METRUM
Jelajah Komunitas

Tekan Kekerasan dan Radikalisme Anak, Bupati Bandung Minta Guru BK Jaga Kerahasiaan Curhat Siswa

KABUPATEN BANDUNG (METRUM) – Bupati Bandung, Dadang Supriatna (Kang DS), menegaskan bahwa guru Bimbingan dan Konseling (BK) wajib “selesai dengan dirinya sendiri” sebelum membimbing siswa. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah aksi kekerasan serta radikalisme di lingkungan sekolah.

Pesan menohok tersebut disampaikan Kang DS dalam Sosialisasi Pencegahan Tindak Kekerasan dan Radikalisme terhadap Anak di Gedung Mohamad Toha, Soreang, Kamis (3/9/2026). Agenda yang dihadiri 371 guru BK SMP ini merupakan kolaborasi Dinas DALPUK PPA dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung.

Kang DS mengingatkan bahwa guru BK memiliki posisi strategis sebagai ruang aman bagi siswa. Oleh karena itu, kerahasiaan masalah anak didik wajib dijaga ketat, bukan malah dijadikan konsumsi publik.

“Guru BK harus sudah selesai dengan dirinya. Karena ada beberapa rahasia anak yang harus disimpan guru BK. Jangan malah guru BK mem-bullying atau mengekspos di media sosial terkait permasalahan anak tersebut, karena ini bahaya,” tegas Kang DS.

Ia menambahkan, mentalitas profesional tanpa prasangka menjadi syarat mutlak bagi guru BK agar siswa merasa terlindungi saat menyampaikan keluh kesah.

“Guru BK tidak punya rasa hasut, tidak punya rasa iri, dan tidak punya rasa membocorkan rahasia,” ujarnya.

Selain menjaga kerahasiaan, peran BK juga diarahkan menjadi jembatan komunikasi antara orang tua dan sekolah ketika siswa menghadapi masalah domestik di rumah.

Guna memperkuat lingkungan sekolah yang kondusif, Kang DS menginstruksikan jajaran pendidik hadir lebih awal lewat program SAPA BEDAS (Salam Sapa Pagi Anak Bedas Cerdas), menerapkan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), serta memutar lagu Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WIB untuk menangkal paham radikalisme. (M1)***

BACA JUGA:  KDS Buka MPLS 2026, Tegaskan Sekolah Harus Bebas Bullying dan Pungli

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.