METRUM
Jelajah Komunitas

Program Siaran Threesula News: Mengenal Profesi Barista Bersama Tari Dinda

BARISTA adalah seseorang yang menentukan kenikmatan kualitas cita rasa, aroma dan artistiknya penyajian dalam setiap minuman kopi. Maka tidak heran jika seorang barista dikatakan sebagai posisi kunci untuk keberhasilan sebuah coffee shop atau kedai kopi.

Barista sangat populer, terutama di kalangan anak muda masa kini. Dengan merambahnya kafe-kafe dan kedai kopi, kata “barista” tak lagi terasa asing. Secara umum, barista dipahami sebagai seseorang yang bertugas meracik dan menyajikan kopi.

Mahasiswa Job Training UNIBI menggali seputar informasi mengenai profesi barista dalam talkshow Program Siaran “Threesula News” pada Minggu, 25 april 2021 di Metrum Radio. Bincang-bincang menghadirkan narasumber Tari Dinda, seorang barista sekaligus mahasiswi yang masih aktif kuliah.

Tari Dinda (Foto: Dok. Metrum).*

Tari Dinda mengaku telah menekuni profesi barista sekitar 4 tahun, sejak 2017 hingga 2021. ”Awalnya iseng-iseng mengikuti pelatihan dan bergabung dengan teman yang membuka tempat kopi dan sekarang malah menjadi pekerjaan,” ujar Tari, mahasiswi tingkat akhir di Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI) Bandung ini.

Menurut Tari, barista termasuk dalam pekerjaan yang membutuhkan keuletan, ketelitian dan kemampuan lebih, meskipun kadang orang melihat pekerjaannya terlihat mudah dan gampang dilakukan oleh siapapun.

Tari Dinda bersama host dan operator (Foto: Dok. Metrum).*

Banyak hal yang harus dipelajari dan diperhatikan untuk menjadi seorang barista yang profesional. “Lebih ke kitanya sih, harus tekun, dari pengalaman akan mengasah skill juga untuk bisa menjadi lebih baik,” ungkap Tari.

Tari menambahkan, apabila menjadi seorang barista, kita harus menakar kopi dengan baik untuk melayani konsumen. Jika konsumen merasa tidak puas dengan olahan kita atau hasilnya kurang maksimal, nantinya akan berefek buruk kepada si barista dan berujung sepinya kafe. “Jadi, takaran kopi yang baik adalah hal yang harus benar-benar diperhatikan seorang barista,” tukas Tari.

Pengetahuan dasar tentang standar peracikan kopi wajib dimiliki dan dikuasai oleh setiap barista, karena meracik kopi merupakan faktor awal dari dunia kebaristaan. “Basic sih, kalo misalkan di basic kita sebagai barista nggak tau, jadinya binggung. Basic ini kita tahu tentang roasting gram, dan suhu air. Biasanya, peraturan peracikan di setiap kedai kopi tuh pastinya beda-beda. Jumlah berat takaran, ada yang memakai 16, 17 atau 19 gram,” kata Tari menjelaskan.

Tim Job Training UNIBI Bandung (Foto: Dok. Metrum).*

Berkaitan dengan statusnya sebagai mahasiswa, Tari merasa harus pandai membagi waktu dengan baik, agar keduanya bisa jalan beriringan. “Meski cukup susah, kerja kan ada shift-nya, jadi cari waktu yang nggak bentrok,” ujarnya.

Quotes dari Tari Dinda untuk Nonoman Metrum yang ingin menekuni profesi barista, “Jangan pernah berhenti untuk belajar dari hal baru”. (Yudi Kurnia/JT)***

komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: