METRUM
Jelajah Komunitas

BOI Chapter Bandung: Bertemu di Bengkel, Berlanjut Jadi Komunitas

”SATU Rasa, Satu Jiwa, Satu ­Aspal” menjadi jargon dari ­komunitas yang baru saja ­merayakan hari jadinya untuk pertama kali. Benelli Owner Indonesia (BOI) Chapter Bandung, pada Sabtu (2/9/­2017) menggelar acara syukuran HUT pertama mereka.

Dikatakan Wisnu Cahyana selaku Ketua BOI Chapter ­Bandung, selama satu tahun berdiri telah banyak kegiatan yang dilakukan. Baik itu misi sosial, atau aktivitas touring. Jumlah anggotanya pun cukup banyak yakni 89 orang.

Lebih lanjut dirinya menceritakan tentang awal mula terbentuknya BOI Chapter Bandung. Ketika itu ia dengan sesama pengguna motor Benelli kerap berjumpa di bengkel saat mela­kukan perawatan berkala atau servis.

“Dari obrolan tersebut, akhirnya tercetus inisiatif untuk membentuk komunitas sesama pengguna Benelli di Bandung yang menginduk ke BOI pusat. Sebenarya di Bandung dahulu sudah ada, tetapi tidak aktif,” jelasnya.

Populasi motor Benelli di Bandung memang tidak terlalu banyak. Dari data yang ada, sekitar 400 unit sepeda ­motor Benelli beragam varian ada di Bandung.

“Memang tidak terlalu banyak pengguna motor ini di Bandung. Mereka yang bergabung dengan BOI Chapter Bandung ada yang menggunakan Zafferano 250 dan TNT 250,” katanya.

Kegiatan yang rutin dilakukan me­nurut dia adalah touring. Selama satu tahun ini, pernah ada perjalanan yang pernah dilakukan terjauh ke Makassar.

Sebagai komunitas otomotif yang masih baru, salah satu hal yang di­tekankan Wisnu kepada rekan-rekannya adalah kampanye keselamatan berkendara dan di jalan raya.

“Kami selalu propagandakan kam­panye safety riding dan ter­tib berlalu lintas,” ucapnya.

Pada kegiatan HUT ke-1 BOI Chapter Bandung, di Balai ­Kota Bandung dilakukan sejumlah kegiatan kesenian dan kebudayaan mulai dari pagelaran seni tari, hingga beberapa hiburan dari band. Turut hadir pula beberapa komunitas sepeda motor, dan perwakilan dari BOI Pusat.

Ketua BOI Handaru mengatakan, perayaan HUT pertama yang dilakukan Chapter Bandung patut diacungi jempol. Sekalipun sederhana, tetap meng­angkat unsur kebudayaan.

“Sejak berdiri pada 2012 lalu, kita ­sudah ada sembilan chapter di nasional. Paling jauh chapter Bali,” jelasnya.

Handaru mengaku sebagai komunitas sepeda motor pabrikan Eropa, ia tidak melulu mengejar jumlah ang­gota. Bagi dia, dengan jumlah anggota yang teregistrasi sebanyak 200 itu kini solid. Alangkah lebih baik lagi jika pengguna Benelli lainnya dapat bergabung. ­(Mohamad Ilham Pratama, Sumber: Pikiran Rakyat 08-09-2017)***

komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: