METRUM
Jelajah Komunitas

Menulis, Aktivitas yang Saya Lakukan Saat #Stayathome

WABAH covid-19 telah memporak-porakandakan tatanan kehidupan di dunia, akan tetapi sekaligus merubah pola kehidupan yang selama ini sudah terbiasa dijalani. Banyak orang yang kemudian lebih sering bertemu dengan keluarga, lebih sering beraktivitas di rumah atau lebih rajin cuci tangan dan bersih-bersih menjadi salah satu perubahan pola hidup tersebut.  

Bagi yang memilih mematuhi anjuran untuk stay at home atau di rumah saja baik sepanjang pemberlakuan pembatasan sosial, “new normal” maupun sepanjang wabah masih terus menghantui, mereka mengatasi kejenuhan dengan berbagai cara, tidak sekedar menjadi “kaum rebahan”.

Pengemasan jamu sehat sibulan (Dok. Cuham).*

Banyak teman-teman yang berupaya melakukannya, seperti jualan secara online, bekerja atau belajar dari rumah, membuat kerajinan dan sebagainya. Sementara saya sendiri melakukan aktivitas menulis, dilakukan sambil membantu melayani toko alat tulis kantor (ATK) dan fotokopi milik tuan rumah di mana saya tinggal dan alhamdulillah rumah ini menyediakan fasilitas wifi sehingga memudahkan saya mengakses  bahan, sumber dan hasil tulisan melalui internet.

Dengan bermodalkan laptop punya teman yang dititipkan sudah sekian lama, disamping update di media sosial saya menulis hampir tiap hari selama dua bulan berdiam diri di rumah hingga saat ini. Saya bukan penulis profesional dan tidak punya ilmu dasar terkait hal itu. Dari kecil saya suka menulis dan saya dikaruniai kelebihan bisa dan semangat untuk menulis meski pun amatiran hingga sekarang.

Karena basic saya pegiat sepeda sehingga lebih banyak tulisan terkait aktivitas bersepeda, sisanya terkait hal lain seperti sosial atau lingkungan. Sudah puluhan tulisan saya buat selama masa di rumah saja dan hampir semua tulisan bertema tentang covid-19.

Pengemasan masker kain untuk dibagikan (Dok. Cuham).*

Tulisan baik yang bersifat opini, tips atau liputan, saya kirim ke media-media berbasis internet atau digital. Beberapa tulisan yang dikirimkan sudah dimuat, salah satunya di media Metrum. Berikut beberapa tulisan nya:

  1. Beib: Aktivitas Pesepeda Saat Puasa Di Tengah Wabah Corona, 5/3/2020
  2. Beib: Membingkai Spot Humanis Di Atas Sadel, 8/4/2020
  3. Reportase: Uncle Tebob Beri Bantuan Pada Mahasiswa Poltekesos Terdampak Covid-19, 19/4/2020
  4. Corak: Aksi “Sibulan” Dalam Penanganan Masyarakat Terdampak Pandemi, 8/5/2020
  5. Beib: Bersepeda dan New Normal, 3/6/2020

Aktivitas Lainnya

Selain menulis, saya juga sesekali membantu aktivitas sosial peran serta Sibulan dalam penanganan covid-19 di wilayah di mana saya berada yaitu di Sukagalih, Sukajadi Kota Bandung. Kebetulan rumah yang saya tempati merupakan rumah tempat para relawan, kader PKK dan generasi muda berkegiatan sosial, lingkungan dan kesehatan di bawah naungan Yayasan Rumah Sahabat Bahagia pimpinan Sansan Syahdriana atau biasa dipanggil Abah Sansan.

Pembagian sembako (Dok. Cuham).*

Saya berada di rumah tersebut juga berawal dari kegiatan kesukarelawanan hingga berkat kebaikan yang punya rumah beserta keluarganya akhirnya saya tinggal di sana dan menjadi relawan, bahkan di percaya jadi koordinator pendistribusian logistik di kegiatan Sibulan (berbagi nasi bergizi untuk lanjut usia).

Saat masa pandemi kegiatan Sibulan dihentikan dan beralih melakukan kegiatan sosial seperti sosialisasi covid-19 kepada masyarakat, pembagian masker non medis, produksi jamu sehat, pembagian sembako, dapur umum, dan kupon belanja gratis kebutuhan pokok untuk kaum dhuafa.  Dananya didapat selain dari kas pribadi juga dari para donatur dan relasi Rumah Sahabat Bahagia dan Sahabat Uncle Tebob.

Ke depan, meskipun masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah dicabut dan beralih ke masa “new normal”, selama pandemi covid-19 masih berada di muka bumi ini dan belum ada vaksinasinya, selain tetap menulis dan beraktivias sosial, saya akan berupaya semaksimal mungkin menerapkan pola hidup aman dan sehat khususnya untuk diri sendiri.

Meningkatkan kebiasaan bersepeda sebagai moda transportasi bukan lagi untuk hobi dan olah raga dengan tetap menerapkan protokol bersepeda atau bersepeda SMART (Sendirian, Masker, Arm/glove, Rute tidak ramai, Timing bukan jam sibuk), tidak lagi ikut kumpul-kumpul, dan bertemu hanya ada keperluan penting.

Semoga pandemi segera berakhir agar kita semua bisa beraktivitas kembali dengan tidak diliputi rasa was-was.

Salam sehat dan semangat literasi. (Cuham)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: