METRUM
Jelajah Komunitas

Bahaya Penggunaan Lampu LED bagi Mahluk Hidup

LAMPU LED atau Light Emitting Diode menjadi pilihan utama masyarakat. Selain memiliki cahaya yang lebih terang, Lampu LED juga dinilai mampu menghemat listrik lebih banyak dari lampu pada umumnya.

Namun, masyarakat banyak yang belum mengetahui bahwa Lampu LED memiliki efek samping yang berbahaya. Semakin populernya lampu LED mendorong peningkatan polusi cahaya yang memberikan dampak mengerikan bagi kesehatan manusia dan hewan.

Dilansir dari laman  AFP, Studi dari Sciences Advances menyatakan malam hari di bumi semakin terang dan mengancam kegelapan. Pengamatan satelit menunjukan cahaya buatan yang dinyalakan di luar ruangan naik dua persen setiap tahunnya sejak 2012-2016.

Meski begitu, hal ini tidak hanya disebabkan oleh pemakaian Lampu LED saja melainkan cahaya lain seperti lampu kendaraan. “Banyak orang menggunakan cahaya di malam hari tanpa benar-benar memikirkan biaya,” ujar Franz Holker, ahli ekologi Leibniz Institute for Freshwater Ecology and Fisheries.

Para ahli mengatakan, cahaya buatan pada malam hari tersebut bisa menganggu kualitas tidur manusia serta meningkatkan risiko kanker, diabetes dan depresi. Bagi hewan, hal itu akan mengganggu reproduksi burung, ikan, amfibi, serangga dan kelelawar juga bisa terganggu.

Juga dapat menyebabkan tanaman membutuhkan waktu lebih lama untuk tumbuh.

Parahnya, menurut Studi Ekologi Ekonomi tahun 2010, kelebihan cahaya pada malam hari juga menghabiskan biaya hampir tujuh miliaran dollar tiap tahunnya.

Hal itu berdampak negatif pada satwa liar, kesehatan, astronomi dan energi yang terbuang.

Adapun solusi yang dibutuhkan yakni dengan menggunakan lampu intensitas lebih rendah.

Selain itu, menghemat dalam penggunaan lampu serta mengganti warna lampu LED putih dengan warna kuning.(M1)***

komentar

Tinggalkan Balasan