Alarm Kesehatan: 60% Buah dan Sayur Terkotor 2026 Mengandung “Forever Chemicals”
LAPORAN tahunan yang dinanti sekaligus bikin waswas kembali dirilis Environmental Working Group (EWG). Daftar Dirty Dozen 2026—yang mengungkap sayur dan buah dengan residu pestisida tertinggi—menghadirkan kejutan besar.
Bukan stroberi yang selama ini identik sebagai “raja pestisida”, posisi puncak justru kembali ditempati bayam Jepang (Spinacia oleracea). Ini menjadi kali kedua berturut-turut sayuran daun tersebut menduduki peringkat pertama, meski selama ini dikenal sebagai simbol makanan sehat.
Sejak 2004, EWG rutin merilis panduan ini berdasarkan data pengujian resmi United States Department of Agriculture terhadap produk non-organik. Tujuannya bukan menakut-nakuti publik, melainkan membantu konsumen membuat pilihan lebih bijak untuk menekan paparan pestisida berisiko tinggi.
Dalam daftar terbaru, bayam Jepang diikuti kelompok sayuran daun seperti kale dan sesawi di posisi kedua. Stroberi turun ke peringkat ketiga, disusul anggur, nektarin, persik, hingga ceri.
Sebaliknya, EWG juga merilis daftar Clean Fifteen—produk dengan residu pestisida paling rendah. Nanas memimpin sebagai pilihan paling aman, diikuti jagung manis, alpukat, pepaya, dan bawang bombai. Daftar ini menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin makan lebih aman tanpa harus selalu membeli produk organik yang cenderung mahal.
Namun, sorotan utama tahun ini bukan sekadar peringkat. Temuan terbaru menunjukkan lebih dari 60% sampel dalam daftar Dirty Dozen mengandung pestisida jenis PFAS—zat kimia yang dikenal sebagai “forever chemicals” karena sulit terurai di lingkungan maupun dalam tubuh manusia.
Paparan PFAS, bahkan dalam kadar rendah, dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan serius. Mulai dari gangguan fungsi tiroid, penurunan sistem imun, hingga peningkatan risiko hipertensi pada kehamilan. Bahkan, International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan senyawa ini sebagai zat yang berpotensi karsinogenik.
Temuan ini menegaskan bahwa residu pestisida bukan ancaman sepele, terutama jika terakumulasi dalam jangka panjang.
Meski data berasal dari Amerika Serikat, para ahli mengingatkan agar masyarakat di negara lain tetap waspada—terutama terhadap sayuran berdaun. Cara mencuci pun menjadi kunci penting untuk menekan risiko.
Untuk sayuran seperti bayam, disarankan memotong akar lalu mencuci tiap helai daun di bawah air mengalir. Sementara buah kecil seperti stroberi dan anggur sebaiknya direndam beberapa menit sebelum dibilas. Metode paling efektif adalah kombinasi membilas, merendam 10–20 menit, lalu membilas ulang.
Menariknya, mencuci dengan garam atau soda kue justru dinilai tidak efektif, bahkan berpotensi membuat residu pestisida semakin meresap ke dalam bahan pangan. (M1-RTI)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.