METRUM
Jelajah Komunitas

YPBB Salurkan Bantuan APD untuk Ratusan Petugas Pengelola Sampah

ORGANISASI nonprofit YPBB menggalang dana sebesar Rp 30.600.000,- untuk membekali 340 petugas pengelola sampah di Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung yang selama ini telah didampingi YPBB dalam program Zero Waste Cities, dengan alat perlindungan diri (APD). Petugas pengelola sampah merupakan orang-orang yang berisiko tinggi terpapar virus corona covid-19, terlebih di masa pandemi ini.

Target donasi terpenuhi hanya dalam empat hari setelah diumumkan pada 26 Maret 2020 dan donasi masih dibuka sampai tanggal 20 April 2020 mendatang.

Sampai Rabu (08/04/2020) dukungan sudah disalurkan kepada 110 petugas sampah dan donasi terkumpul sudah mencapai 58 juta Rupiah. Pembagian tahap pertama ini diperkirakan akan selesai tanggal 15 April 2020. Pada tahap kedua, pembagian paket Alat Pelindung Diri (APD) akan dilanjutkan ke petugas pengomposan dan petugas pengelola sampah di kelurahan dampingan yang belum mendapatkan, juga diperluas ke RW-RW lain yang selama ini menjadi binaan DLHK Kota Bandung.

Petugas sampah di RW 7 Kelurahan Leuwigajah Cimahi yang sudah terima bantuan APD (Dok.YPBB).*

Penggalangan dukungan ini dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelola sampah karena setiap harinya menghadapi risiko kesehatan yang tinggi, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini. Dukungan berupa masker kain, sarung tangan karet, sabun cuci tangan, hand sanitizer, madu, buah, tas kain, dilengkapi dengan himbauan untuk petugas pengumpul sampah.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Mochammad Ronny, petugas sampah tidak bisa berhenti melaksanakan tugasnya karena masyarakat menghasilkan sampah setiap hari. Sebagai konsekuensinya mereka harus berhadapan dengan resiko tertular virus corona dan berpotensi menulari anggota keluarganya, bahkan orang lain di sekitarnya. Jika menyentuh langsung material sampah yang menjadi media penularan virus tersebut, seperti masker bekas pakai yang kebetulan dibuang oleh masyarakat. APD yang diberikan akan sangat bermanfaat untuk mengurangi resiko tersebut, mengingat tingginya penggunaan masker di saat ini yang berpotensi tingginya timbulan sampah jenis ini di tengah masyarakat.

“Saya berharap kegiatan pemberian bantuan APD ini dapat diikuti oleh stakeholder lainnya. Kita harus ingat bahwa sampah adalah tanggung jawab kita bersama dan untuk itu kita juga harus bertanggung jawab  untuk membantu mencegah penularan wabah Corona di kegiatan pelayanan persampahan,” ujar Ronny.

Petugas sampah di RW 3 Kelurahan Sekeloa Bandung yang sudah terima bantuan APD (Dok.YPBB).*

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Dr. Kamalia Purbani, MT, mengapresiasi kegiatan ini. “Saya menyambut baik inisiatif dan kepedulian dari YPBB kepada para petugas pengumpul sampah di beberapa kelurahan. Saya berharap upaya ini bisa diikuti dengan edukasi kepada petugas pengumpul sampah dan rumah tangga yang diambil sampahnya agar dapat memisahkan sampah masker sekali pakai tidak digabung dengan jenis sampah lainnya,” himbau Kamalia.

Kegiatan yang dilakukan YPBB juga mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Asep Kusumah. Menurut Asep, kita harus empati dan mendukung gerakan seperti yang dilakukan YPBB. “Kegiatan ini mudah-mudahan menjadi inspirasi dan motivasi bagi yang lainnya. Info sementara kami baru membekali petugas armada, yaitu staf UPT yang berada di bawah DLH, dengan APD juga membersihkan truk sampah dengan desinfektan,” ujar Asep.

(Dok.YPBB).*

Selain pihak pemerintah, warga pun ikut menaruh perhatian besar terhadap para petugas pengumpul sampah ini. Tidak sedikit donasi dari warga untuk kegiatan ini. “Karena saya merasa para petugas itu punya resiko tertular berbagai penyakit, tidak hanya covid-19. Selama ini mungkin kita tidak terlalu memperhatikan,” kata Rima Putri Agustina, donatur dari Bali.

Demikian pula diungkapkan donatur lain dari Kota Bandung, Nur Anizah Caserawanty, meski dia hanya bisa bantu sedikit dana, semoga bisa bermanfaat bagi para petugas sampah. “Walaupun dananya ngga besar. Karena sedih sekali rasanya melihat mereka setiap hari kumpulkan sampah. Sampah kan kotor. Saya takut mereka terkena penyakit parah. Termasuk corona. Padahal mereka rata-rata lansia. Semoga mereka selalu diberi kesehatan,” ujar Nur.

Dukungan lain juga diberikan oleh GAIA (Global Alliance for Incinerator Alternatives) yang menyatakan akan menggulirkan dana sebesar USD 3.000 untuk distribusi alat pelindung diri dan sembako bagi para petugas pengelola sampah.

Kepedulian terhadap petugas sampah sebelumnya sudah dilakukan YPBB dengan menginisiasi uji kesehatan gratis dan pembagian sembako bagi 103 petugas sampah di kawasan dampingan YPBB dalam program Zero Waste Cities di Kota Bandung. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2020, dengan tujuan mengapresiasi dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap petugas pengumpul sampah.

(Dok.YPBB).*

YPBB adalah organisasi non-profit yang dirintis sejak tahun 1993, mendedikasikan diri untuk membantu masyarakat mencapai kualitas hidup yang tinggi dan berkelanjutan melalui gaya hidup selaras alam. Sejak 2005 YPBB fokus dalam isu zero waste. Tahun 2017 menjalankan Program Zero Waste Cities bekerjasama dengan GAIA, Mother Earth Foundation, didanai oleh Plastic Solutions Fund. Program Zero Waste Cities menerapkan pemilahan sampah dari sumber sehingga sampah yang dibawa ke TPA bisa berkurang dan otomatis meningkatkan kualitas hidup petugas sampah.

Informasi berbagai kegiatan YPBB lebih lanjut, dapat menghubungi Anilawati Nurwakhidin (081320375404), surel: anil@ypbb.or.id. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: