METRUM
Jelajah Komunitas

Sampah Lebaran Menggunung, DLH Bandung Kebut Bersih-bersih TPS Overload

KOTA BANDUNG (METRUM) – Lonjakan sampah saat Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Bandung mencapai angka signifikan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat, volume sampah pada malam takbiran menembus 438 meter kubik atau setara 208 ton, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan Idulfitri tahun sebelumnya.

Lonjakan volume sampah di Kota Bandung selama Ramadan hingga Lebaran kembali terjadi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, menyebut kondisi ini sebagai pola tahunan. Meski sempat memicu penumpukan, situasi kini mulai berangsur terkendali.

Darto menjelaskan, pengangkutan sampah sempat terhenti saat hari H dan H+1 Lebaran karena penutupan TPA Sarimukti. Dampaknya, sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) mengalami overload. Namun, sejak H+2, operasional kembali normal seiring dibukanya kembali TPA.

DLH kini memprioritaskan pembersihan di titik-titik kritis seperti TPS Binong, TPS Kebon Binatang di Jalan Tamansari, dan TPS Kosambi. Penanganan dipercepat dengan mengerahkan alat berat guna mengurai tumpukan sampah yang sempat menggunung.

Data kewilayahan menunjukkan dinamika yang beragam. Beberapa kawasan mengalami penurunan volume sampah, seperti Bojonegoro yang turun dari 77 menjadi 60 meter kubik, Cibinjing dari 127 menjadi 112 meter kubik, dan Ujungberung dari 51 menjadi 42 meter kubik.

Namun, lonjakan signifikan terjadi di wilayah lain. Karees meningkat dari 58 menjadi 78 meter kubik, Kordoba naik dua kali lipat dari 8 menjadi 16 meter kubik, dan Tegalega melonjak tajam dari 107 menjadi 130 meter kubik.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, DLH mengerahkan total 2.266 personel dan 423 armada yang disebar di 263 titik pantau selama periode H-1 hingga H+2 Lebaran. Distribusi personel disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari 926 petugas saat H-1 hingga kembali diperkuat menjadi 695 personel pada H+2.

BACA JUGA:  Teknologi "Mini Sorting Plant" Qinglv Tawarkan Solusi Efisien untuk Kota Padat

Strategi operasional juga diperketat. Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3, Salman Faruq, mengungkapkan jam kerja penyapu jalan dimajukan menjadi pukul 04.00 pagi. Hasilnya, pada pukul 06.00, sebagian besar ruas jalan utama sudah dalam kondisi bersih saat aktivitas warga dimulai.

Di sisi lain, program pengelolaan sampah berbasis masyarakat mulai menunjukkan hasil. Pengolahan sampah organik di tingkat RW dan kelurahan dinilai mampu menekan volume sampah yang harus diangkut ke TPS dan TPA.

Meski sempat terjadi lonjakan akibat libur operasional dan peningkatan aktivitas warga, kondisi kebersihan Kota Bandung secara umum masih terkendali. Proses pembersihan terus dikebut hingga situasi kembali normal sepenuhnya.

DLH pun mengingatkan masyarakat untuk lebih disiplin dalam mengelola sampah dari sumbernya. Penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), pemilahan sampah, serta pengolahan mandiri menjadi kunci untuk menekan lonjakan sampah di masa mendatang.

Sinergi antara pemerintah dan warga dinilai menjadi faktor krusial agar penanganan sampah pasca Lebaran bisa segera pulih dan tetap terkendali. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.