METRUM
Jelajah Komunitas

“Sasapu Bandung” Diperluas ke 181 Titik, Farhan Tekankan Aksi Nyata dan Disiplin Aparat

KOTA BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kota Bandung kian mengintensifkan penanganan kebersihan melalui program “Sasapu Bandung” yang kini diperluas secara signifikan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan program Sasapu bukan sekadar simbolik, melainkan langkah konkret untuk memastikan persoalan kebersihan Kota Bandung ditangani langsung dan terukur. Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dengan dukungan Gubernur Dedi Mulyadi.

“Ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih. Ini adalah gerakan perubahan pola kerja dan pola pikir. Aparat kewilayahan harus turun langsung, melihat kondisi nyata di lapangan,” ujar Farhan di Teras Sunda Cibiru, Sabtu (25/4/2026).

Sebagai bagian dari percepatan penanganan kebersihan yang masih menghadapi tantangan struktural, cakupan Sasapu diperluas dari 46 titik menjadi 181 titik di seluruh kota. Keputusan ini diambil setelah evaluasi awal menunjukkan masih banyak lokasi yang membutuhkan penanganan intensif.

Farhan mengakui hasil awal belum memuaskan, sehingga perluasan dilakukan agar dampaknya lebih terasa di masyarakat. Salah satu penekanan utama program ini adalah keterlibatan langsung aparatur kewilayahan.

“Tidak bisa hanya duduk di kantor. Harus lihat langsung. Dengan begitu, solusi yang diambil juga lebih tepat,” tegasnya.

Dalam implementasinya, camat dan lurah diwajibkan turun ke lapangan setiap Minggu pukul 04.00–07.00 WIB untuk memetakan langsung persoalan, mulai dari titik rawan sampah hingga saluran drainase yang bermasalah.

Program ini juga menjadi instrumen evaluasi kinerja aparatur. Pemkot Bandung menyiapkan pengawasan ketat dan tidak segan menjatuhkan sanksi bagi yang tidak menjalankan tugas.

“Kedisiplinan itu wajib. Kalau tidak turun, akan ada evaluasi dan sanksi. Ini bukan kegiatan seremonial,” kata Farhan.

Untuk memperkuat pelaksanaan, sekitar 130 personel tambahan dari Pemprov Jawa Barat diterjunkan ke lapangan. Kolaborasi lintas pemerintahan ini dinilai penting agar penanganan kebersihan tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi.

BACA JUGA:  Ada yang Buang Sampah Sembarangan? Laporkan!

Lebih jauh, Sasapu tidak hanya fokus pada aksi bersih-bersih, tetapi juga menjadi sarana identifikasi masalah lingkungan secara langsung. Hasil temuan di lapangan akan menjadi dasar kebijakan lanjutan, baik untuk penanganan cepat maupun perencanaan jangka menengah.

Dengan pendekatan tersebut, Pemkot Bandung menargetkan perubahan nyata, baik dari sisi kebersihan lingkungan maupun peningkatan kinerja aparatur kewilayahan. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.