METRUM
Jelajah Komunitas

Radio Taiwan International Gelar “Temu Virtual Pendengar” Perdana di Masa Pandemi

AKIBAT pandemi Covid-19 memaksa penduduk di seluruh dunia untuk memasuki adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Meski dunia masih dihantui virus corona, namun kehidupan manusia tidak boleh berhenti begitu saja.

Oleh karena itu, untuk melanjutkan tali silahturahmi antara radio dan pendengarnya yang telah terjalin selama puluhan tahun, RTISI bekerjasama dengan Communicasting Academy, Indonesian DX Club, Borneo Listeners Club, Radio Listeners Club, Media Monitoring Club dan MAPEM Club menggelar “Temu Virtual Penyiar dan Pendengar RTI” pada Selasa (28/7/2020) siang. Acara ini digelar untuk pertama kalinya sejak pandemi berlangsung, sekaligus merayakan HUT Radio Taiwan International ke-92 tahun.

Kegiatan temu virtual dan HUT RTI ke-92 (Dok. RTI).*

Awalnya, RTI akan mengikuti kegiatan TKPR (Temu Kangen Pendengar Radio) ke-6 yang berlangsung April 2020 di Kota Bandung. Namun karena kondisi pandemi Covid-19 yang terus mengganas di seluruh dunia sejak Desember 2019, penyelenggaraan TKPR pun diundur. Hal ini untuk mencegah penyebaran dan memutus rantai penularan virus corona.

Kegiatan temu virtual perdana yang berlangsung sekitar 2 jam itu berjalan lancar dan penuh keakraban. Pada kesempatan tersebut, Chairperson RTI Madam Luping menyampaikan kegembiraannya saat bertemu kembali dengan teman-teman pendengar Indonesia. Luping sangat terharu dengan antusiasme dan dukungan pendengar yang diberikan kepada RTI, terutama RTISI.

“Kita berharap pandemi COVID-19 dapat segera musnah agar kita semua terutama teman-teman di Indonesia dapat kembali hidup seperti dulu,” ujar Luping.

Kegiatan temu virtual penyiar-pendengar RTSI (Dok. Metrum).*

Pertemuan virtual diikuti 88 orang, termasuk 63 undangan perwakilan pendengar dan penyiar dari seluruh wilayah Indonesia. Dari Kota Bandung, diwakili Metrum Radio, NBS dan PRFM.

Dalam temu virtual via zoom meeting itu, Herbert Sunu Budihardjo, salah-satu perwakilan pendengar di Indonesia mempresentasikan dan memberikan penjelasan lengkap disertai tayangan power point mengenai interaksi yang akrab antara RTI, RTISI dan para pendengarnya.

Acara juga diisi dengan sesi tanya jawab dan pesan kesan yang disampaikan peserta. Sayangnya, karena keterbatasan waktu tidak semua peserta mendapat kesempatan untuk memberikan suara.

Melalui kegiatan temu virtual, RTI berharap dapat terus memberikan pelayanan dan bersama-sama dengan seluruh pendengar dan pecinta radio gelombang SW untuk bergandeng-tangan menghadapi virus corona. Dari Taiwan, RTI juga berharap kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia dapat terkontrol dan wabah bisa segera berakhir.

Kegiatan temu virtual penyiar-pendengar RTSI (Dok. Metrum).*

Lebih jauh, meski Taiwan dan Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik, namun hubungan antara Taiwan dan Indonesia telah terjalin dengan erat dan memiliki sejarah yang panjang. Mulai dari perdagangan, pekerja migran, interaksi pertukaran budaya, hingga pendidikan. Diharapkan, kegiatan temu virtual ini, mampu menjadi sebuah platform pertukaran informasi di era digital untuk bersama-sama mencapai perdamaian dan kesejahteraan.

**

Radio Taiwan International (RTI) yang mengudara dari Taiwan, di tahun 2020 ini telah berusia 92 tahun, sementara untuk program siaran bahasa Indonesianya sendiri mengudara sejak Maret 1957. RTI dikenal sebagai penjembatan informasi tertua dan terlama di kawasan Asia, khususnya bagi Indonesia.

Sejak tahun 1992, Taiwan mulai membuka kesempatan para pekerja migran asal Indonesia untuk bekerja di Taiwan, dan hingga saat ini jumlah pekerja migran Indonesia mencapai lebih dari 270 ribu orang, ditambah dengan diaspora, pelajar, imigran baru dan pengusaha. Tercatat lebih dari 300 ribu orang total warga Indonesia di Taiwan atau mencapai 1,2% dari total jumlah penduduk Taiwan sendiri.

RTI sebagai radio internasional yang menyebarkan informasi kepada dunia dalam 14 bahasa berbeda, sejak tahun 2006 juga berperan sebagai platform penyedia informasi Taiwan bagi warga Indonesia yang tinggal di Taiwan.

Seiring dengan perkembangan teknologi, RTI juga terus melakukan perbaikan dan penambahan platform pelayanan, misalnya melalui situs internet, podcast, dan aplikasi yang dapat diunduh di smartphone.

Kegiatan temu virtual (Dok. RTI).*

Selain itu, untuk lebih mempererat hubungan antara penyiar dan pendengar, RTI Siaran Indonesia (RTISI) juga secara rutin menggelar pertemuan langsung di Indonesia (TEMPE-Temu Pendengar) yang dilakukan selang 2 atau 3 tahun. Sementara untuk yang di Taiwan, RTI juga kerap mengadakan kegiatan besar dan kecil di Taiwan, sehingga dapat terjalin interaksi yang lebih intens, menciptakan keakraban dan keharmonisan antara warga Taiwan dan warga Indonesia. (M1-RTI)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.