METRUM
Jelajah Komunitas

Maraknya “Homeless” di Pusat Kota, Pemkot Bandung Lakukan Penertiban

KOTA BANDUNG (METRUM) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan operasi penertiban terhadap tunawisma atau “homeless” yang kian marak di kawasan pusat kota, terutama saat lonjakan wisatawan pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti meningkatnya aktivitas homeless di sejumlah kawasan pusat kota yang berdampak pada persoalan kebersihan lingkungan. Hal tersebut disampaikannya usai melakukan evaluasi pengamanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Balai Kota Bandung, Senin (12/1/2025).

Farhan mengungkapkan, persoalan tersebut terungkap setelah dirinya menerima keluhan langsung dari warga saat melakukan patroli keamanan pada akhir pekan lalu. Warga mengeluhkan adanya bau tidak sedap di sejumlah sudut kota yang belakangan diketahui berasal dari kotoran manusia.

“Saat patroli, ada warga yang menyampaikan keluhan soal bau menyengat. Setelah ditelusuri, ternyata di banyak titik ditemukan kotoran manusia,” ujar Farhan.

Menurutnya, temuan tersebut terjadi di sejumlah lokasi strategis pusat kota, seperti kawasan Braga dan Taman Vanda. Bahkan, beberapa bangunan kosong di sepanjang Jalan Asia Afrika juga disalahgunakan sebagai tempat buang hajat oleh oknum tertentu.

Menanggapi kondisi itu, Farhan menegaskan bahwa solusi yang akan ditempuh tidak hanya dengan menambah fasilitas toilet umum. Pemerintah Kota Bandung akan terlebih dahulu melakukan operasi penertiban terhadap homeless dan manusia gerobak yang beraktivitas di kawasan wisata dan pusat kota.

“Langkah awal yang kita lakukan adalah operasi penertiban terhadap homeless dan manusia gerobak. Jumlahnya memang cukup banyak,” tegasnya.

Selain penertiban, Pemkot Bandung juga akan melakukan pembersihan menyeluruh di lokasi-lokasi yang selama ini kerap dijadikan tempat buang hajat, termasuk gedung kosong dan sudut-sudut jalan di pusat kota.

BACA JUGA:  Frozen Land Indonesia, Sensasi Dingin Eropa di Kota Bandung

Di tengah persoalan sosial dan kebersihan tersebut, Farhan menyebut libur Nataru tetap memberikan dampak positif bagi Kota Bandung. Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama periode liburan tercatat melampaui target yang telah ditetapkan.

“Selama dua pekan libur Nataru memang ada dampak serius terhadap kebersihan, tetapi alhamdulillah PAD kita melampaui target,” ujarnya.

Capaian tersebut, lanjut Farhan, menjadi modal penting bagi Pemerintah Kota Bandung untuk mendukung penambahan kuota pembangunan infrastruktur ke depan, sebagaimana diarahkan oleh Gubernur Jawa Barat. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.