetap konsisten menghasilkan karya modifikasi yang baik.

Frangky Mory dahulu adalah lulusan kampus di Bandung dengan jurusan administrasi niaga. Maka dua basic yang dimilikinya menjadi dasar bagi Frangky untuk mengembangkan bengkel custom dengan motor-motor kecil saat itu.

“Mengapa motor kecil, karena tahun itu kita mampunya motor kecil, menyesuaikan market Indonesia sih lebih tepatnya. Saat itu motor CB100, dan boleh gw klaim dong bahwa Yasashii Garage adalah workshop kustom kulture pertama di Indonesia yang menggarap market motor kecil, dimulai sejak 2006,” ujar Franky, dikutip dari blackexperience.com.

Jika dilihat Yasashii Garage telah melewati fase panjang dalam dunia kustom kultur di Indonesia dan kunci keberhasilan dari Yasashii Garage ialah konsistensi berkarya dan pasionnya di dunia kustom kultur.

“Bikin bengkel kustom harus punya dua modal, konsistensi dan passion. Tidak bisa hanya melulu pada money oriented (peluang bisnis). Kebetulan saya juga painter, paintstripe, jadi seluruh motor yang keluar dari Yasashii Garage, grafisnya melalui saya,” kata Frangky.

Secara prinsip Frangky menjelaskan siapa tamu (kustomer), dan siapa tuan rumah (builder).  “Setiap Kustomer yang datang bukan sebagai raja, Saya sendiri yang jadi raja, karena secara prinsip mereka butuh karya saya,” jelasnya.

BACA JUGA:  Sukarelawan Saudi Bagikan Takjil Cegah Warga Ngebut untuk Berbuka di Rumah

Untuk motor daily, menurutnya pengerjaan kastemisasi cukup 3 bulan saja. Sementara motor yang dua alam, daily dan show bisa mengambil waktu pengerjaan 6-8 bulan. Pengalaman dan jam terbang dalam membuat motor kustom, punya skala prioritas tersendiri tergantung kustomer.

“Main motor klasik itu, ada uang belum tentu ada barang. Bisa 2-3 tahun untuk menunggu part enginenya. Walhasil motor era klasik harus melahirkan nilai estetika, yang fungsional terlahir di motor baru,” tambahnya.

Karya Frangky terinspirasi dari majalah otomotif Jepang seperti Easy Bike dan Street Bike. Referensi ini lahir pada tahun 90an, karena generasi muda Jepang saat itu mengadopsi perubahan budaya dari Amerika pada awal tahun 90an.

Menurutnya, budaya kustom kultur baru masuk secara masif di Indonesia sekitar tahun 2000an seperti case, hotrod dan red rod yang lahir di Amerika sehingga banyak diadopsi di Jepang. Hal itulah yang membuat Frangky Mory lahir dan membawa Yasashii Garage membidangi sebagai builders dan terus berkarya hingga sekarang.

Workshop Yasashii beralamat di Jl. Sribentang No.33 RT/RW 03/02, Cigereleng, Kec. Regol Kota Bandung Jawa Barat. (Abdan Syakuro Almakki/JT)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.