Teknologi 2nm TSMC Siap Meluncur, Janjikan Performa Lebih Kencang dan Hemat Daya
TAIWAN, ROC (METRUM) – Perusahaan semikonduktor terbesar dunia, TSMC, mengumumkan pencapaian penting dalam pengembangan teknologi chip generasi terbaru. Dilansir dari RTI, melalui situs resminya, Selasa (30/12), TSMC memastikan bahwa teknologi proses 2 nanometer (2nm) akan mulai diproduksi secara massal pada kuartal keempat 2025. Produksi tersebut akan dipusatkan di Wafer Fab 22 yang berlokasi di Kaohsiung.
Pengumuman ini menjadi tonggak baru bagi TSMC sekaligus industri semikonduktor global. Teknologi 2nm disebut akan menjadi proses manufaktur chip paling canggih di dunia, dengan peningkatan signifikan pada performa dan efisiensi daya. Inovasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan komputasi berdaya rendah yang terus meningkat, seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan perangkat pintar.
Teknologi 2nm TSMC mengandalkan arsitektur transistor nanosheet generasi pertama. Struktur ini memungkinkan kepadatan transistor yang lebih tinggi sekaligus konsumsi daya yang lebih rendah dibandingkan teknologi sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan proses N3E (3nm), teknologi 2nm mampu meningkatkan kecepatan hingga 10–15 persen pada tingkat konsumsi daya yang sama. Alternatifnya, pada performa setara, konsumsi daya dapat ditekan hingga 30 persen, dengan peningkatan kepadatan chip lebih dari 15 persen.
Peningkatan tersebut diyakini akan membawa perubahan besar pada kemampuan perangkat masa depan, mulai dari ponsel pintar generasi terbaru hingga sistem komputasi berkinerja tinggi dan superkomputer.
Tak hanya itu, TSMC juga mengumumkan pengembangan proses lanjutan bernama N2P, versi penyempurnaan dari keluarga 2nm. Teknologi ini ditargetkan memasuki tahap produksi massal pada paruh kedua 2026, sebagai bagian dari strategi TSMC untuk mempertahankan keunggulan teknologi dan dominasinya di pasar foundry global.
Di tengah langkah agresif TSMC, para pesaingnya juga terus mempercepat inovasi. Samsung dikabarkan akan memanfaatkan teknologi 2nm Gate-All-Around (GAA) untuk produksi massal prosesor Exynos 2600. Sementara itu, Intel mengembangkan teknologi proses 18A—yang setara dengan 2nm—yang rencananya akan digunakan pada lini prosesor Panther Lake.
Persaingan menuju teknologi nanometer yang semakin kecil pun kian sengit. Namun, dengan jadwal yang jelas dan pengumuman resmi ini, TSMC mengirimkan sinyal kuat bahwa masa depan industri komputasi global akan terus dibentuk melalui fasilitas produksinya, dengan Kaohsiung sebagai salah satu pusat inovasi utama. (M1-RTI)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.