METRUM
Jelajah Komunitas

PAB, Komunitas Pesepeda yang Terjun ke Dunia Musik

“Gowes hayu urang gowes, keur ngajaga kasehatan geus jadi kabutuhan. Gowes hayu urang gowes, nyalurkeun hobi bari manjangkeun babarayaan”

BAGI pendengar program Talkshow “Republik Boseh” di Radio Metrum, pasti tak asing lagi mendengar penggalan lirik lagu pembuka di atas, sebuah lagu berirama ngebeat berbahasa Sunda tentang ajakan bersepeda yang dinyanyikan oleh AGENT’PAB (AP).

Kurang lebih artinya seperti ini, “Gowes, mari kita gowes, untuk menjaga kesehatan, sudah menjadi kebutuhan. Gowes, mari kita gowes, menyalurkan hobi sambil memanjangkan persaudaraan”

AP adalah penyanyi duo, Atep dan Teddy dengan lagu berbahasa Sunda yang iramanya berbalut ragam musik seperti rap, Dj remix, hip-hop, tradisional dan sebagainya. Keduanya merupakan pegiat sepeda dari komunitas Pangalengan Adventure Bike (PAB) Kabupaten Bandung.

Duo AGENT’PAB (Foto: Dok. AGENT’PAB).*

PAB sendiri adalah komunitas pesepeda yang awalnya bernama Chiken Bike pada tahun 2012,  karena anggotanya pedagang ayam di pasar, selepas jualan mereka menyalurkan hobi yang sama yaitu bersepeda ke berbagai trek di seputar Pangalengan yang memang surganya trek pesepeda MTB.

Pada tahun 2013, PAB dikenalkan dan diajak salah seorang goweser seniornya yang akrab disapa kang TC menjajal trek adventure hutan Citando, dari sinilah awal mula nama komunitasnya menjadi PAB yang diketuai oleh Atep.

Selanjutnya, PAB menjadi sering mengikuti kegiatan bersepeda di luar Pangalengan sambil bersilaturahmi antar pesepeda, khususnya se-Jawa Barat (Jabar), seperti Kota Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, dan sebagainya.

Dari ajang silaturahmi tersebut terbentuklah wadah bernama Dulur Beda Lembur (DBL) tahun 2014, salah satu program kegiatannya adalah bersepeda bersama DBL dilaksanakan secara bergiliran di daerah-daerah yang tergabung dalam wadah DBL.

Di tahun yang sama, PAB menggelar kegiatan tersebut dengan konsep gowes wisata alam Pangalengan. Acaranya pun sukses dengan dihadiri 2.000 pesepeda se-Jabar, baik individu maupun dari berbagai komunitas pesepeda.

Kegiatan besar tersebut menjadi kegiatan rutin tahunan PAB. Tahun 2019 merupakan tahun ke-5 penyelenggaraannya, bahkan kali ini diikuti sekitar 5.000 pesepeda. Sayangnya karena pandemi, PAB 6 masih tertunda sampai saat ini.

Riwayat AGENT’PAB

AP terbentuk berawal dari sekedar iseng-iseng PAB membuat lagu untuk soundtrack iklan promosi kegiatan PAB ke-4 tahun 2018, hingga menjadi ketagihan bikin lagu bertemakan gowes. Liriknya berisikan tentang ajakan, manfaat, keseruan, pesan, dan dinamika bersepeda.

Lagu tersebut disebarluaskan dengan ikut ke berbagai kegiatan sepeda, meminta ke panitia kegiatan slot buat mereka tampil menghibur peserta dengan membawakan lagu-lagu mereka, meskipun masih menggunakan minus one dari telepon genggam, dari situlah AP mulai dikenal.

Sejak itu AP sering manggung sebagai pengisi utama acara hiburan kegiatan bersepeda di berbagai daerah. Perdana tampi di event besar di Sukabumi dan Tasikmalaya, menyusul Subang, Karawang, Purwakarta dan wilayah lainnya. Beberapa lagu-lagu yang sering mereka bawakan saat manggung di antaranya berjudul Sepeda Kuring, Gowes Aink Kumaha Aink, dan Gowes.

Moment Dulur Beda Lembur di Pangandaran (Foto: Dok. PAB).*

Sampai sekarang ada sekitar 29 lagu yang sudah dibuat, beberapa merupakan hasil kerja sama dengan grup hip-hop lokal bernama Sundanis, dari sini AP mengenal DJ, yang mana selanjutnya setiap manggung tidak lagi menggunakan minus one, sudah ada perangkat DJ berikut DJ-nya. 

AP makin dikenal, dan lagu-lagunya disukai pesepeda, banyak yang hapal sehingga mereka selalu ikut bernyanyi saat AP tampil, berjoget gembira seolah melupakan rasa lelah setelah sebelumnya bersepeda menjajal trek yang lumayan berat tapi mengasyikan.

Kini dari hobi menjadi penghasilan, sudah banyak panitia-panitia kegiatan mengundang AP menjadi bintang tamu dalam acara yang mereka gelar.

“Dulu, kami bikin lagu itu tujuan utamanya ingin membuat lagu bertemakan gowes dan juga menunjukkan kepada khalayak, khususnya teman-teman pesepeda, bahwa kita jangan hanya gowes saja tapi harus punya kreativitas dengan berkarya yang positif, agar dunia gowes itu penuh warna, apalagi karya tersebut bisa menambah penghasilan,” tutur Atep,

Pria bertubuh besar tersebut melanjutkan, bahwa yang lebih penting tentang keprihatinan mereka ketika ada kegiatan event, dihibur oleh performa yang kurang mendidik, (maaf) seperti  artis dangdut yang tampil seronok dan goyang erotis, padahal di acara tersebut bukan hanya orang dewasa saja, tapi ada banyak anak-anak menyaksikan.

Tanpa bermaksud menjegal rejeki orang, tapi mereka berharap agar hiburan musik dalam kegiatan bersepeda diisi oleh tampilan bermutu yang membuat acara seru dan peserta tidak bosan, semoga kehadiran AP menjadi salah satu solusinya.

Selama pandemi dimana kegiatan bersepeda terhenti, untuk mengisi kejenuhan, sesekali AP membuat konten video cerita dan lagu-lagu Sunda di luar tema bersepeda, mereka bagikan melalui media sosial, salah satunya adalah chanel youtube yang mereka miliki.

Keduanya berharap, ke depan semakin kondusif dan pandemi berlalu, agar mereka bisa leluasa berkreasi lagi dan kegiatan bersepeda kembali menghangat dan membucah, serta tidak ada lagi pembatasan-pembatasan.

Nah, bagi teman-teman yang ingin mengenal lebih jauh tentang mereka atau menyaksikan tampilan visual mereka, silakan kunjungi saja media-media sosial AGENT’ PAB di YouTube, Facebook, dan Instagram.

Salam Boseh dan Go Green! (Cucu Hambali, Bersepeda itu Baik)***

komentar

1 Komen
  1. […] Sambil istirahat dan menunggu semua peserta tiba, mereka disambut hiburan musik dan lagu, salah-satunya menampilkan AGENT PAB yang merupakan pesepeda yang terjun ke dunia musik. Tentang duo grup asal Kabupaten Bandung ini silakan klik disini. […]

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.