METRUM
Jelajah Komunitas

Abbeu Gow3sh: Biar Gemuk, Asal Sehat

NAMANYA juga komunitas, jadi mereka tidak punya tempat khusus untuk berkumpul, tidak punya kantor, tidak punya sekretariat. Waktu berkumpulnya juga biasanya terjadi di luar jam kerja atau hari kerja karena kebanyakan anggotanya adalah mereka yang sehari-harinya bekerja sesuai bidang dan profesinya masing-masing.

“Ya…. Itulah, biasanya kalau mau berkegiatan, kami saling telefon untuk menentukan tempat bertemunya. Hampir dapat dipastikan, tempat bertemu kita tuh di tempat kuliner. Ya, karena bersepeda itu biasanya pagi hari, kan yang ada tukang bubur ayam tuh, ya seringnya sih kumpul di tukang bubur ayam deh, kadang di bubur ayam Saparua, kadang di bubur ayam PMI Jln. Aceh, atau di bubur ayam Flexi di Tamblong. Bahkan kesannya, bersepeda itu tujuannya buat mencari tempat kuliner yang enak makanya kami jadi sering bike to breakfast,” Reky menjelaskan.

Oleh karena itu pula, menurut Reky, seolah-olah ada anekdot di komunitasnya itu bahwa mereka rajin bersepeda, tetapi tidak boleh kurus. “Sebenarnya anekdot ini hanya bagian dari upaya pembelaan diri saja karena sebagian besar dari anggota kami, memiliki berat badan yang lebih dari ideal, serta perut yang mulai membuncit. Maklum, rata-rata usia anggotanya di atas 40 tahun,” Reky berkelakar.

Makin lama, semakin banyak kegiatan yang mereka rencanakan. Mereka merasa perlu untuk membentuk sebuah kepengurusan maka terbentuklah susunan kepengurusan komunitas “Abbeu Gow3sh”. Pemilihan ketua pun dilakukan tanpa sebuah sidang yang alot.

“Karena Reky sehari-harinya bergelut dengan bidang event organizer, kami merasa Reky sangat cocok menjadi ketua,” ujar Hari Raharta (46), Ketua Pembina Komunitas “Abbeu Gow3sh”.

Kemudian, menurut Hari, kegiatan komunitas ini pun kian meluas. Yang tadinya hanya olah raga sepeda, kini sudah mulai melakukan kegiatan lain, seperti kegiatan sosial, hiburan untuk keluarga, dll.

“Kami sudah dua kali menyelenggarakan family gathering di luar Kota Bandung, tetapi tetap intinya sepeda. Kalau tempat acaranya cukup dekat, kami semua memakai sepeda ke tempat tujuan. Akan tetapi, kalau jauh, sepedanya di-loading,” kata Hari yang juga Ketua REI (Real Estate Indonesia) Jabar ini.

Kegiatan lainnya antara lain merayakan ulang tahun anggota, penyerahan sumbangan bagi korban bencana banjir di Soreang, buka puasa bersama anak-anak yatim piatu, serta kegiatan olah raga lainnya. Dana yang dipakai untuk berkegiatan adalah dana dari anggota ataupun dari sponsor yang mendukung.

“Kepada anggota, kami tidak menentukan atau memaksakan besarnya uang yang harus dikumpulkan. Di sini semua penuh pengertian, kadang sering kali juga ada subsidi silang, artinya beberapa orang anggota mengumpulkan lebih banyak dana untuk menutupi kekurangan dari anggota lainnya,” Hari menjelaskan.

Hari mengakui, konsentrasi komunitas ini masih seputar masalah sepeda. Jika ada anggota yang sepedanya rusak, anggota lain membantu berupaya membetulkannya.

“Jadi, bersepeda buat kami selain untuk kesehatan, juga untuk hiburan, dan silaturahmi. Contohnya pada event slopitch ini, yang terdaftar kan Margahayu Land, tetapi saya sengaja ajak komunitas Abbeu untuk jadi hiburan. Padahal kan kalau tandingnya mau serius, dari segi usia saja, jelas kalah sama tim lain yang pemainnya masih muda-muda. Jadi, kita mah asal bisa seuseurian weh lah,” kata Hari yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Margahayu Land ini.

Yang penting, menurut Hari, komunitas sepeda “Abbeu Gow3sh” ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sambil berolah raga dan mencintai lingkungan Kota Bandung.

Untuk membuka jaringan yang seluas-luasnya, Abbeu juga kini membuat akun di Facebook. Hingga saat ini, anggotanya sudah lebih daro 130 orang. Abbeu tidak membatasi jumlah anggotanya, dan tidak pula memberi kriteria pada sepeda yang harus dipakai anggota.

“Kami bebas sajalah, siapa saja yang mau gabung sama Abbeu, silakan. Di Abbeu ini, sepedanya juga bebas, mau sepeda jelek, mau sepeda bagus, asal cocok dengan komunitas ini. Yang pasti, di Abbeu mah diperbolehkan gemuk. Dengan olah raga sepeda yang rajin, gemuk juga tidak apa-apa, asal sehat,” Hari mengakhiri perbincangannya.(Milly Malia, Sumber: Pikiran Rakyat 04-09-2011)***

komentar

Tinggalkan Balasan