METRUM
Jelajah Komunitas

Bakteri dalam Usus Pengaruhi Perilaku Sosial

TAIWAN, ROC – Tim peneliti yang dipimpin Asisten Profesor Lembaga Penelitian Jurusan Fisiologi, National Cheng Kung University, Wu Wei-li bekerja sama dengan tim peneliti Profesor Sarkis Mazmanian dari School of Biology and Bioengineering, California Institute of Technology melalui kerja sama internasional bersama-sama mengungkapkan bagaimana bakteri dalam usus mempengaruhi kehidupan sosial. Hasil penelitian ini juga dimuat dalam “Nature” salah satu buletin paling top dalam dunia ilmu pengetahuan.

Dilansir dari RTI, dalam konferensi pers yang digelar Kementerian Sains dan Teknologi pada Rabu (14/7/2021), Wu Wei-li mengemukakan, pada pengamatan awal perilaku “tikus tanpa bakteri” dan “tikus normal” dalam menghadapi hal yang sama. Interaksi sosial dari “tikus tanpa bakteri” terlihat lebih sedikit, tetapi kepekatan dari hormon “kortikosteroid” dalam tubuhnya lebih tinggi. Selanjutnya mereka setahap demi setahap meneliti berbagai cara untuk pemblokiran “kortikosteroid” yang dapat mengembalikan perilaku sosial dari “tikus tanpa bakteri”.

Bersama dengan itu mereka juga menggunakan “kortikosteroid” untuk merangsang tubuh “tikus normal”, perilaku sosial pada tikus normal mulai mengalami penurunan. Penelitian ini selain berhasil mengungkapkan pengaruh bakteri dalam usus dengan kode morse dalam otak, membuktikan bakteri dalam tubuh juga mengontrol tekananan dan perilaku sosial dari makhluk hidup.

Selain mendapatkan kunci penyebab, tim peneliti juga mendapati dalam usus “tikus normal” juga ada sejenis bakteri usus “Enterococci faecalis”, yang dapat menekan hormon stress dan prilaku sosial, yang selanjutnya dapat membantu dalam pengobatan penderita autism, Skizofrenia, depresi, gangguan kecemasan dan lainnya. Namun Wu Wei-ji menegaskan, meskipun dalam dunia medis “Enterococci faecalis” membuat orang sakit kepala, tetapi juga ada manfaatnya, tentu saja hal ini masih memerlukan penelitian dan percobaan klinis yang masih panjang. (M1-RTI)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: