METRUM
Jelajah Komunitas

Hello Bike Festival, Hajatan Besar Pegiat Sepeda tahun 2022

MULAI menurunnya kasus pandemi, kerinduan pegiat sepeda akan kegiatan-kegiatan besar dengan melibatkan banyak orang makin tak terelakkan. Mereka selalu menantikan berbagai informasi dan kegiatan bersepeda melalui media massa, media sosial atau dari mulut ke mulut.

Di awal tahun 2022, geliat event bersepeda, baik sekala besar, sedang maupun kecil mulai terlihat meskipun masih dibayangi pembatasan dan aturan protokol kesehatan.

Menjelang akhir tahun 2022, Greeners.co sebuah NGO Nasional berbasis media lingkungan bekerjasama dengan komunitas pesepeda berbasis gerakan, Bike to Work (B2W) Bandung dan Summarecon, menggelar sebuah kegiatan perhelatan besar bagi para pesepeda bertajuk Hello Bike Festival (HBF).

Joget Ceria Pesepeda (Foto: Dedi BOS).*

HBF pertama ini digadang-gadang sebagai kegiatan bersepeda besar yang dimanfaatkan sebagai ajang pertemuan serta interaksi para pegiat sepeda, dihadiri oleh ratusan pesepeda dari sekitar 100 komunitas pesepeda dan pesepeda individu se-Bandung Raya yang sangat antusias, semangat, dan menikmati perhelatan tersebut meski dibayangi cuaca mendung dan hujan.

Event yang dibuka oleh Agus Andi Setyawan, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Bandung ini digelar selama 3 hari mulai Jumat hingga Minggu, (4-6/11/2022) di area Mall Summarecon yang tengah dibangun menuju finishing. Konsepnya berupa pameran sepeda, bazaar UMKM sepeda, atribut dan aksesorisnya, serta kulineran dan umum.

Selain itu, HBF berisi ragam kegiatan seperti kampanye Bike to School, Fun Bike, Talkshow Interaktif tentang lingkungan, kesehatan, event bersepeda jarak jauh, kuliner, dan Pushbike, diselingi hiburan musik, lomba karaoke, balap onthel oleh Paguyuban Sapeda Baheula Bandung (PSBB), dan Push bike Federal ala Federal Bandung Indonesia (FBI).

Bike to School (B2S)

Kampanye B2S menjadi kegiatan pembuka di event HBF, dilaksanakan dalam rangka menginspirasi para pelajar di Kota Bandung. Dengan demikian membuat pelajar bersepeda menjadi termotivasi bahwa bersepeda sudah menjadi gaya hidup warga urban.

Bike to School (Foto: Agus Septian/Federalove).*

Sekitar 350 pelajar dan guru pendamping dari 13 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) mengikuti acara ini. Menariknya sebagian dari mereka hadir dengan bersepeda beramai-ramai dalam rangka menambah pengalaman dengan berjuta nilai. Mereka disambut oleh Dody, Pengawas Bidang Olahraga Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung.

Rahmat Suprihat, seorang guru yang mengikuti acara kampanye B2S dan selalu aktif mengkampanyekan budaya bersepeda berharap agar bersepeda bisa menjadi ekstrakurikuler di setiap sekolah mengingat sistem zonasi sudah memberikan ruang yang tepat bagi semakin maraknya pelajar bersepeda.

“Pertanyaannya, adakah kepala sekolah yang tertarik dan memiliki fashion bersepeda?” tukasnya.

Fun Bike

Di hari kedua, bertepatan dengan Hari Cinta Puspa Nasional diawali kegiatan bersepeda santai atau Fun Bike, diikuti oleh 50 peserta didampingi marshal dari B2W Bandung dan 100 pesepeda pengiring dari pegiat onthel PSBB. Start dari halaman kantor DPRD Kota Bandung dan dilepas oleh Teddy Rusmawan, Ketua Umum DPRD.

Fun Bike (Foto: Agus Septian/Federalove).*

Mereka bergerak sepanjang kurang lebih 14 kilometer melalui Jalan Pelajar Pejuang, Gatot Subroto, Ibrahim Adjie, Soekarno-Hatta, Gedebage Raya, dan Summarecon, kemudian menuju lokasi kegiatan.

Saat istirahat peserta Fun Bike, para pegiat onthel dari Paguyuban Sapeda Baheula Bandung (PSBB) menggelar lomba balap sepeda kuno bernama Panny Parthing yang berciri khas memiliki ban depan berdiameter lebih besar dan ban belakang yang kecil, ditemukan sebelum safety bike atau bentuk sepeda yang biasa kita gunakan sekarang.

Balap Onthel (Foto: Dok. PSBB).*

Talk Show Interaktif

Masih di hari kedua, ada beberapa talk show terkait bersepeda, yaitu special talk show program rutin kerjasama Greeners.co dengan B2W Bandung bernama Patepung Saptu Kahiji (PSK) bertema Kesehatan Jantung oleh Klik Dokter dan seorang pegiat sepeda road race legend dari Kota Cimahi yang terkenal di media sosial dengan sebutan Kang Coe We lah.

Talkshow Interaktif (Foto: Een GASC).*

Selanjutnya secara beruntun menampilkan talk show 3 event rutin bersepeda jarak jauh dan menantang yang di masa pandemi tidak dilaksanakan yaitu Grand Fondo New York (GNFY), Zero to Zero atau dari titik 0 Kota Bogor ke Titik 0 Kota Bandung, dan kegiatan bersepeda turing terbesar dengan peserta terbanyak yaitu Tour de’Pangandarn (TdP).

Push Bike (PB)

Di hari terakhir kegiatan HBF dimeriahkan oleh kompetisi bertajuk Migthy Feet Push Bike (MFPB) Challenge yang dilaksanakan oleh Velodrome Balance Bike (VBB) Bandung. Diikuti oleh 250 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jogjakarta.

Mighty Feet Push Bike Challenge (Foto: Bambang/Yuk Gowes).*

Katagori yang dilombakan terdiri dari boys and girls 2016 hingga 2020, serta Open Boys and Girls Free For All Maksimal 2013.

Saat jeda istirhat siang, diselingi kegiatan push bike challenge yang dilaksanakan komunitas pesepeda FBI. Meski sekedar seru-seruan, tapi para pemenang mendapat hadiah dari penyelenggara HBF.

Sayangnya kegiatan MFPB terhambat akibat hujan besar, namun tak menyurutkan panita dan peserta untuk tetap melaksanakan acara saat hujan mulai reda dan berlangsung hingga malam.

Push bike ala FBI (Foto: Widya Rose/FBI).*

PB adalah sepeda tanpa pedal, sepeda berukuran roda 12 inch dan berfungsi untuk melatih motorik dan keseimbangan anak. PB makin populer pada masa pandemi seiring kekhawatiran orang tua pada anak-anaknya yang memiliki ketergantungan pada gawai.

Dengan adanya event PB seperti yang digelar di event HBF menjadi ajang kumpul dan interaksi positif anggota keluarga dengan mengusung jargon “Race day is family day”, dengan demikian setidaknya sebuah upaya menjauhkan dari ketergantungan terhadap gadget.

“Terima kasih kepada Greeners dan Bike to Work Bandung, yang sudah mempercayakan kami dari VBB untuk menyelanggarakan kegiatan mighty feet push bike challenge. Semoga kedepan bisa terus dilaksanakan, mengingat kegiatan ini sangat bermanfaat untuk anak-anak,” papar Yudha yang akrab disapa Kuyud, salah seorang tim VBB.

Kita bertemu kembali di HBF #2, salam boseh dan go green! (Cucu Hambali, Bersepeda itu Baik)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: