METRUM
Jelajah Komunitas

Asal-Usul Kelam “Saved by the Bell”: Saat Orang Dikubur Hidup-Hidup

UNGKAPAN “saved by the bell” kerap digunakan untuk menggambarkan seseorang yang lolos dari situasi sulit berkat pertolongan di detik terakhir. Namun di balik kesan ringan itu, terdapat kisah kelam yang berkaitan dengan kondisi medis langka bernama katalepsi.

Katalepsi membuat penderitanya mengalami kekakuan otot ekstrem serta tidak merespons rangsangan, sering kali terkait dengan episode katatonia. Pada masa lalu, kondisi ini belum dipahami dengan baik sehingga banyak penderita disangka telah meninggal—bahkan sampai dikuburkan hidup-hidup. Tragedi semacam ini sempat ramai diberitakan dan menginspirasi penulis seperti Edgar Allan Poe dalam cerita-cerita horornya.

Tingginya kasus salah diagnosis memunculkan berbagai solusi darurat yang justru terasa mengerikan. Salah satunya adalah “waiting mortuary”, semacam ruang tunggu bagi jenazah yang baru dinyatakan meninggal. Di tempat ini, tubuh disimpan beberapa hari untuk memastikan kematian benar-benar terjadi, lengkap dengan persediaan makanan, minuman, hingga cerutu jika pasien tiba-tiba sadar kembali.

Ada pula metode ekstrem untuk menguji apakah seseorang benar-benar wafat, seperti memotong jari atau meniupkan asap ke tubuh pasien. Jika tidak ada reaksi, barulah dianggap meninggal. Ironisnya, katalepsi membuat penderita tidak merasakan nyeri, sehingga cara-cara tersebut tetap tidak mampu memastikan kondisi sebenarnya.

Ketakutan akan dikubur hidup-hidup kemudian melahirkan inovasi “peti mati pengaman.” Di Eropa abad ke-18 hingga ke-19—terutama Inggris era Victoria—peti mati dirancang dengan lonceng atau terompet yang terhubung ke permukaan tanah agar orang yang terbangun di dalam kubur bisa meminta tolong. Beberapa model bahkan dilengkapi kaca pendeteksi napas, tabung udara, hingga racun sebagai jalan terakhir jika penyelamatan tak kunjung datang.

Model dengan lonceng menjadi yang paling dikenal, dan diyakini sebagian orang sebagai asal-usul frasa “saved by the bell.” Meski tidak jelas seberapa efektif peti mati ini mencegah tragedi, bayangan terperangkap hidup-hidup di bawah tanah tetap menjadi salah satu ketakutan paling mengerikan dalam sejarah manusia. (M1-Sumber: allthatsinteresting.com)***

BACA JUGA:  Tunda Skema Vaksinasi COVID-19 Mandiri!

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.