METRUM
Jelajah Komunitas

7 Terapi Aneh untuk Atasi Insomnia

PERNAHKAH Anda merasakan kesulitan untuk tidur? Anda merasa sangat capek tetapi Anda tak sedikit pun merasakan kantuk. Ini tentu sangat mengganggu Anda karena akan berpengaruh kepada kualitas tidur dan aktivitas Anda keesokan harinya.

Anda mungkin sempat terpikir atau bahkan sudah menggunakan obat tidur. Tetapi, pengunaan obat tidur secara terus-menerus juga tidak baik untuk tubuh Anda. Cobalah tujuh terapi aneh yang dikutip dari Time.com ini untuk mengatasi masalah tidur Anda.

1. Mantra kasur = tidur

Inti utama dari terapi ini adalah mantra “kasur=tidur”. Artinya, jika Anda berada di kasur, Anda harus tidur. Jika Anda di kasur dan Anda tidak tidur, maka beranjaklah dari kasur Anda. Terapi ini bertujuan untuk memperkuat hubungan tubuh Anda dengan kasur sebagai tempat untuk tidur saja.

Dalam beberapa minggu pertama pelaksanaan terapi ini, Anda mungkin malah merasakan kekurangan tidur. Hal ini disebabkan karena Anda lebih sering beranjak dari kasur karena tidak bisa tidur. Namun, hal ini dipercaya merupakan bagian inti dari terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBT-I).

Banyak dari mereka yang insomnia melakukan hal-hal tertentu untuk merangsang rasa kantuk, seperti membaca buku atau menonton TV. Padahal aktivitas seperti ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan rasa kantuk seseorang. Oleh karena itu, daripada melakukan hal-hal itu, cobalah untuk menerapkan mantra kasur = tidur ini.

2. Membatasi waktu di kasur

Terapi ini memang terdengar aneh jika diterapkan untuk mengatasi insomnia. Tapi terapi ini justru terbukti efektif. Dalam pelaksanaan terapi pembatasan tidur, seseorang akan membatasi jumlah waktu yang mereka habiskan di atas kasur tanpa tidur.

Anda mungkin pernah mengalami kondisi di mana Anda sudah berbaring di kasur dari jam 10 malam, tetapi baru bisa tidur jam 1 dini hari. Terapi ini meminta Anda untuk berada di kasur selama Anda tidur saja.

Misalkan Anda berbaring selama 8 jam, tetapi hanya menggunakan 5 jam untuk tidur. Anda harus bangun setelah Anda menghabiskan waktu di kasur selama 5 jam tersebut, dengan atau tanpa tidur.

APLIKASI Dream:ON membuat mimpi jadi indah.*

Terapi ini mungkin malah membuat Anda kekurangan tidur. Tetapi hal ini justru akan memicu Anda untuk merasa lebih lelah dan mengantuk di malam selanjutnya.

3. Tujuan paradoks

“Ini adalah teknik yang digunakan orang-orang yang sangat khawatir tentang  insomnia mereka,” kata direktur program penelitian terhadap kesehatan dan tidur, Michael Grandner.

Terapi ini menyarankan Anda untuk tidak memaksakan mencoba tidur. Sebaliknya, Anda diminta untuk memaksakan diri agar tetap terjaga. Grandner mengatakan menyingkirkan semua kekhawatiran tentang insomnia akan membantu Anda rileks dan hanyut.

4. Biofeedback

Terapi ini memerlukan seorang spesialis masalah tidur untuk menghubungkan Anda dengan sebuah alat. Alat ini akan menunjukkan sinyal biologis Anda, seperti detak jantung, gelombang otak, serta pola pernafasan.

Dengan mengetahui kondisi biologis Anda, Anda akan bisa berlatih untuk mengontrol perhitungan sinyal tersebut. Setelah itu, kemampuan ini bisa Anda terapkan saat Anda hendak tidur.

5. Tidur polifasik

Tidur polifasik ini adalah tidur yang terpotong-potong. Misalnya, Anda tidur di malam hari, kemudian bangun saat dini hari untuk menyelesaikan tugas kantor Anda, dan kembali tidur hingga pagi hari.

TERTIDUR singkat membantu Anda untuk menyimpan informasi yang telah Anda pelajari dan secara 'signifikan' meningkatkan daya ingat.*

Banyak orang yang menggunakan metode tidur ini agar mereka bisa lebih produktif. Tidur polifasik ini mungkin bisa membantu mengatasi masalah tidur Anda. Namun Grandner juga mengingatkan cara tidur seperti ini bisa berbahaya bagi pelakunya.

6. Menantang pikiran

Banyak orang yang insomnia kadang berpikir berlebihan di saat mereka terjaga pada malam hari. Mereka memikirkan hal-hal buruk yang mungkin terjadi esok harinya jika mereka tidak segera tidur.

Terapi ini meminta Anda untuk menantang pikiran negatif tersebut. Caranya dengan bertanya pada diri Anda sendiri, “Seberapa sering kekhawatiran berlebihan ini benar-benar terjadi?”

STIMULASI suara hanya efektif ketika suara itu selaras dengan ritme osilasi lambat otak selama tidur nyenyak.*

Dengan membuat Anda sadar bahwa kekhawatiran itu jarang sekali terjadi, Anda akan bisa terlepas dari pikiran-pikiran irasional tersebut.

7. Meditasi

Meditasi yang fokus pada pernafasan dan membawa pikiran Anda ke masa sekarang terbukti meningkatkan kesehatan Anda. Dokter yang menangani masalah tidur pun mengatakan meditasi ini dapat mengatasi insomnia juga.

“Semua ini hanya tentang menciptakan jarak antara Anda dan perasaan Anda yang mungkin memiliki pikirannya sendiri,” kata Grandner.***

komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: