METRUM
Jelajah Komunitas

Mister Teen Indonesia sebagai Role Model Remaja Masa Kini

(RE)AKSI Remaja Garut pada Minggu (29/11/2020) menyiarkan episode spesial pertama berjudul “Berbagi dan Tanya Jawab Bersama Mister Teen Jawa Barat 2020” bersama host Ulfa Yulia dan narasumber Muhammad Reza Wahyudin Syaban.

Mister Teen Jawa Barat adalah kontes pencarian role model remaja usia 15-19 tahun. Model ini menjadi contoh positif untuk remaja. Saat pandemi tahun 2020 ini, Jawa Barat tidak mengadakan audisi untuk Mister Teen Jawa Barat. Sebagai Runner Up, Reza dipilih untuk mewakili Jawa Barat pada Mister Teen di tingkat nasional.

Menurut Reza, kriteria Mister Teen Jawa Barat adalah memiliki sikap yang baik dan mempunyai tujuan yang dapat disalurkan serta dikembangkan setelah mengikuti ajang ini.

“Motivasi Saya mengikuti ajang ini karena saya menyukai berbicara di depan banyak orang. Untuk menyalurkan kesukaan itu, saya mengarahkannya pada hal yang lebih positif dengan tujuan menumbuhkan sifat percaya diri. Selain itu, saya juga menyukai dunia model, foto, dan entertainment,” kata Reza.

Bincang-bincang bersama Reza di Metrum Radio (Dok. RR).*

Reza menjadikan ajang ini sebagai batu loncatannya untuk menyalurkan ketertarikannya terhadap dunia entertainment. Dengan mengikuti ajang ini, secara tidak langsung fotonya akan di post di akun Pageant luar dan menunjukkan eksistensinya.

Reza mulai mengikuti kontes saat kelas XI SMA umur 17 tahun. Ia diundang salah satu pageant lewat DM Instagram untuk mengikuti audisi tersebut. Sebagai salah satu kontestan termuda, ia sempat kebingungan karena ada sesi wawancara. Saat belajar di kelas, ia justru terlihat menggunakan gawainya dan melakukan video call.

(Foto: Dok. Metrum)

Ketika masuk audisi dan diterima menjadi finalis. Dari situ ia mulai merasa resah dan kurang percaya diri. Ketika grand final, Reza sempat menangis karena merasa tidak percaya diri. “Saya sempat salah menyebut daerah perwakilan, yang harusnya menyebutkan “dari Garut” malah “Suka-Garut” karena melihat kontestan sebelumnya yang berasal dari Sukabumi. Akhirnya saya tidak lolos ke babak selanjutnya,” tuturnya.

(Foto: Dok. Metrum)

Setelah itu, barulah ada pemilihan Mister Teen. Tetapi sebelumnya ia mengikuti pemilihan mojang jajaka di daerah Garut. Namun tidak lolos. Dari situ mulai datang hujatan dari netizen yang menyebutkan “Kok bisa mewakili Garut di ajang Mister Teen ini, padahal mojang jajaka aja nggak lolos”. Hal itu sempat membuatnya sedikit down.

Akhirnya Reza mengikuti Mister Teen sebagai pelarian dan kemudian ia diterima. Setelah itu, ia mengikuti proses perlombaan dari pendaftaran, karantina, hingga final. Dan akhirnya mendapat juara runner-up.

(Foto: Dok. Metrum)

Selama karantina, Reza melakukan kunjungan kepada sponsor untuk mencari sponsor, melakukan photoshoot, belajar materi, games, berbincang bersama teman untuk menemukan relasi dan pengetahuan. Ia belajar ilmu tentang public speaking yang baik, cara berjalan di catwalk, hingga cara duduk yang baik.

Ilmu paling berkesan yang ia dapat yaitu cara menjawab pertanyaan ketika interview yang baik itu seperti apa. Ia mencontohkan bahwa apabila kita ditanya mengenai identitas, baiknya ucapkan terlebih dahulu terimakasih, lalu baca ulang pertanyaannya, setelah itu baru berikan jawaban. Ketika gugup saat melakukan public speaking, baiknya tangan hanya diam atau tidak melakukan pergerakan terlalu sering, dengan menampilkan gestur tubuh yang terlihat berwibawa.

(Foto: Dok. Metrum)

Isu remaja di Jawa Barat yang menjadi titik fokus bagi Reza yaitu isu kenakalan remaja. Menurutnya, kenakalan remaja adalah penyebab utama dari isu-isu yang beredar dan terjadi pada remaja.

“Kenakalan remaja berawal dari seseorang yang memiliki masalah, akan tetapi tidak memiliki wadah untuk menampung dan menyalurkan masalahnya. Akhirnya terjerumus pada pergaulan yang salah, untuk mendapatkan kebebasan dan menyalurkan isi hatinya,” ujar Reza.

Reza akhirnya membuat suatu advokasi untuk mendengarkan curhatan dari para remaja, yang bernama “Dengarkan curhatku“. Awalnya karena banyak teman-teman ia yang sering berbagi cerita dan curahan hatinya, setelah itu ia berpikir mungkin dirinya adalah seorang pendengar yang baik dan dapat memberikan solusi yang baik. “Curhatan-curhatan yang sering saya dengar kebanyakan tentang insecure, bullying, dan stress belajar online,” kata Reza.

Reza berharap dengan adanya program ini, kenakalan remaja dapat diminimalisir yaitu melalui metode speak up. Bagi yang ingin mengikuti sesi mencurahkan hati ini, bisa langsung DM ke instagram @reza_syaban23.

Pada persiapannya menuju Mister Teen Indonesia, Reza siap memberikan yang terbaik, dengan membawa nama Jawa Barat dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia akan mengeluarkan peluru-peluru yang dimana ia mulai mencari peluru itu sebelum dikeluarkan. Misalnya, ia mulai meningkatkan kemampuannya dalam berbahasa terutama bahasa Inggris yaitu dengan bergabung dan belajar di Kampung Inggris Bandung. Rencananya, ia juga akan mengikuti kelas public speaking, catwalk, dan sudah melakukan beberapa photoshoot. Selain itu, kini ia mulai mencari desainer yang akan mendukungnya dalam hal ini.

Alasannya mempersiapkan diri dalam segi bahasa terutama Inggris yaitu karena jika menang dalam Mister Teen Indonesia ini, maka otomatis akan mewakili Indonesia di kancah Internasional. Pada Mister Teen Indonesia, ajang ini membuka voting, dan voting tertinggi akan mendapat tiket langsung ke top 8. Caranya yaitu dengan mengklik like, komen, dan share postingan di instagram @MisterTeenIndonesia.

Sebagai penutup, Reza menyampaikan harapan dan pesannya kepada remaja Jawa Barat. Ia menuturkan bahwa remaja bisa melewati berbagai masalah, tetapi banyak yang memilih untuk tidak diungkapkan. Maka belajarlah untuk mulai bersosialisasi, walau memang setiap manusia berbeda.

“Ada yang introvert atau ekstrovert. Kalaupun itu cukup untuk dipendam, tidak apa-apa. Tetapi jika ingin diungkapkan maka katakan. Percayalah, banyak orang yang menyayangi kalian,” ujar Reza menutup perbincangan. (Sapitri Sri Mustari)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.

%d blogger menyukai ini: