METRUM
Jelajah Komunitas

Tragedi di Cihampelas, Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal Dunia

Wali Kota Bandung Sampaikan Duka Mendalam

KOTA BANDUNG (METRUM) – Kota Bandung tengah diliputi duka. Seorang pelajar dari SMAN 5 Bandung dilaporkan meninggal dunia di kawasan Jalan Cihampelas pada Jumat, 13 Januari 2026. Menyikapi kejadian tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan belasungkawa dan rasa prihatin yang mendalam kepada keluarga korban.

Farhan meminta aparat berwenang segera menuntaskan penyelidikan terkait meninggalnya seorang remaja berusia 16 tahun yang diduga akibat kecelakaan. Ia menegaskan, proses hukum harus berjalan transparan agar penyebab pasti kejadian tersebut dapat diketahui, termasuk pihak yang harus bertanggung jawab.

“Saya sangat prihatin dan berduka atas wafatnya anak kita ini. Dugaan sementara memang karena kecelakaan, tetapi harus dipastikan melalui penyelidikan yang tuntas agar kita mengetahui penyebab sebenarnya serta siapa yang bertanggung jawab,” ujar Farhan di Plaza Balai Kota Bandung, Sabtu (14/3/2026).

Farhan juga menyampaikan empati mendalam kepada keluarga korban. Ia mengaku dapat merasakan betapa beratnya kehilangan seorang anak di usia remaja.

“Sebagai seorang ayah, kehilangan putra di usia 16 tahun tentu sangat menyakitkan. Saya turut merasakan duka yang luar biasa yang dirasakan orang tua korban,” katanya.

Menyikapi peristiwa tersebut, Farhan memastikan Pemerintah Kota Bandung akan memperkuat koordinasi dengan Polrestabes Bandung untuk meningkatkan pembinaan terhadap para pelajar. Langkah ini terutama difokuskan pada kelompok-kelompok remaja yang kerap berkumpul di warung atau tempat tongkrongan di sekitar lingkungan sekolah.

Menurut Farhan, berdasarkan informasi yang diterima, terdapat sejumlah kelompok pelajar yang sering berkumpul di lokasi tertentu dan bahkan menamakan diri sebagai kelompok tongkrongan.

“Ada beberapa kelompok siswa SMA yang sering berkumpul di warung-warung dekat sekolah. Ini sedang kami identifikasi dan akan menjadi perhatian untuk dilakukan pembinaan,” jelasnya.

BACA JUGA:  AS Berikan Fasilitas Cuci Tangan dengan Sabun kepada Indonesia untuk Melawan Covid-19

Ia menegaskan, upaya pencegahan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah dan kepolisian saja. Peran pihak sekolah sangat penting untuk memberikan informasi serta melakukan pengawasan terhadap aktivitas siswa.

Karena itu, Pemkot Bandung akan melibatkan para kepala sekolah untuk memperkuat komunikasi dan berbagi informasi terkait dinamika perilaku para pelajar.

“Tanpa informasi dari kepala sekolah, pemerintah kota dan kepolisian tidak bisa melakukan pencegahan secara maksimal,” ujar Farhan.

Farhan juga menyinggung pengalaman patroli bersama aparat keamanan sekitar setahun lalu. Saat itu, ditemukan sejumlah pelajar SMP dan SMA yang masih berkumpul hingga larut malam, bahkan sambil mengonsumsi minuman keras maupun obat keras.

Fenomena tersebut, menurutnya, sangat memprihatinkan dan harus segera ditangani secara serius.

Ke depan, Pemkot Bandung bersama Polrestabes Bandung akan memperketat pengawasan terhadap aktivitas pelajar di luar jam sekolah, sekaligus melakukan pembinaan terhadap kelompok-kelompok tongkrongan yang berpotensi menimbulkan masalah.

Farhan berharap peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap aktivitas remaja, khususnya di luar lingkungan sekolah, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di Kota Bandung. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.