METRUM
Jelajah Komunitas

“Syair Cinta”, Single TerBaru Suarasama

MEMASUKI usianya yang ke-25 tahun, kelompok musik Suarasama yang dimotori oleh pasangan suami-istri Irwansyah Harahap dan Rithaony Hutajulu ini baru saja merilis satu lagu single terbaru mereka berjudul ”Syair Cinta” pada Jumat, 26 Maret 2021. 

Sebelumnya, Suarasama telah memproduksi empat album musik: “Fajar Di Atas Awan” (1998, 2018), “Rites of Passage” (2002); “Lebah” (2008); dan “Timeline” (2013).

Album “Fajar di Atas Awan” diproduksi dalam bentuk keping CD oleh Radio France Internationale (RFI), France 1998. Satu lagu berjudul “Fajar di Atas Awan” yang terdapat di dalam album tersebut juga dipublikasi sebagai lagu penutup dalam Music of Indonesia 20: Indonesian Guitars by the Smithsonian Folkways Recording, 1999 in Washington DC, USA.  Di tahun 2008 album yang sama diterbitkan ulang dalam bentuk  CD dan LP oleh DragcityChicago dan didistribusikan ke beberapa negara di dunia. 

Ditanya mengenai apa yang melatarbelakangi karya lagunya kali ini, Irwansyah menyampaikan, “Kami ingin menghadirkan kembali karya-karya inspiratif terdahulu tentang semangat kebebasan dan kemanusiaan. Membaca novel ‘Doctor Zhivago’ rasanya kita dikembalikan pada sebuah imajinasi tentang retorika, dialektika, serta dinamika kekuasaan, kebebasan, ketertindasan, kemerdekaan dan kemanusiaan saling berkelindan. Menurutku, hari ini kita melihat berbagai persoalan kehidupan masih terjebak dengan berbagai persoalan yang sama.” 

Irwansyah melanjutkan, bahwa lirik dalam karya lagu ini mengambil dan menyadur langsung satu kutipan dari Boris Pasternak, dalam novelnya ”Doctor Zhivago”. 

Penggarapan musiknya, mereka membuatnya secara bersama-sama. “Tadinya bang Iwan [sapaan dari Irwansyah Harahap] pingin digarap dengan pendekatan full acoustic band, tapi saya pinginnya lebih minimalis, agar pesan lirik lagu bisa lebih didengar dan diapresiasi,” ujar Rithaony Hutajulu sambil melirik dan tersenyum pada suaminya.

“Ya, kami akhirnya memutuskan aransemen musiknya hanya dengan iringan orkestrasi bunyi alat petik lute dan gitar akustik aja,” lanjut Irwansyah Harahap menimpali. Rithaony Hutajulu sendiri menjadi vocal utama dalam membawakan karya lagu ini. 

suarasama1.jpg
Irwansyah Harahap dan Rithaony Hutajulu (Foto: Dok. Suarasama).*

Ditanya kenapa kali ini hanya mengeluarkan single, berbeda dengan album-album musik Suarasama sebelumnya? Rithaony menjawab, “Ya, sekarang ini medium pendistribusian karya musik memiliki format berbeda, apa yang disebut dengan era digital platform. Nah, kita menyesuaikan dengan keadaan itu. Sebenarnya kita telah menyiapkan ada delapan karya lagu baru di akhir tahun 2020 lalu; lagu ‘Syair Cinta’ ini merupakan salah satunya. Mudah-mudahan di akhir tahun 2021 nanti bisa diterbitkan dalam bentuk album fisiknya”.

Album musik Suarasama “Fajar di Atas Awan” dianggap sebagai “One of the 5 best World Music album of the year” oleh San Francisco Chronicle (SFGate.Com); “One of the 10 best World Music album Of the Year” oleh UnCut Magazine, London dan “One of the 10 Best Album of October 2008” oleh Global Rhythm Magazine, USA. 

Karya musik Suarasama juga dipakai sebagai bagian dari isi dan ilustrasi film “[un]COMMON SOUNDS: exploring the contribution of music and the arts in fostering sustainable peacebuilding among Muslims and Christians”, oleh Fuller Theological Seminary, USA (2013). 

Irwansyah Harahap sendiri telah mendapat anugerah kebudayaan Kemendikbud RI sebagai pelopor world music di Indonesia tahun 2017.

foto profile suarasama 1.JPG
Suarasama (Foto: Dok. Suarasama).*

Sebagai penutup, mengutip pesan kata-kata dari cuplikan bait dalam lagu ‘Syair Cinta”, 

“Membentuk kembali hidup! 

Orang yang bisa omong begitu, 

tak pernah faham sedikit pun, apa itu hidup

Cinta memberi kita kesempatan untuk melihat sesuatu,

yang tak dapat dilihat oleh mereka yang tidak melilikinya…”

Suarasama berharap, single ini mendapat tempat terbaik bagi penikmat musik Indonesia dan mancanegara. (M1)***

komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: