METRUM
Jelajah Komunitas

Semarak Last Sunday Ride 2021

JAUH sebelum masa pandemi, bersepeda di akhir tahun selalu ramai dilakukan para pegiat sepeda, baik secara individu maupun berkelompok lewat komunitas. Memanfaatkan moment hari Minggu terakhir, kegiatan mereka dinamakan LAST SUNDAY RIDE (LSR) atau bersepeda bersama di hari Minggu terakhir.

Di akhir tahun 2020, kegiatan tersebut tidak dilaksanakan, mengingat saat itu pandemi Covid-19 kondisinya masih belum memungkinkan untuk berkegiatan yang melibatkan banyak orang. Alhamdulillah, di akhir tahun 2021, meski pandemi belum berhenti, tapi telah terjadi penurunan yang cukup signifikan dan kondisinya memungkinkan bisa melakukan kegiatan bersama dengan tetap terbatas dan selalu menerapkan protokol kesehehatan. Pelaksanaan LSR dapat dilakukan pada Minggu (26/12/2021).

Di Bandung, meskipun dibayangi cuaca mendung dan gerimis kecil, banyak pesepeda terutama dari komunitas melaksanakannya dengan berbagai cara. Sebagian besar lebih memilih bersepeda keliling kota, tapi tak sedikit yang melakukan bersepeda ke trek-trek sepeda baik yang dekat maupun jauh hingga ke luar kota.

Ada juga yang memanfaatkan moment hari Minggu terakhir tersebut dengan menggelar perayaan hari jadi komunitasnya, dan beberapa tetap konsisten melakukan kegiatan gerakan ke-bike-an mengedukasi pesepeda tertib berlalulintas. Berikut uraiannya:

Cepot Lipet Bandung (CLB), menurut ketuanya, Angga Marditama Sultan Sufanir, LSR Bandung 2021 merupakan yang ke-12 kalinya diadakan, diikuti oleh 96 pegiat sepeda lipat dan genre lainnya perwakilan dari beberapa komunitas. Selain CLB selaku koordinator, komunitas lain yang ikut serta yaitu Norch, Ecosmo, Pocket Rocket, Why so Serious, Brokokok, London Taxi, Basikal Kolektif, B2W Bandung, dan Kompakers.

Khusus Bandung, LSR kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana masa dikumpulkan di satu tempat, namun saat bersepeda dibagi beberapa kelompok mengitari kota Bandung, dari mulai titik kumpul di Bike Story Jalan Ranggamalela melalui Jalan Sulanjana, Dago Juanda, Dayang Sumbi, Siliwangi, Cihampelas, Wastukencana, L.L.R.E Martadinata, Merdeka, Lembong, Tamblong, Asia Afrika, Cikapundang Barat, Banceuy, Braga, Suniaraja, Perintis Kemerdekaan,  Aceh, Lombok, Citarum, Cisanggarung,  Hayam Wuruk, Cilamaya, Diponegoro, Trunojoyo, Ranggading dan berakhir di tempat semula titik kumpul.

Di tempat finish, selain bersilaturahmi, dan sarapan, juga ada pembagian doorprize persembahan berbagai sponsor yang mendukung kegiatan tersebut.

LSR FBI 2021 (Foto: Dok. Bambang Yukgowes).*

Federal Bandung Indonesia (FBI), Yadi Riyadi atau yang akrab disapa Baba Yadi selaku koordinator kegiatan, menuturkan bahwa LSR FBI 2021merupakan kegiatan kali ketiganya bertema “Tunjukan Federalmu”, diikuti oleh 50 anggotanya.

Mereka bersepeda bersama seperti halnya CLB dibagi secara beberapa kelompok dimulai dari tempat titik kumpul (tikum) di pedestrian Balai Kota Jalan Merdeka melaju melalui Jalan Lembong, Tamblong, Asia Afrika, Cikapundung Barat, Banceuy, Braga, Suniaraja, Perintis Kemerdekaan, Wastukencana, L.L.R.E Martadinata, Dago Juanda, Dipatiukur, Bagus Rangin, Surapati, dan Gasibu.

Saat tiba di Jalan Diponogoro, mereka berhenti sejenak untuk berfoto bersama depan Gedung Sate, kemudian perjalanan dilanjutkan melalui Jalan Cilamaya, Banda, LRE Martadinata, Jalan Merdeka kembali ke tempat tikum semula. Di tempat tersebut diisi kegiatan silaturahmi, ngopi, dan pembagian doorprize.

Lipatan Bandung Selatan dan Sekitarnya (LIBASS), merupakan komunitas pesepeda yang mengakomodir pegiat sepeda lipat daerah Bandung Selatan, meskipun sebagian besar anggotanya adalah dari Kota Bandung yang awalnya sering bertemu saat bersepeda ke daerah selatan.

Dari situlah mereka sepakat membentuk LIBASS, didirikan tanggal 26 November 2019. Awalnya beranggotakan 15 orang, tapi saat ini tercatat sudah mencapai 135 orang. Ragam kegiatan bersepeda rutin yang dilaksanakannya yaitu Gowes Bareng (Gobar), Gowes Bersedekah (Gober), dan Gowes Peuting (Gopet).

Meskipun lahir di bulan November, karena sesuatu hal, hari jadi ke-2 mereka baru bisa dilaksanakan pada 26 Desember 2021 sekaligus memanfaatkan moment LSR. Diikuti oleh 180 orang, baik anggota maupun perwakilan dari 14 komunitas yang diundang.

Kegiatannya diawali dengan bersepeda bersama keliling Kota Bandung dari Cikapundung River Sport (CRS) Jalan Ir. Soekarno menuju tempat finish di Pasar Nostalgia (Panos) Batu Nunggal.

“Di Panos, kami mengadakan kegiatan liwetan, ngopi, tausiah, santunan dhuafa, doorprize persembahan beberapa sponsor, dan hiburan musik,” kata ketua Libass, Diki Hendrawan, yang akrab disapa Diki Dolay.

Konsisten di Sikasep Terlalu

Kegiatan Sikasep Terlalu terakhir tahun 2021 (Foto: Dok. Bambang Yukgowes).*

Sementara itu, beberapa pesepeda tetap melaksanakan kegiatan gerakan ke-bike-an yaitu Edukasi dan Kampanye Pesepeda Tertib Berlalu lintas (SIKASEP TERLALU) oleh Forum Komunikasi Komunitas Pesepeda se-Bandung Raya, di perempatan Jalan Dago – Cikapayang pada Minggu (26/12) dan merupakan edisi terakhir SIKASEP TERLALU tahun 2021.

Seperti biasa, selain edukasi tetap dilaksanakan kegiatan survei penghitungan jumlah pesepeda berdasarkan gender yang masuk ke Jalan Dago dari arah bawah (selatan), Gasibu (timur), dan Cikapayang Tamansasri (Barat).

Usai kegiatan, mereka melakukan sedikit evaluasi untuk harapan ke depan tentang keberlangsungan kegiatan edukasi tersebut di tahun 2022.

Salam sehat, semangat, dan tetap waspada. Selalu bersepeda dengan tertib, bijak, dan beretika. Selalu menerapkan protokol kesehatan. Semoga pandemi segera sirna. Salam boseh dan go green! (Cucu Hambali, Bersepeda itu Baik)***

komentar

Tinggalkan Balasan