METRUM
Jelajah Komunitas

Skill Komunikasi Fotografer

ANEH ya? Sepertinya tidak ada kaitan secara langsung antara berkomunikasi dan menghasilkan foto yang bagus. Yah, memang kenyataannya foto memang tidak dihasilkan dengan berbicara dan berteori. Tetapi, sebuah fakta pula kalau seorang fotografer memiliki kemampuan komunikasi yang baik, maka peluangnya menghasilkan karya yang baik juga semakin besar.

Cobalah tempatkan diri kita dalam beberapa situasi yang biasa dihadapi oleh seorang pemotret di bawah ini.

  • a) Kamu sedang hendak memotret model, tetapi setelah berulangkali melakukan pemotretan gaya dan mimik wajah sang model cantik tidak sesuai dengan ide atau yang diinginkan oleh Kamu.
  • b) Kamu sedang hunting foto di stasiun, tempat yang sebenarnya sangat menarik, tetapi para Petugas Keamanan Dalam (PKD) memandang curiga dan menegur.
  • c) Kamu kebetulan mendapat order untuk membuat foto pre-wedding atau pernikahan.
Penjual lukisan di Jalan Braga, Kota Bandung (Foto: Hanna N).*

Nah, kira-kira, jika Kamu tidak memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, bisakah Kamu menghasilkan foto yang baik? Kemungkinan besar sulit sekali.

Kasus a) bagaimana model bisa bergaya yang sesuai dengan ide dan kemauan, ketika ia tidak tahu dan mengerti apa yang dikehendaki?

Kasus b) hampir mirip dengan kasus a), tetapi seorang fotografer seperti ini bukan hanya memandu, tapi juga memberikan saran kepada pelanggan tentang ide dan juga teknik pelaksanaan yang baik.

Semua itu membutuhkan komunikasi, dan tidak bisa hanya dengan menunjukkan kamera saja. Bagaimanapun, seorang fotografer adalah tetap manusia yang dalam menjalankan kegiatannya akan bertemu dengan manusia-manusia lainnya. Ia akan terus dihadapkan pada situasi dan kondisi dimana kameranya tidak bisa dipergunakan, dan bahkan menjadi penyebab “masalah”.

Ia harus tetap menjadi manusia dan memerlukan kemampuan lainnya yang tidak ada kaitannya dengan penempatan fokus atau obyek, atau cara membuat bokeh. Ia memerlukan komunikasi untuk memperlancarnya mencapai tujuannya, menghasilkan foto yang baik. Pengalaman selama hunting foto di jalanan menunjukkan banyak keuntungan kalau tahu cara berkomunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar.

seorang fotografer harus mengembangkan kemampuan komunikasi dengan sekitar. Sangat bermanfaat meski tidak secara langsung berkaitan dengan kegiatan memotretnya, tetapi hal itu akan menghilangkan banyak gangguan dan bisa menciptakan kondisi yang mendukung.

Tips buat Metronom: Jika Kamu gemar melakukan hunting foto di jalanan, usahakan jika tiba di lokasi, di manapun yang Kamu tuju dan anggap menarik, jangan langsung keluarkan kamera. Berhentilah dan kemudian coba bercakap-cakap dengan orang-orang yang ada di sekitar. Kamu akan merasa lebih tenang saat memotret dan tidak jarang justru akan mendapatkan informasi yang menarik tentang lokasi-lokasi lainnya. (Hanna Nursifa R/JT)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: