METRUM
Jelajah Komunitas

Giro d’Italia Masuk Fase Brutal, Tanjakan Blockhaus Ancam Pemegang Kaus Pink

BALAPAN Grand Tour pertama musim ini, Giro d’Italia 2026, mulai memasuki fase krusial perebutan gelar juara umum pada Etape VII yang digelar Jumat (15/5/2026). Etape “monster” sepanjang 244 kilometer dari Formia menuju puncak Blockhaus itu diprediksi menjadi ajang pembuktian para spesialis tanjakan setelah peserta harus menaklukkan tiga tanjakan kategori 2 sebelum finis di tanjakan kategori 1 Blockhaus pada ketinggian 1.658 meter di atas permukaan laut.

Etape VII disebut sebagai salah satu rute paling brutal di Giro tahun ini karena memadukan jarak ekstrem dengan finis di pendakian berat. Favorit utama Jonas Vingegaard (Visma Lease a Bike/Denmark) diperkirakan mulai menunjukkan dominasinya. Juara Tour de France dua kali itu mendapat dukungan kuat dari tim Visma yang diperkuat Sepp Kuss, Victor Campenaerts, Tim Rex, dan Davide Piganzoli untuk mengontrol balapan menjelang tanjakan akhir.

Absennya Tadej Pogacar, Remco Evenepoel, dan Paul Seixas membuat Vingegaard menjadi unggulan paling menonjol. Meski demikian, sejumlah pendaki lain diperkirakan tetap mencoba memberi perlawanan, di antaranya Enric Mas, Egan Bernal, Giulio Pellizzari, Ben O’Connor, Damiano Caruso, Giulio Ciccone, Christian Scaroni, hingga Jan Christen.

Kaus pink sementara masih dikuasai Afonso Eulalio (Bahrain Victorious/Portugal), namun keunggulannya atas Vingegaard dinilai belum aman menghadapi medan berat Blockhaus. Etape ini diprediksi menjadi titik awal perubahan besar dalam klasemen umum Giro d’Italia 2026.

Profil rute tanjakan Etape VII, Jumat (15/5/2026) Formia – Blockhaus.*

Sebelumnya pada Etape VI rute datar Paestum–Naples sepanjang 142 kilometer, hujan deras kembali memicu kekacauan jelang finis. Tikungan berbatu yang licin menyebabkan sejumlah sprinter unggulan seperti Dylan Groenewegen, Jonathan Milan, Tobias Andresen, dan Paul Magnier terjatuh.

Situasi kacau itu dimanfaatkan Davide Ballerini (XDS Astana/Italia) untuk merebut kemenangan etape, diikuti Jasper Stuyven dan Paul Magnier. Kemenangan tersebut menjadi sukses kedua XDS Astana di Giro 2026 setelah Thomas Silva memenangi Etape II.

BACA JUGA:  Lutsenko Juara Umum Giro di Sicilia 2023

Meski beberapa pembalap sempat melakukan break away, peloton berhasil mengejar mereka 35 kilometer sebelum finis sehingga sprint massal tak terhindarkan. Klasemen umum pun belum berubah signifikan usai Etape VI. (M1-BK)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.