LPPM Unla Perkuat Kemandirian Warga Pascabencana, Program Ternak Ayam Kampung di Pasirlangu Dievaluasi
BANDUNG BARAT (METRUM) – Universitas Langlangbuana (Unla) terus mengawal proses pemulihan ekonomi masyarakat terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Unla Peduli, perguruan tinggi tersebut melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Beternak Ayam Kampung untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan evaluasi dilakukan untuk mengukur perkembangan kelompok peternak sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi masyarakat dalam mengelola usaha ternak ayam kampung yang menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi pascabencana.
Ketua LPPM Universitas Langlangbuana, Prof. Dr. Awan Setiawan, S.Kom., M.T., memimpin langsung proses evaluasi lapangan di lingkungan RW 11 Desa Pasirlangu. Ia mengatakan, hasil monitoring menunjukkan salah satu kendala utama masih berada pada proses reproduksi ternak bantuan.
“Kendala reproduksi tersebut disebabkan oleh ayam jantan yang belum mencapai umur reproduktif yang optimal,” ujar Prof. Awan.
Meski demikian, ia menegaskan program pendampingan tidak berhenti pada penyaluran bantuan ternak semata. LPPM Unla telah menyiapkan berbagai strategi lanjutan agar usaha peternakan warga dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pendampingan tersebut meliputi pemanfaatan bahan herbal untuk menjaga kesehatan ternak, pengembangan Desa Pasirlangu sebagai desa binaan LPPM Unla, hingga pemberian bantuan lanjutan berupa pakan berkualitas dan dukungan bagi kelompok peternak yang aktif.
Menurut Prof. Awan, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat sangat ditentukan oleh kesinambungan pembinaan, bukan hanya bantuan awal.
“Hasil monitoring menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada bantuan awal, tetapi juga pada pembinaan berkelanjutan agar masyarakat mampu mengelola pakan, menjaga kesehatan ternak, serta memperkuat organisasi kelompok peternak,” jelasnya.
Pendampingan Jangka Panjang
Sekretaris LPPM Universitas Langlangbuana, Dr. Indriyati Kamil, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa program PKM ini dirancang sebagai pendampingan jangka panjang bagi masyarakat terdampak bencana longsor.
Menurutnya, tujuan utama program bukan sekadar memberikan bantuan ekonomi sesaat, melainkan membangun kemandirian masyarakat melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan beternak.
“Program ini tidak berhenti pada tahap pemberian bantuan awal. Kami akan terus melakukan pembinaan, pelatihan, dan pemantauan secara berkala agar masyarakat mampu mengembangkan usaha peternakan ayam kampung secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Indri.
Ia berharap proses evaluasi yang dilakukan secara berkala mampu memperkuat sistem pengelolaan peternakan masyarakat sehingga dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga terdampak bencana.

Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan
Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UNLA, Dr. Rini Ayu Susanti, menilai keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam membangun usaha peternakan berbasis komunitas yang mampu bertahan dalam jangka panjang.
Selain meningkatkan kesejahteraan warga, program tersebut juga diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat pascabencana yang dapat diterapkan di daerah lain dengan karakteristik serupa.
“Hasil, pengalaman, serta praktik baik dari program ini akan didokumentasikan sebagai bahan pembelajaran sehingga dapat direplikasi pada wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa,” katanya.
Hasil Program Dipublikasikan sebagai Referensi Nasional
Di sisi lain, Ketua Pusat Publikasi dan Jurnal Universitas Langlangbuana, K.M. Syarief, menyampaikan seluruh hasil kegiatan pengabdian masyarakat akan didokumentasikan dalam bentuk artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal pengabdian kepada masyarakat maupun media publikasi lainnya.
Menurutnya, publikasi tersebut menjadi bagian dari upaya diseminasi ilmu pengetahuan sekaligus memperluas penyebaran praktik-praktik baik dalam pemberdayaan masyarakat.
Melalui monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, LPPM Universitas Langlangbuana berharap program ternak ayam kampung mampu menjadi salah satu instrumen pemulihan ekonomi masyarakat terdampak longsor di Desa Pasirlangu.
Dengan pendampingan yang berkesinambungan, warga diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan keterampilan beternak, tetapi juga memperkuat kelembagaan kelompok usaha sehingga tercipta sumber penghasilan baru yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga pascabencana. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.