Kuil Dewa Arab Kuno Ditemukan di Dasar Laut Italia, Terkubur 2.000 Tahun
PARA arkeolog berhasil menemukan kuil berusia sekitar 2.000 tahun milik peradaban Nabataean di dasar laut lepas pantai Pozzuoli, Italia. Kuil tersebut dipersembahkan untuk Dushara, dewa tertinggi dalam kepercayaan bangsa Nabataean yang berkembang di Arabia utara sejak abad ke-4 SM hingga wilayahnya dianeksasi Kekaisaran Romawi pada tahun 106 M.
Pada abad pertama dan kedua Masehi, Pozzuoli—yang dahulu dikenal sebagai Puteoli—merupakan salah satu pelabuhan penting Kekaisaran Romawi. Bangsa Nabataean datang ke kota ini untuk berdagang barang-barang mewah seperti emas, gading, dan parfum. Di kawasan pelabuhan itu pula mereka mendirikan kuil untuk memuja Dushara.
Seiring waktu, aktivitas vulkanik mengubah garis pantai dan menenggelamkan sebagian wilayah Puteoli. Jejak keberadaan kuil sebenarnya telah ditemukan sejak abad ke-18, namun lokasinya belum pernah berhasil dipastikan—hingga akhirnya terungkap melalui penelitian terbaru.
Ditemukan Saat Pemetaan Dasar Laut
Pada 2023, tim peneliti yang tengah memetakan dasar laut di perairan Pozzuoli secara tak terduga menemukan struktur bangunan kuno. Di bawah permukaan air, mereka mengidentifikasi dua ruangan yang dipisahkan dinding bergaya arsitektur Romawi.
Di dalamnya terdapat prasasti berbahasa Latin bertuliskan “Dusari sacrum” yang berarti “dipersembahkan untuk Dushara.” Salah satu ruangan juga memuat dua altar marmer putih dengan ruang khusus untuk batu-batu yang dianggap suci dalam agama Nabataean.
Para arkeolog menduga bangunan tersebut kemungkinan berupa sacellum terbuka, yakni semacam tempat suci atau kuil kecil. Uniknya, meski didedikasikan untuk dewa Nabataean, bangunan ini memadukan arsitektur Romawi dan prasasti Latin—menunjukkan kuatnya interaksi budaya di pelabuhan internasional tersebut.

Jejak Bangsa Nabataean di Dunia Romawi
Kerajaan Nabataean berpusat di Arabia utara, namun jaringan perdagangannya menjangkau hingga wilayah Italia. Mereka dikenal sebagai pembangun situs monumental Petra di Yordania, termasuk bangunan ikonik yang dijuluki “The Treasury.”
Sebagai pedagang ulung, bangsa Nabataean memiliki komunitas di berbagai pelabuhan penting, termasuk Puteoli. Kehadiran mereka di kota pelabuhan Romawi itu dinilai wajar, mengingat peran strategisnya dalam jalur perdagangan Mediterania.
Namun situasi berubah pada tahun 106 M ketika Kaisar Trajan menganeksasi Kerajaan Nabataean. Sejak saat itu, wilayah tersebut berada di bawah kendali Romawi dan jalur perdagangan mereka pun mengalami perubahan besar.
Diduga setelah aneksasi tersebut, komunitas Nabataean meninggalkan Puteoli. Kuil yang mereka dirikan kemudian sengaja ditimbun menggunakan campuran beton dan pecahan tembikar. Praktik ini kemungkinan dilakukan untuk menjaga kesucian tempat ibadah, karena masyarakat Romawi umumnya menghindari penghancuran langsung ruang-ruang sakral, meskipun berasal dari kepercayaan lain.
Penemuan ini menjadi bukti penting jejak peradaban Nabataean di wilayah Romawi. Setelah dua milenium tersembunyi di dasar laut, kuil tersebut kini membuka kembali kisah hubungan dagang dan pertukaran budaya antara Arabia kuno dan Kekaisaran Romawi. (M1-Sumber: allthatsinteresting.com)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.